19 November 2012

Yogyakarta Episode 1: Cantiknya Prambanan, Museum Affandi serta Oseng - Oseng Mercon



Travelling yang ini sewaktu aku masih kelas 2 SMA, dan anak kelas 3 lagi galau mengerjakan unas. Libur hampir seminggu aku lalui di kota yang penuh kenangan, yogyakarta. Aku berangkat bareng teman - teman naik kereta api. Sebelum berangkat sudah di planning jauh - jauh hari, karena merupakan pengalaman pertama backpacker ke luar provinsi. Karena temanya wisata hemat, jadi kami memilih yang murah - murah saja, namun tetap dapat dinikmati. Kereta berangkat pada sore hari dan tiba di jogja tepat tengah malam. Lalu kami berjalan menyusuri malioboro untuk mencari jalan penginapan kami. Sebelumnya mampir minimarket terlebih dahulu untuk membeli logistik. Setelah menemukan, kami langsung berisitirahat untuk berjalan - jalan di hari berikutnya. Linda bisa ikut karena ada mbaknya yang kuliah di Jogja, bisa tinggal di tempat mbaknya.








Kebetulan penginapan kami ada di jalan samping Malioboro, jadi jika ke Maliboro cukup ngesot 15 menit atau jalan kaki 5 menit. Banyak penginapan yang memang di desain untuk backpacker di daerah ini. Menguntungkan juga karena kita tidak perlu menjadwal khusus kunjungan ke Malioboro, karena menuju hotel saja lewat Malioboro. Keesokan harinya perjalanan dimulai dengan sarapan nasi pecel di samping Mall Malioboro. Lalu dilanjutkan naik transjogja menuju candi Prambanan. Jogja merupakan kota yang transportasinya mudah, sehingga cocok untuk backpacker pemula.









Cuaca cerah menyambut kami di Prambanan, sehingga kami dapat foto yang bagus - bagus karena awan yang terlihat. Kami bertemu keluarga bule yang juga sedang berwisata di Prambanan. Setelah puas menikmati Prambanan, kami lanjut ke museum affandi yang letaknya tidak jauh dari Ambarukmo Plaza, disana kami melihat lukisan - lukisan karya Affandi. Harga yang terpampang pun membuat kita kaget, lukisan paling mahal seharga 2 miliar. Padahal menurut kita itu hanyalah lukisan biasa. Kami juga membeli souvenir yang dijual disana.







Setelah dari museum, kami lanjut ke Ambarukmo Plaza untuk menikmati dinginnya AC, karena dari pagi kami kepanasan terus. Setelah dirasa sudah kuat, kami melanjutkan perjalanan ke UGM. Karena bercampur dengan pemukiman, kami sampai bingung, ini mana kampus mana jalan. Lalu setelah itu kami pun kembali ke penginapan untuk mandi dan beristirahat, malamnya kami makan sego mercon yang terkenal akan kepedasannya. Benar saja, teman saya sampai diare ketika sudah sampai di penginapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge