17 Januari 2010

era tv digital


posting kedua shubuh di hari minggu,hehe. sudah lama tito gak posting dari pikiran sendiri, habisnya terlalu banyak pikiran pelajaran yang sangat gila di sekolahku ini, sekolah terkejam,bayangin aja, ujian semester aja 13 hari full, seperti man aja,padahal man ada yang cuma 10 hari. dan saya teringat akan tv digital ini ketika googling, aku gak begitu tau sih tentang ini,tapi sedikit - sedikit tau lah,atau dasar - dasarnya saja, toh blog ini kan emang bertujuan untuk menjelaskan semudah mungkin apa yang sedang hangat dibicarakan, ngapain juga dijelasin detail - detail tapi pembacanya gak paham,bener gak, ya sudah deh, baca saja ya.

kalau tidak salah tahun lalu, Pemerintah mengeluarkan stetement bahwa tahun 2010 sampai beberapa tahun ke depan, di Indonesia dilakukan percobaan penggunaan tv digital. ketika pertama mendengar itu, pikiran pertama saya langsung tertuju seeperti ini : " berarti orang Indonesia wajib langganan indovision dong ". Saya gak bisa bayangin, bagaimana nasib orang - orang yang tidak berduit banyak hanya untuk sekedar melihat tv. dan tahun 2010 ini, saya sempat membaca artikel yang sedikit menghapus pikiran saya di atas tadi. ternyata kita hanya disuruh membeli alat pengganti sinyal saja,tidak usah berlangganan. Contoh gampangnya itu begini, umpamakan kita menonton tv sekarang itu kita berinternet menggunakan kabel telepon rumah langsung ( dial up ).
nah, kalau mau lebih cepat, kita harus berlangganan speedy yang pastinya kita dipinjemi modem,modem itu dibuat untuk mengganti sinyal telepon ke sinyal yang lebih bagus. sama dengan tv digital, alat yang kita beli ini mengubah sinyal biasa ke sinyal yang lebih bagus. bedanya dengan contoh speedy di atas, kita tidak usah berlangganan, jadi seperti modem internet kita bisa digunakan untuk berinternet ria tanpa berlangganan. dan kabar baiknya lagi, Pemerintah akan mensubsidi alat pengganti sinyal itu,(andaikan modem juga begitu :-( ). jadi bagi kita yang tinggal di tempat yang jangkauannya dekat dengan akses, berdoa aja bisa dapet subsidi itu. pasti muncul pertanyaan : " bagaimana dengan yang di pedalaman ". dari pengamatan saya, orang yang tinggal di pedalaman itu aneh, saya pernah lihat orang rumahnya berdinding sejenis triplek, jelek pula, tapi di atasnya ada antena parabola, dan itu bukan 1 rumah aja, banyak rumah, jadi mereka sudah lebih maju dari kita soal meilhat tv,hehehe. dan yang kedua ya orang di pedalaman dari dulu tidak pernah melihat tv, jadi tidak masalah bukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge