30 November 2012

Gunung Banyak: Melihat Keindahan Batu dari Ketinggian


Ini adalah salah satu tempat untuk melihat view paling bagus di Batu. Ya, inilah gunung banyak, atau biasa disebut paralayang. Letaknya di Songgoriti kota Batu. Mengapa disebut paralayang ? karena memang disini biasa digunakan untuk olahraga paralayang, namun orang biasa yang tidak berniat untuk paralayang masih diperbolehkan untuk masuk kesini untuk sekedar berfoto - foto. Saya kesini 2 kali, yang pertama dengan teman - teman satu kosan. Waktu itu malam minggu. Malamnya benar - benar malam. Jadi kami berangkat jam setengah 9 dari Malang dan sampai jam setengah 10 karena berkali - kali nyasar. Memang pertama kali kesana.












Pemandangan lampunya bagus banget kalau dilihat malam hari. Hanya saja jalan kesana gelap dan sepi, jadi agak menakutkan kalau rombongannya sedikit. Setelah pengalaman pertama, untuk kedua kalinya saya kesana bersama teman saya yang lain. Pemandangannya ketika siang hari lebih bagus dan terlihat jelas, apalagi kalau tidak kabut. Karena disana sering terjadi kabut. Kami mengambil banyak foto disini. Jalan menuju ke tempat ini bisa melalui 2 jalur. Jalur songgoriti yang lebih dekat namun jalannya curam, atau jalur pujon yang lebih jauh namun jalannya relatif datar. Itulah beberapa foto yang didapat saat berkunjung kesana. Terlalu bodoh untuk tidak mencintai Indonesia. Love Indonesia forever.
Read more!

19 November 2012

Yogyakarta Episode 4: Misteri Pohon Beringin Alun - Alun Kidul


Alun - alun kidul di Yogyakarta terkenal dengan misteri atau tantangan melewati 2 pohon beringin, maka dari itu saya tertarik untuk mencobanya. Saat liburan ke Yogyakarta tidak saya lewatkan untuk mencoba tantangan ini bersama teman - teman saya. Kami pun menyewa tutup mata dan memakainya dengan rapat agar tidak terlihat bagian luar. Banyak ditemukan orang yang menyewakan penutup mata di sekitaran pohon beringin ini. Pohon ini konon ada sejak jaman dahulu dan tidak boleh diapa - apakan karena sangat keramat. Tantangan yang ada di pohon ini adalah jika bisa melewati bagian tengah dari kedua pohon ini berarti hati dari orang itu bersih, sedangkan jika melenceng ke arah yang salah maka diartikan hati orang itu buruk, percaya tidak percaya mitos ini sudah tersebar ke masyarakat dan malah membuat penasaran para wisatawan.






Saya sendiri memulai dengan badan diputar terlebih dahulu, teman saya yang sedang menunggu giliran bagian merekam perjalanan saya menembus bagian tengah antara 2 pohon ini. Setelah berjalan cukup lama ternyata badan saya menabrak salah satu tembok pohon dan saya mencoba bergerak ke arah tengah, ternyata saya bisa melewati bagian tengah meskipun sedikit menabrak pohon. Teman saya kemudian mencoba dan saya yang bagian merekam, hal lucu terjadi ketika teman saya hanya berputar dan sama sekali tidak mendekati pohon yang dituju, saya tertawa puas melihat itu. Saat malam kawasan ini ramai dengan penjual makanan serta persewaan sepeda hias berlampu yang siap dibawa berkeliling alun - alun kidul. Mau mencoba? silahkan datang kesini sore hari sembari menunggu malam untuk menikmati asyiknya bersepeda dengan cahaya lampu.
Read more!

Yogyakarta Episode 3: Sejarah Museum Kereta, Keraton serta Taman Sari


Ini hari terakhir kita di Jogja, namun kereta yang akan membawa kami ke Malang berangkat pukul 23.00, masih lama sekali, sehingga kami masih bisa berjalan - jalan di Jogja. Tema hari ini adalah mengunjungi tempat - tempat sejarah di Jogja, jadi kami berkunjung ke Masjid agung Yogyakarta, Lalu berfoto di depan keraton, lalu ke museum kereta, lalu masuk ke dalam Keraton. Cuaca yang panas membuat kami berkali - kali berisitirahat karena jalan yang dilalui cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki.











Saat di kraton kami mengalami kejadian yang sangat diluar dugaan. Kami bertemu dengan teman kami semasa SMP, mereka pindah ke Bandung untuk merintis karir sebagai anak band. Akhirnya kami mengobrol cukup lama. Dan ditutup dengan berfoto bersama. Kami pun berpisah. Mereka akan menuju ke parangtritis, sedangkan kami menuju ke tamansari. Saat menuju taman sari, kami sempat salah jalan, dan akhirnya kami hanya memutari kraton saja, namun gara - gara salah jalan tersebut kami jadi tahu tempat gudeg yang terkenal di dekat situ. Dalam perjalanan menuju ke Tamansari, kami sempat tersesat di dalam gang - gang karena kami tidak tahu jalan. Saat sampai pun kami mengalami hal yang lucu. Saat kami sudah di air mancur, kami tidak sadar bahwa kami tidak membayar ketika masuk, kami pikir memang gratis. Namun saat keluar melalui pintu yang berbeda, ternyata kami tadi melewati pintu yang belakang, dan itu langsung tembus ke perkampungan, sehingga kita tidak membayar karcis.









Setelah dari Taman Sari, kami melanjutkan perjalanan ke alun - alun kidul untuk mencoba tantangan tutup mata dan melewati 2 pohon beringin kembar. Setelah itu, kami menuju ke monjali, tapi sayangnya monjali sudah tutup. Kami pun hanya berfoto di depannya. Perjalanan ini sangat melelahkan karena hanya menggunakan kaki dan bus trans jogja. Di sela - sela kegiatan wisata ini, kami juga berbelanja di Malioboro setiap hari. Kami menyusuri semua toko dan lapak yang ada. Ini adalah perjalanan yang tak akan pernah terlupakan karena kebanyakan dari perjalanan kami dilakukan dengan berjalan kaki karena wisata nya terpusat di sekitar malioboro. Setiap hari kita jalan kaki berkilo kilo dari satu tempat ke tempat yang lain. Jadi Jogja adalah kota paling enak untuk wisata yang tidak membutuhkan kendaraan yang ribet.
Read more!

Yogyakarta Episode 2: Sejarah Benteng Vradeburg, Taman Pintar sampai Sego Kucing


Hari kedua jalan - jalan kita di Jogja kita lewati dengan mengunjungi tempat - tempat yang tidak terlalu jauh dari Malioboro. Dan enaknya dari Yogyakarta adalah wisata - wisatanya terpusat di sekitar Malioboro, jarang yang ada di tempat yang jauh. Diawali dengan perjalanan menuju Tugu Jogja yang terkenal itu. Letak tugu yang ada di tengah jalan mengharuskan kami memutar otak bagaimana bisa foto dengan spot yang bagus. Akhirnya kami putuskan untuk menyeberang ke Tugu, biarpun rame kendaraan yang penting bisa foto,hehehe.











Setelah puas berfoto, kami langsung mencari tempat sarapan. Ditemukanlah warung gudeg yang bisa dihampiri. Setelah mengisi tenaga, kami melanjutkan jalan kaki ke daerah kilometer nol Yogyakarta. Disana kami mengunjungi berbagai tempat, antara lain gedung negara, benteng Vradeburg, dan taman pintar. Saat selesai dari taman pintar kami melanjutkan perjalanan ke gedung kesenian di dekat situ. Ada cerita menarik disana. Ternyata disana ada pameran lukisan yang diselenggarakan oleh alumni ISI. Saat berangkat ke Jogja,salah satu teman saya selalu membahas ISI, karena di ingin kuliah disana, dan sekarang dia bertemu dengan alumninya. Salah satu alumninya berasal dari Malang, jadi kami ngobrol panjang lebar tentang apapun. Kamipun jadi tahu tempat - tempat mana yang harus dikunjungi. Sayangnya teman saya tersebut tidak jadi kuliah di ISI.












Sebetulnya setelah dari pameran lukisan kami ingin langung ke kraton, tapi karena kondisi hujan dan waktu udah petang, kami memutuskan untuk besok saja kesana. Sehingga kegiatan kami selanjutnya adalah menikmati suasana sore di kilometer nol dan mencari oleh - oleh bakpia langsung dari pabriknya di gang pathuk. Kami sempat bingung dimana letak gangnya, namun setelah bertanya sana sini, akhinya kami pun menemukannya. Setelah itu kami beristirahat di hotel dan mandi, malamnya kami cangkruk di warung sego kucing di dekat stasiun tugu, sambil meminum kopi joss.
Read more!
badge