15 Mei 2019

Ikan Bakar Amoy: Dada Tuna Buka dari Pagi di Sorong


Satu tahun yang lalu saya menuliskan tentang makanan yang baru saya temui di Sorong yaitu dada tuna. Saat itu hanya 1 warung yang menyediakan dada tuna dengan rasa yang enak, itupun hanya buka saat malam dan jika terlambat bisa kehabisan dada tuna nya. Nah, kondisi saat ini warung yang menyediakan dada tuna sangat banyak, berjajar di jalanan utama kota Sorong. Salah satu warung baru yang menjadi alternatif baru saat mencari dada tuna adalah Ikan Bakar Amoy yang terletak di jalan Ahmad Yani Sorong, tepatnya beberapa meter dari RRI Sorong. Keunggulan dari Ikan Bakar Amoy adalah buka dari jam 9 pagi hingga jam 23 dari hari Senin hingga Kamis, hari jumat buka dari pagi hingga jam 17 saja, dan hari Sabtu buka dari sore hari hingga malam hari, sedangkan hari Minggu tutup. Bagi yang penerbangan siang dan ingin mencicipi dada tuna, tempat makan ini menjadi alternatif yang bagus.








Setelah saya coba, rasa dari dada tuna seharga 40 ribu ini seperti layaknya dada tuna yang ada di Manado, sudah enak tetapi lebih enak dada tuna yang ada di tempat makan Dapur Kita. Perbedaannya ada di bumbu yang meresap, kalau di Dapur Kita bumbunya meresap dan kulitnya pun bisa dimakan karena tidak keras. Es jeruk disini juga murah seharga 5 ribu rupiah, sama dengan harga es teh. Meja dan kursi yang ada disini lebih representatif dibandingkan dengan Dapur Kita tetapi tetap tidak ada tempat parkir khusus sehingga harus parkir di badan jalan. Keunggulan dari dada tuna yang ada di Amoy adalah oseng - oseng atau cah kangkung nya, lebih enak dan sambalnya lebih bisa dirasakan karena tidak terlalu pedas, tetapi di Dapur Kita sambalnya lebih bervariasi dan lebih mantep. Selain dada tuna, disini juga ada ikan kakap, kerapu, bubara, baronang, dan mujair dengan cara memasak bisa dibakar ataupun digoreng.
Read more!

10 Mei 2019

Dabu Dabu Lemong: Rahang Tuna Paling Mantap di Manado


Makan malam terakhir saya di Manado digunakan untuk wisata kuliner lagi karena Manado ini memang surganya kuliner di Indonesia Timur. Pada kesempatan kali ini saya berkunjung ke Dabu Dabu Lemong yang terletak di jalan Boulevard 2, dekat sekali dari tempat kita menginap, hanya dipisahkan oleh jembatan Ir. Soekarno saja. jalan Boulevard 2 ini juga merupakan pusat kuliner di Manado selain yang ada di kawasan Megamas, di sepanjang jalan berjajar tempat makan mulai dari warung kaki lima hingga restoran yang cukup mewah. Begitu sampai di Dabu - Dabu Lemong kesan restoran terkenal pun langsung terlihat karena sangat ramai dan juga besar. Pertama yang harus dilakukan adalah memesan ikan terlebih dahulu di area depan restoran, saya dan teman - teman langsung memilih rahang tuna karena menurut cerita makanan inilah yang paling khas disini. Setelah itu kita tinggal mencari tempat duduk.
















Interior restoran ini cukup unik karena mengusung konsep terbuka, dinding - dindingnya terbuat dari bambu, tetapi tidak meninggalkan kesan modern dari properti dan pernak pernik yang dipakai sebagai hiasan. Pilihan minuman disini pun cukup beragam dan sangat menarik karena nama - nama es yang menggoda ada semua di buku menu seperti es brenabong, es teler, es kacang tanah, es kelapa muda, es kacang hijau, dan banyak es yang lain. Harganya berkisar 20-30 ribuan rupiah. Selain itu juga ada aneka jus buah, squash, mocktail soda, teh, kopi, dan banyak lainnya lagi. Setelah makanan datang pun kami tidak sabar untuk menikmati rahang tuna yang ukurannya lumayan besar ini. Ternyata rasanya enak banget, daging nya mirip dengan dada tuna dan juga ada banyak lemak atau sejenisnya yang ada di sela - sela rongga rahang nya. Makan ini harus telaten karena mencari daging nya tidak semudah dada tuna, mirip - mirip makan kepiting gitu lah meskipun tidak tajam. Gurih bercampur sedap dan legit menjadi satu ditambah dengan sambal dabu - dabu atau sambal biasa dan oseng kangkung sangat melengkapi nikmatnya rahang tuna ini. Wajib dicoba bagi pecinta kuliner ikan.
Read more!

Nasi Kuning Saroja: Mencoba Kuliner Terkenal di Manado


Saat mencari makanan khas Manado, ada banyak yang muncul di internet, salah satunya nasi kuning. Meskipun terdengar biasa saja, tetapi saya ingin sekali mencoba nasi kuning di Manado karena nasi kuning paling enak di Sorong adalah nasi kuning dari Manado. Hasil pencarian saya di internet menyarankan untuk datang ke nasi kuning Saroja di jalan Diponegoro. Lokasinya tidak jauh dari pusat keramaian Manado, naik gocar hanya sekitar 15 menit saja. Saat sampai ternyata lokasinya berada di jalan yang agak kecil, bukan jalan raya. Tempatnya pun sederhana karena memang sudah lama berdiri sejak tahun 1977. Parkiran mobil pun di tepi badan jalan karena tidak ada area parkir di depan tempat makan.





Begitu masuk nuansa klasik pun langsung terasa, termasuk meja dan kursi dan perabotan yang dipakai sepertinya sudah berumur puluhan tahun. Menu yang ada disini sepertinya hanya nasi kuning saja karena saat saya masuk langsung ditanya pesan berapa porsi. Minuman pun hanya sebatas teh, kopi, dan air putih sepertinya, saya tidak menemukan buku menu makanan disini. Tidak menunggu lama nasi kuning pun langsung terjadi di atas meja. Topping nya sama dengan nasi kuning asal Manado yang saya biasa beli di Sorong, yaitu ada ikan cakalang, daging sapi, bawang goreng, dan telur bulat seharga 22 ribu rupiah. Begitu saya makan ternyata rasanya memang enak, paduan topping yang ada disana sangat pas dan lembut di mulut, saya dan teman saya pun sampai menambah porsi. Rasanya memang berbeda dengan nasi kuning di Jawa Timur, lebih enak disini menurut saya. Kalau membungkus nasi kuning Saroja maka bungkus nya pun unik memakai daun lontar yang konon membuat rasanya semakin gurih dan lezat. Harga es teh nya 5 ribu rupiah sudah cukup segar untuk melepas dahaga setelah makan nasi kuning. Bagi yang bingung cari sarapan di Manado, tempat ini bisa menjadi pilihan.
Read more!

D-Linow: Tempat Menikmati Danau Linow dari Ketinggian


Setelah mengunjungi Puncak Kai'santi, perjalanan wisata di Tomohon kami lanjutkan untuk mengunjungi sebuah danau kecil tetapi menjadi tempat favorit wisatawan maupun warga lokal untuk menghabiskan akhir pekan. Nama tempat ini adalah Danau Linow yang lokasinya tidak jauh dari Tomohon, kira - kira 30 menit ke arah menjauhi Manado dari Tomohon. Saya tidak tahu lokasi menikmati danau ini bentuknya seperti apa, kalau di google image munculnya seperti sebuah tempat makan di pinggir danau. Kami menggunakan google maps saja dengan kata kunci danau linow dan dari petunjuk arah di jalan juga ada petunjuknya jadi tidak begitu susah menemukan danau ini. Dari belokan jalan raya tidak terlalu jauh, hanya 1-2 km saja. Setelah sampai di lokasi ternyata kita harus membayar 35 ribu per orang untuk masuk ke lokasi ini. Sudah termasuk biaya parkir dan free teh/kopi hangat.





Lokasi nya adalah sebuah restoran yang dijadikan tempat wisata bernama D-Linow. Pintu masuknya ada di sebuah bukit di samping danau. Kami mengunjungi lokasi ini karena lebih suka pemandangan dari atas untuk melihat pemandangan. Ada juga restoran di bawah untuk melihat pemandangan persis di samping danau, lokasinya di dekat pintu keluar area D-Linow dengan parkiran tersendiri juga jadi harus naik kendaraan juga kalau pindah kesana. Restorannya sangat bagus dengan desain industrial dan sebagian besar berada di area outdoor. Jangan lupa memesan pisang goreng khas lokal jika datang kesini dengan sambalnya yang khas. Konon katanya air danau disini bisa berubah warna karena mengandung belerang. Menikmati sore hari hingga malam disini sangat menyenangkan, awalnya foto - foto berlatar belakang danau dan sekitarnya, kemudian bisa menikmati alunan live music disertai meminum secangkir teh hangat. Udara dingin di ketinggian juga menambah kenikmatan nongkrong disini. Tidak heran meskipun agak jauh dari kota tetapi samakin malam semakin ramai.
Read more!

