14 Desember 2012

Pengiriman Data dalam Jaringan


Jika sebelumnya dibahas tentang jaringan nirkabel secara umum, maka kali ini yang dibahas akan lebih spesifik. Dari macam - macam jenis jaringan, pasti ada perbedaan kecepatan di antara jaringan yang berbeda. Seperti kita ketahui, bluetooth lebih cepat dari inframerah. Itu salah satu contoh sederhana dari perbedaan kecepatan dalam pengiriman data. Biasanya semakin tambah tahun, teknologi yang digunakan semakin canggih dan cepat. Bahkan perkembangan jaringan nirkabel ini lebih banyak daripada jaringan berkabel yang sudah mulai ditinggalkan. Sudah mulai dicari cara agar kekurangan jaringan nirkabel yang ditutupi oleh jaringan berkabel ini dapat diatasi oleh jaringan nirkabel. Untuk pengiriman data sendiri, yang sekarang diketahui oleh masyarakat adalah 1G,2G,3G,dan yang terbaru 4G. Beberapa tahun lalu yang heboh adalah ketika peluncuran 3G di Indonesia yang ditandai dengan adanya videocall dari beberapa handphone yang mendukung jaringan tersebut.

Yang pertama adalah 1G. Ini adalah teknologi generasi pertama dalam jaringan nirkabel. 1G masih menggunakan sistem analog dalam prosesnya dan hanya bisa mengirim data dalam bentuk suara saja. Selain itu, teknologi ini hanya bisa digunakan hanya untuk 1 komunikasi saja dan keamanan yang tidak terjamin. Setelah ada 1G, muncullah generasi kedua atau biasa disebut 2G. Teknologi ini ada sekitar tahun 90an dan masih ada sampai sekarang. Sistem ini tidak lagi menggunakan cara kerja analog, tapi sudah menggunakan cara kerja digital. Banyak media yang bisa dikirim menggunakan jaringan ini, seperti suara, gambar, dan lain sebagainya. Jaringan ini sudah bisa digunakan untuk mengakses internet meskipun lamban. Dalam jaringan ini mulai ada istilah GSM dan CDMA.

Jaringan 3G muncul di tahun 2000an. Salah satu yang membuat heboh dari jaringan ini adalah bisa melakukan video call menggunakan HP. Semakin besar generasi, kecepatan yang dibawa juga semakin tinggi. Selain itu, besarnya data juga semakin tinggi. Sehingga perangkat nirkabel saat ini sudah bisa melakukan hal - hal yang dulu hanya di awang - awang saja. Tidak semua daerah di Indonesia ada sinyal 3G. Jika kita memasuki daerah yang sudah tidak perkotaan, maka jaringan yang ada biasanya hanya jaringan 2G. Saat ini sudah muncul jaringan 4G. Namun di Indonesia masih ada di Ibukota saja. Dengan teknologi yang semakin berkembang pesat, maka komunikasi antar manusia juga semakin mudah. Hal - hal yang dikirim pun juga semakin bervariasi. Dahulu dengan jaringan nirkabel generasi awal, kita hanya bisa melihat tulisan - tulisan di internet. Sekarang dengan jaringan 4G, kita bisa streaming video dari internet dengan lancar tanpa hambatan.

Sumber gambar : http://4.bp.blogspot.com/_1ysODn_1Nr4/TCPcMygPg5I/AAAAAAAADhQ/pwq_nuHohMk/s1600/1g+2g+2.5g+3g+chart.gif
Read more!

Jaringan Nirkabel

Dalam posting kali ini, akan dibahas tentang jaringan nirkabel. Secara garis besar, jaringan nirkabel ini akan dibahas menjadi 2 bagian besar, yaitu jenis jaringan nirkabel serta alat dan cara kerjanya. Jaringan yang pertama kali ditemukan adalah jaringan berkabel. Jaringan nirkabel ditemukan setelah jaringan berkabel sudah lama ada. Banyak keunggulan yang dibawa oleh jaringan nirkabel ini. Yang paling mencolok dari keunggulannya adalah bisa menjangkau jarak yang jauh. Sedangkan jika jaringan berkabel harus membutuhkan kabel yang sangat panjang untuk bisa sampai di tempat yang sangat jauh. Ada keunggulan pasti ada juga kelemahan. Kelemahan dari jaringan nirkabel adalah tergantung dengan cuaca dan kondisi sekitar. Sebagai contoh handphone. Jika telepon rumah jarang mengalami gangguan karena menggunakan kabel. Sedangkan HP sering mengalami gangguan karena sinyal yang dikirim sangat tergantung dari kondisi di sekitar.

Hal pertama yang akan dibahas adalah jenis - jenis jaringan nirkabel. Sama seperti jaringan berkabel, jaringan nirkabel juga memiliki cakupan jangkauan luas area yang dicover.  Ada jaringan wireless LAN, wireless PAN, wireless WAN, dan wireless MAN. Cakupan masing - masing dari jenis jaringan nirkabel tersebut sama dengan jaringan berkabel, tidak ada bedanya. Lalu untuk jenis berdasarkan teknologi akses, jaringan nirkabel dibedakan menjadi GSM, CDMA, Wifi, satelit, bluetooth, inframerah dan ada beberapa yang lain. Biasanya jaringan GSM dan CDMA digunakan untuk HP. Lalu bluetooth dan inframerah untuk mengirim data. Masing - masing dari jenis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Tidak selamanya bluetooth lebih baik dari inframerah. Sebagai contoh, jika digunakan untuk remote TV, tidak mungkin menggunakan bluetooth. Karena jika menggunakan bluetooth, maka TV di rumah tetangga juga akan terkena jaringan kita.

Hal kedua yang dibahas adalah tentang alat dan cara kerjanya. Alat - alat yang digunakan hampir sama dengan jaringan berkabel. Bedanya hanya di colokan untuk kabel saja. Jika jaringan berkabel pasti dialatnya ada banyak colokan - colokan, namun di jaringan nirkabel hanya ada 1 colokan. Dan di alat jaringan nirkabel ada tiang yang berfungsi memancarkan sinyal. Cara kerja dari jaringan nirkabel tidak jauh berbeda dengan jaringan berkabel. Perbedaan hanya ada di media yang digunakan. Jika jaringan berkabel menggunakan kabel sebagai media penghantarnya, maka jaringan nirkabel menggunakan gelombang untuk menghantarkan. Karena menggunakan gelombang, maka jaringan nirkabel lebih berbahaya dibandingkan jaringan berkabel karena bisa mengganggu kondisi tubuh manusia.
Read more!

30 November 2012

Gunung Banyak: Melihat Keindahan Batu dari Ketinggian


Ini adalah salah satu tempat untuk melihat view paling bagus di Batu. Ya, inilah gunung banyak, atau biasa disebut paralayang. Letaknya di Songgoriti kota Batu. Mengapa disebut paralayang ? karena memang disini biasa digunakan untuk olahraga paralayang, namun orang biasa yang tidak berniat untuk paralayang masih diperbolehkan untuk masuk kesini untuk sekedar berfoto - foto. Saya kesini 2 kali, yang pertama dengan teman - teman satu kosan. Waktu itu malam minggu. Malamnya benar - benar malam. Jadi kami berangkat jam setengah 9 dari Malang dan sampai jam setengah 10 karena berkali - kali nyasar. Memang pertama kali kesana.












