18 November 2012

Penanjakan 1: Melihat Keindahan Bromo dan Berpetualang ke Pasir Berbisik serta Padang Savana


Sebenarnya ini cerita agak lama, waktunya saja aku lupa, kayaknya waktu libur hari apa gitu. Seperti kata orang kebanyakan, kalau merencanakan sesuatu itu jangan lama - lama, nanti gak jadi. Benar saja, kalau direncanakan lama, kebanyakan gak jadi. Coba ini, gak pake rencana, langsung berangkat, akhirnya toh jadi. Dimulai ketika aku chatting dengan temanku dan mengajak main. Bosan dengan suasana Pasuruan yang begitu - begitu saja, akhirnya ada ide untuk ke Bromo. Lalu kami menghubungi teman - teman yang lain dan akhirnya terkumpul 7 anak yang siap berpetualang. Dengan menggunakan mobil teman saya, kami berangkat jam 3 pagi menuju penanjakan.












Awalnya pemandangan yang tersaji tidak terlalu bagus, karena tertutup kabut. Kami sempat putus asa tidak akan mendapatkan pemandangan yang bagus dari penanjakan, kami pun menunggu agak lama di Penanjakan. Dan penantian kami membuahkan hasil, kabut pun pelan - pelan mulai menghilang dan pegunungan pun mulai terlihat. Selain itu, kami menemukan spot yang bagus untuk berfoto, tidak semua orang tahu akan spot ini. Setelah berfoto - foto, kami pun kembali ke mobil 4 WD yang kami sewa, dan kami turun ke kawah untuk mengunjungi beberapa tempat di bawah sana.












Di bawah sana ada beberapa tempat yang bagus, seperti padang savana, padang pasir, dan tentunya gunung Bromo. Yang aku heran adalah di dalam satu wilayah, tedapat padang rumput dan padang pasir. Jalan menuju ke bawah pun sangat terjal, mobil biasa akan susah untuk kesini, apalagi medan jalan ketika sudah di bawah adalah lautan pasir, bisa - bisa mobil biasa terperosok ketika sudah disini. Setelah lelah menikmati keindahan bromo, kami pun pulang ke kota Pasuruan dengan rasa lelah dan senang. Kami melanjutkan perjalanan dengan menuju tempat makan siang. Ketika makan, wajah teman - teman terlihat lelah karena bangun sangat pagi, tidak sarapan, dan menghabiskan tenaga dengan berjalan - jalan. Saya yang orang Pasuruan saja baru kali ini turun ke kawah setelah hidup selama 17 tahun. Ibarat pepatah, gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang lautan nampak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge