07 Desember 2018

Warung Bravo: Es Pisang Ijo Paling Terkenal di Makassar


Setelah menikmati Konro Karebosi yang super nikmat, saya melanjutkan wisata kuliner saya menuju sebuah dessert yang sangat terkenal berasal dari Makassar, namanya es pisang ijo. Setelah saya browsing di internet, ada sebuah nama tempat makan yang selalu disebutkan sebagai es pisang ijo yang paling terkenal di Makassar, datanglah saya kesini. Namanya adalah Warung Bravo yang terletak di jalan Andalas 154, Makassar. Lokasinya tidak terlalu jauh dari lapangan Karebosi, jadi 2 tempat makan yang saya kunjungi lokasinya berdekatan di tengah kota. Setelah sampai kesan pertama saya terhadap warungnya adalah klasik, pasti sudah lama berdiri dan sudah dikelola oleh generasi selanjutnya. Dinding warung dipenuhi oleh foto - foto artis yang pernah kesini serta penghargaan yang pernah diperoleh.






Setelah membaca menu yang tersedia, saya membeli es pisang ijo seharga 22500 dan otak - otak seharga 7000 per biji. Tidak lama menunggu es pisang ijo pun datang. Tampilannya memang agak berbeda dengan es pisang ijo yang saya beli di daerah lain. Perbedaan paling utama adalah bahan tepung beras yang kalau di Surabaya dijadikan bubur sum sum, nah disini dibuat untuk es pisang ijo. Pemanis yang dipakai pun berbeda, disini menggunakan pemanis yang kalau biasanya di Surabaya dipakai untuk es cao. Pisang dibalut oleh kulit hijau yang tebal serta memiliki sedikit rasa tersendiri yang menurut saya enak, cocok dengan kuahnya. Memang es pisang ijo nya lebih besar porsinya dan lebih kuat rasanya dibandingkan es pisang ijo yang pernah saya beli sebelumnya. Otak - otaknya pun juga enak, mungkin karena saya suka ikan kali ya, hehehe. Silahkan dicoba warung Bravo ini, ada juga cabangnya di jalan Sultan Alauddin, selamat wisata kuliner.
Read more!

06 Desember 2018

Konro Karebosi: Cicipin Konro Paling Enak se Makassar


Pada kesempatan kunjungan saya ke Makassar kali ini, saya mencoba kuliner yang dulu belum pernah saya coba saat berkunjung ke Makassar beberapa tahun yang lalu. Nama makanan ini adalah konro dan saya mencoba di Konro Karebosi, restoran ini paling banyak direview oleh netizen sehingga saya memutuskan untuk datang kesini saja. Konro Karebosi terletak di jalan G. Lompobattang nomor 41-43 Makassar, sangat dekat dengan lapangan Karebosi. Konro Karebosi juga telah memiliki cabang di Jakarta yaitu di kawasan Kelapa Gading dan Jakarta selatan. Seperti hal nya restoran yang sudah terkenal sejak dulu, lokasinya ada di jalanan kecil yang padat kendaraan karena ada di pusat pertokoan lama.





Hanya ada 2 menu makanan  yang ada disini, yaitu sop konro dan konro bakar. Minumannya pun cuma terbatas pada jeruk es atau hangat, teh hangat atau es, atau minuman botolan. Tidak lama menunggu konro bakar pesanan saya pun datang. Sekilas saya teringat iga bakar yang juga ada di Surabaya tetapi dalam porsi yang lebih kecil, kalau Konro banyak sekali porsinya. Selain iga sapi, sajian juga dilengkapi dengan kuah yang gurih. Rasa dari konro bakar ini sangat enak, benar - benar enak sampe saya ketagihan. Rasanya tidak membuat bosan, porsinya banyak sehingga sangat puas. Saus kacangnya pun juga sangat pas dengan daging sapi yang dibakar ini. Kuahnya pun juga sangat nikmat, sampai tidak tahu lagi harus berkomentar apa lagi. Harga konro bakar dan es teh yang saya pesan adalah 69 ribu rupiah. Wajib dicoba untuk penikmat kuliner.
Read more!

25 November 2018

Sebagai Generasi Penerus Bangsa, Apa yang Bisa Kita Bantu untuk Perekonomian Indonesia?