Pemandangan lampunya bagus banget kalau dilihat malam hari. Hanya saja jalan kesana gelap dan sepi, jadi agak menakutkan kalau rombongannya sedikit. Setelah pengalaman pertama, untuk kedua kalinya saya kesana bersama teman saya yang lain. Pemandangannya ketika siang hari lebih bagus dan terlihat jelas, apalagi kalau tidak kabut. Karena disana sering terjadi kabut. Kami mengambil banyak foto disini. Jalan menuju ke tempat ini bisa melalui 2 jalur. Jalur songgoriti yang lebih dekat namun jalannya curam, atau jalur pujon yang lebih jauh namun jalannya relatif datar. Itulah beberapa foto yang didapat saat berkunjung kesana. Terlalu bodoh untuk tidak mencintai Indonesia. Love Indonesia forever.
Read more!

19 November 2012

Yogyakarta Episode 4: Misteri Pohon Beringin Alun - Alun Kidul


Alun - alun kidul di Yogyakarta terkenal dengan misteri atau tantangan melewati 2 pohon beringin, maka dari itu saya tertarik untuk mencobanya. Saat liburan ke Yogyakarta tidak saya lewatkan untuk mencoba tantangan ini bersama teman - teman saya. Kami pun menyewa tutup mata dan memakainya dengan rapat agar tidak terlihat bagian luar. Banyak ditemukan orang yang menyewakan penutup mata di sekitaran pohon beringin ini. Pohon ini konon ada sejak jaman dahulu dan tidak boleh diapa - apakan karena sangat keramat. Tantangan yang ada di pohon ini adalah jika bisa melewati bagian tengah dari kedua pohon ini berarti hati dari orang itu bersih, sedangkan jika melenceng ke arah yang salah maka diartikan hati orang itu buruk, percaya tidak percaya mitos ini sudah tersebar ke masyarakat dan malah membuat penasaran para wisatawan.






Saya sendiri memulai dengan badan diputar terlebih dahulu, teman saya yang sedang menunggu giliran bagian merekam perjalanan saya menembus bagian tengah antara 2 pohon ini. Setelah berjalan cukup lama ternyata badan saya menabrak salah satu tembok pohon dan saya mencoba bergerak ke arah tengah, ternyata saya bisa melewati bagian tengah meskipun sedikit menabrak pohon. Teman saya kemudian mencoba dan saya yang bagian merekam, hal lucu terjadi ketika teman saya hanya berputar dan sama sekali tidak mendekati pohon yang dituju, saya tertawa puas melihat itu. Saat malam kawasan ini ramai dengan penjual makanan serta persewaan sepeda hias berlampu yang siap dibawa berkeliling alun - alun kidul. Mau mencoba? silahkan datang kesini sore hari sembari menunggu malam untuk menikmati asyiknya bersepeda dengan cahaya lampu.
Read more!

Yogyakarta Episode 3: Sejarah Museum Kereta, Keraton serta Taman Sari


Ini hari terakhir kita di Jogja, namun kereta yang akan membawa kami ke Malang berangkat pukul 23.00, masih lama sekali, sehingga kami masih bisa berjalan - jalan di Jogja. Tema hari ini adalah mengunjungi tempat - tempat sejarah di Jogja, jadi kami berkunjung ke Masjid agung Yogyakarta, Lalu berfoto di depan keraton, lalu ke museum kereta, lalu masuk ke dalam Keraton. Cuaca yang panas membuat kami berkali - kali berisitirahat karena jalan yang dilalui cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki.











Saat di kraton kami mengalami kejadian yang sangat diluar dugaan. Kami bertemu dengan teman kami semasa SMP, mereka pindah ke Bandung untuk merintis karir sebagai anak band. Akhirnya kami mengobrol cukup lama. Dan ditutup dengan berfoto bersama. Kami pun berpisah. Mereka akan menuju ke parangtritis, sedangkan kami menuju ke tamansari. Saat menuju taman sari, kami sempat salah jalan, dan akhirnya kami hanya memutari kraton saja, namun gara - gara salah jalan tersebut kami jadi tahu tempat gudeg yang terkenal di dekat situ. Dalam perjalanan menuju ke Tamansari, kami sempat tersesat di dalam gang - gang karena kami tidak tahu jalan. Saat sampai pun kami mengalami hal yang lucu. Saat kami sudah di air mancur, kami tidak sadar bahwa kami tidak membayar ketika masuk, kami pikir memang gratis. Namun saat keluar melalui pintu yang berbeda, ternyata kami tadi melewati pintu yang belakang, dan itu langsung tembus ke perkampungan, sehingga kita tidak membayar karcis.









Setelah dari Taman Sari, kami melanjutkan perjalanan ke alun - alun kidul untuk mencoba tantangan tutup mata dan melewati 2 pohon beringin kembar. Setelah itu, kami menuju ke monjali, tapi sayangnya monjali sudah tutup. Kami pun hanya berfoto di depannya. Perjalanan ini sangat melelahkan karena hanya menggunakan kaki dan bus trans jogja. Di sela - sela kegiatan wisata ini, kami juga berbelanja di Malioboro setiap hari. Kami menyusuri semua toko dan lapak yang ada. Ini adalah perjalanan yang tak akan pernah terlupakan karena kebanyakan dari perjalanan kami dilakukan dengan berjalan kaki karena wisata nya terpusat di sekitar malioboro. Setiap hari kita jalan kaki berkilo kilo dari satu tempat ke tempat yang lain. Jadi Jogja adalah kota paling enak untuk wisata yang tidak membutuhkan kendaraan yang ribet.
Read more!

Yogyakarta Episode 2: Sejarah Benteng Vradeburg, Taman Pintar sampai Sego Kucing


Hari kedua jalan - jalan kita di Jogja kita lewati dengan mengunjungi tempat - tempat yang tidak terlalu jauh dari Malioboro. Dan enaknya dari Yogyakarta adalah wisata - wisatanya terpusat di sekitar Malioboro, jarang yang ada di tempat yang jauh. Diawali dengan perjalanan menuju Tugu Jogja yang terkenal itu. Letak tugu yang ada di tengah jalan mengharuskan kami memutar otak bagaimana bisa foto dengan spot yang bagus. Akhirnya kami putuskan untuk menyeberang ke Tugu, biarpun rame kendaraan yang penting bisa foto,hehehe.











Setelah puas berfoto, kami langsung mencari tempat sarapan. Ditemukanlah warung gudeg yang bisa dihampiri. Setelah mengisi tenaga, kami melanjutkan jalan kaki ke daerah kilometer nol Yogyakarta. Disana kami mengunjungi berbagai tempat, antara lain gedung negara, benteng Vradeburg, dan taman pintar. Saat selesai dari taman pintar kami melanjutkan perjalanan ke gedung kesenian di dekat situ. Ada cerita menarik disana. Ternyata disana ada pameran lukisan yang diselenggarakan oleh alumni ISI. Saat berangkat ke Jogja,salah satu teman saya selalu membahas ISI, karena di ingin kuliah disana, dan sekarang dia bertemu dengan alumninya. Salah satu alumninya berasal dari Malang, jadi kami ngobrol panjang lebar tentang apapun. Kamipun jadi tahu tempat - tempat mana yang harus dikunjungi. Sayangnya teman saya tersebut tidak jadi kuliah di ISI.












Sebetulnya setelah dari pameran lukisan kami ingin langung ke kraton, tapi karena kondisi hujan dan waktu udah petang, kami memutuskan untuk besok saja kesana. Sehingga kegiatan kami selanjutnya adalah menikmati suasana sore di kilometer nol dan mencari oleh - oleh bakpia langsung dari pabriknya di gang pathuk. Kami sempat bingung dimana letak gangnya, namun setelah bertanya sana sini, akhinya kami pun menemukannya. Setelah itu kami beristirahat di hotel dan mandi, malamnya kami cangkruk di warung sego kucing di dekat stasiun tugu, sambil meminum kopi joss.
Read more!
badge