05 Mei 2019

Rumah Makan Sineleyan: Kuliner Ikan Air Tawar di Tomohon


Perjalanan saya ke Tomohon pada siang hari membuat saya dan teman - teman memutuskan untuk singgah makan dulu di sebuah restoran. Setelah mencari di google ternyata cukup susah mencari restoran yang representatif disini, apalagi saat saya kesana hari Minggu dimana banyak toko dan restoran yang tutup. Singkat cerita saya menemukan sebuah restoran yang sepertinya cukup menarik karena terletak di samping telaga kecil di jalanan utama kota Tomohon. Nama restoran ini adalah Rumah Makan Sineleyan. Saat masuk parkirannya sangat luas, bisa menampung belasan mobil. Selain itu area nya sangat luas dan terletak di atas air atau biasa disebut warung terapung. Menu - menu yang ada disini hanya tersedia ikan saja, yaitu ikan mujair dan ikan mas. Dua ikan ini diolah menjadi 4 macam jenis yaitu bakar, goreng, woku, dan kuah asam. Kita pun juga bisa memilih ukuran.












Ada ukuran mulai kecil, sedang, besar, jumbo, dan super jumbo. Sayuran pendamping yang bisa kita pilih ada mulai kangkung, acar, dan perkedel jagung. Saya sendiri memesan menu paling favorit disini yaitu Ikan Mujair Woku Besar seharga 42 ribu rupiah. Pilihan minuman disini terbatas pada softdrink, teh, kopi, jeruk, dan nutrisari. Woku adalah kuah kuning yang saat saya coba rasanya gurih dan enak, mujair nya pun menjadi lebih nikmat ketika disantap dengan kuah kuning ini. Saya mencicipi punya teman saya yaitu kuah asam pun juga enak bagi yang suka rasa asam - asam. Saking enak nya kuah kuning nya saya pun sampai menghabiskan kuah nya, kalau kuah masakan biasanya tidak pernah saya habiskan seperti sop atau soto. Restoran ini bisa jadi salah satu pilihan ketika mampir ke kota Tomohon, apalagi kalau ramai - ramai bersama keluarga lebih oke lagi karena bisa menikmati pemandangan telaga Sineleyan dan tempatnya luas sehingga bisa untuk beramai - ramai.
Read more!

Tuna House: Menikmati Dada Tuna Nikmat di Manado


Tidak lengkap rasanya kalau sudah mengunjungi Manado tetapi tidak mencicipi kuliner yang ada disini. Banyak sekali pilihan kuliner yang berasal dari Manado, bahkan warung nya di Jawa pun juga lumayan banyak. Nah, salah satu kuliner Manado yang wajib dicoba oleh wisatawan adalah dada tuna. Makanan yang satu ini kenikmatannya melebihi steak tuna yang biasanya kita temui di Jawa. Kuliner dada tuna sendiri juga menjadi santapan terlezat di kota Sorong meskipun asalnya dari Manado. Nah, saat berkunjung ke Manado pasti tidak ingin terlewatkan dong kesempatan menikmati kuliner dari tempat asalnya. Setelah saya berselancar di internet ada sebuah restoran yang telah dikunjungi oleh pecinta kuliner dan cukup banyak muncul di google hasil review nya, nama tempat ini adalah Tuna House yang terletak di kawasan Mega Mas Manado, tepatnya di depan Whiz Prime Hotel.









Lokasinya tepat di depan hotel saya menginap sehingga sangat menyenangkan. Kawasan Mega Mas ini dipenuhin restoran - restoran yang ramai dikunjungin saat jam makan malam, sepertinya ini adalah pusat kuliner kota Manado. Setelah masuk restorannya semi terbuka karena tidak ada dinding, hanya atap dan pembatas saja. Menu utama yang saya pesan adalah Paket Tuna 45 yang berisi dada tuna ukuran lumayan besar, nasi putih, sambal, serta tumis kangkung seharga 45 ribu rupiah. Ini adalah menu paling favorit yang ada disini. Selain menu tersebut, kita juga bisa memesan nasi goreng dengan berbagai macam topping seperti ayam, cakalang, tuna, dan roa. Selain itu kita juga bisa memesan udang goreng/bakar, cumi goreng, ayam goreng, serta berbagai macam olahan Tuna seperti tuna woku dan tuna kuah. Sayur yang bisa kita pesan ada juga terong bakar, tempe dan tahu goreng, bunga pepaya tumis, dan sayur pahit. Menu tambahan lain yang bisa kita pesan adalah ubi kayu rebus, kentang goreng, sampai ada klapetart juga. Minuman disini juga sangat beragam seperti aneka jus buah, aneka olahan teh, jeruk, kopi, dan lain sebagainya. Rasa dada tuna disini menurut saya lebih ringan daripada yang ada di Sorong dan lebih bersih karena putih tidak ada kulit bekas terbakarnya. Pemandangannya pun langsung laut dan gemerlap lampu pinggir laut di kota Manado.
Read more!
badge