Lagi musim banget kayaknya ngomongin keuangan di generasi yang sekarang udah mulai punya duit sendiri, apalagi Indonesia sebentar lagi masuk masa - masa bonus demografi, angkatan kerjanya mendominasi, kalau bisa dimanfaatkan dengan baik bakal bagus untuk masa depan Indonesia nih. Abis dengerin dan baca sekilas tentang keuangan, Indonesia tuh butuhnya investasi dari penduduknya sendiri untuk negara, contohnya di Surat Berharga Negara (SBN) dan saham - saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan nasional lainnya. Singkatnya, nanti APBN akan terisi oleh uang - uang dari rakyatnya sendiri, selama ini kalau gak ada rakyat yang investasi di negara sendiri ya terpaksa harus cari utang asing. Misalkan pemerintah butuh APBN 2000 triliun, pajak dapetnya 1700 triliun, 300 triliunnya kan kalau isinya mayoritas SBN dan penerimaan negara dari BUMN bakal bagus, utang asingnya pelan - pelan bakal berkurang dan pada akhirnya ekonomi nasional menjadi stabil.

Sebenarnya cara paling mantap ya bikin bisnis yang memberdayakan sumber daya lokal mulai dari manusia sampai bahan bakunya, syukur - syukur bisa ekspor ya makin bagus. Tapi kan gak semua orang bisa melakukan itu, tapi semua orang bisa membantu pemerintah lewat konsumsi lokal dan investasi SBN atau saham BUMN itu tadi, mumpung pemerintah udah bikin channel - channel kekinian sekarang yang dulu belum terpikir, makanya dulu awam banget kan sama istilah - istilah investasi di atas. Sebagai manusia biasa susah juga untuk menahan hawa nafsu misal konsumsi produk impor terutama produk teknologi, makanan minuman, dan fashion ya kan, saya pribadi menebus "dosa" itu dengan menaruh aja investasi di SBN yang hampir pasti aman, negara bisa membangun deh dari uang yang saya investasikan dan setidaknya ada yang saya lakukan untuk membantu pemerintah dalam upaya memperkuat ekonomi Indonesia. Sebagai anak muda masa ya masih jaman protes - protes doang tanpa melakukan sesuatu, sudah waktunya turun tangan sekecil apapun kontribusi kita. 100 ribu rupiah kalau dikali 260 juta rakyat Indonesia aja udah pusing tuh kan nol nya berapa. Kesimpulannya konsumsi dan investasi harus berjalan secara simultan, kondisinya konsumsi rem dikit dan dananya dialokasikan untuk investasi lokal seperti SBN atau ke saham BUMN, konsumsinya pun produk lokal atau impor yang resmi bayar bea masuk, taat bayar pajak juga. Bagi pengusaha juga meningkatkan ekspornya, apalagi sekarang pemerintah sudah sangat membantu untuk ekspor.
Read more!

Ramen Seirock-Ya Jepang: Ramen Halal di Kawasan Blok M Jakarta


Saat ada tugas yang mengharuskan saya ke Jakarta, saya biasanya menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu tempat kuliner yang ada disini, utamanya tempat yang belum pernah saya coba sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, saya diajak teman saya ke tempat ramen dengan label halal yang ada di Jakarta Selatan, namanya adalah Ramen Seirock-Ya Jepang yang terletak di jalan Radio Dalam Raya nomor 9. Restoran ini buka dari jam 11 AM- 10 PM jadi cocok untuk makan siang dan makan malam. Saat memasuki restoran, kita bisa memilih untuk duduk di lantai 1 atau 2, lebih luas di lantai 2 sehingga saya dan teman saya memilih duduk di lantai 2 saja. Interior dari restoran ini beraksen ala - ala Jepang, meskipun meja - meja nya seperti restoran pada umumnya. Setelah duduk kami pun mulai memilih mau makan apa malam ini.



















Ada banyak varian ramen yang bisa dipilih oleh pengunjung. Ada 2 jenis kategori yang bisa kita pilih, yaitu dari ketebalan mie dan kekentalan kuah. Menu paling favorit disini adalah Toripaitan ramen ekstrim pakai telor dengan kuah kental dan mie tebal. Harga dari ramen tersebut adalah 72 ribu rupiah. Pilihan makanan lain disini juga dibedakan berdasarkan jenis kuahnya, tidak hanya shoyu dan miso saja tetapi ada juga shio, bening, hingga varian ramen pedas yang memiliki level - level. Minuman yang saya pilih seperti biasa adalah ocha/green tea. Selain ramen, disini juga ada varian makanan yang lain seperti nasi goreng jepang, kari jepang, dan camilan - camilan ala Jepang seperti chicken katsu dan karaage. Setelah makanan datang saya pun mulai menyantap mie yang terhidang. Hal pertama yang saya rasakan berbeda adalah mie nya, mie nya tebal dan solid sehingga mantap untuk dimakan. Kuahnya pun juga memiliki citarasa khas tersendiri dibandingkan restoran yang lain, saya belum pernah merasakan citarasa seperti ini sebelumnya. Wajib dicoba bagi para pemburu ramen di Jakarta.
Read more!

28 Oktober 2018

Sedjenak Koffie: Tempat Nongkrong Asik di Sabang Jakarta


Saya tidak asing dengan kawasan Sabang ini, menawarkan beragam jenis tempat kuliner mulai dari kaki lima hingga restoran, mulai dari makanan lokal hingga mancanegara, ada semua. Pada kesempatan kunjungan saya kali ini, saya bersama teman - teman saya mengunjungi sebuah kafe yang ada di jalan Sabang, nama tempat tersebut adalah Sedjenak Koffie yang lebih dekat ke arah jalan Kebon Sirih. Bangunannya tidak terlalu luas, saya hitung hanya ada 7 kursi saja. Suasana yang ditawarkan sangat nyaman, dengan alunan musik volume rendah dan lagu - lagu swing/jazz, tempat yang saya suka untuk ngobrol - ngobrol dengan kawan lama saya. Menu yang ditawarkan disini tidak terlalu banyak, cukup satu halaman saja, dan menu utama yang ditawarkan adalah kopi karena memang ini adalah kafe untuk kopi.










Beberapa menu kopi yang bisa dipesan adalah kopi susu yang sedang hits, black sweet cream, latte sweat cream, espresso, cappucino, dan banyak varian yang lain. Harga untuk aneka kopi ini berkisar antara 20 ribu hingga 40 ribu rupiah. Minuman bukan kopi yang ditawarkan ada coklat, teh, susu, jus, soda, dan rootbeer. Harganya berkisar antara 10 ribu hingga 40 ribu rupiah. Makanan berat yang ada disini mulai dari nasi wagyu, nasi ayam, nasi terong, nasi goreng, dan nasi bakso dengan harga antara 20 ribu hingga 50 ribu rupiah. Makanan ringan yang ditawarkan adalah sandwiches, kentang goreng, kulit ayam, dan keripik dengan harga 20 ribu hingga 40 ribu rupiah. Saya memesan nasi wagyu dan es coklat. Rasa makanan dan minuman yang saya pesan lumayan enak, kalau di kafe seperti ini memang yang ditawarkan adalah suasana yang nyaman.
Read more!

25 Oktober 2018

Kashiwa: Restoran Makanan Jepang yang Otentik Banget


Saya suka makanan Jepang, restoran yang berbau makanan Jepang yang mainstream selalu membuat saya ketagihan. Nah, pada kesempatan kali ini saya diajak oleh kawan saya yang bekerja di kawasan Blok M untuk mencicipi makanan Jepang yang murah tetapi tempatnya sangat otentik, sangat mirip dengan suasana yang ada di Jepang, namanya adalah Kashiwa yang terletak di jalan Melawai VIII, kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Sangat otentik hingga masuk restorannya pun melalui tangga kecil yang dari depan hanya terlihat papan restorannya saja, mirip dengan suasana restoran yang ada di kota besar di Jepang sana. Begitu masuk suasana negeri sakura sangat terasa, mulai dari interior, furniture, ornamen, hingga merek TV dan siaran TV yang disiarkan pun dari Jepang. Membaca buku menu pun juga harus mikir karena meskipun menggunakan huruf latin tetapi bahasa yang digunakan bukan bahasa Indonesia.


















Nama - nama yang digunakan tidak familiar seperti yang saya baca di restoran Jepang mainstream. Beberapa nama yang familiar hanya teppan yakiniku yang saya pesan, takoyaki, edamame, udon, dan beberapa nama lainnya. Sisanya saya tidak familiar dan dari foto pun tidak jelas itu makanan seperti apa dan isinya apa saja. Saya dan teman saya pun memesan beberapa makanan seperti Gyuniku Enokimaki yaitu jamur yang dililit dengan daging, ikageso syogayaki yaitu olahan gurita kecil, kaisen okonomiyaki yaitu sebuah pizza jepang, dan teppan yakiniku sebuah olahan daging cincang dengan sayuran. Setelah saya makan rasanya memang tidak terlalu menyesuaikan dengan citarasa lokal, banyak unsur citarasa dari Jepang. Menurut saya yang memang suka rasa - rasa otentik ini enak, tapi mungkin untuk orang - orang yang lidahnya sangat Indonesia akan agak aneh saat mencicipinya. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, berkisar 30 ribu-40 ribu rupiah untuk makanan yang biasa aja (bukan seafood khusus atau beberapa yang lainnya). Silahkan dicoba dan tempat ini sangat ramai serta kursinya sedikit, jadi kalau antri harap bersabar ya.
Read more!
badge