31 Januari 2013

Coban Rondo: Air Terjun Indah nan Penuh Legenda di Malang


Posting ini adalah posting lama yang saya perbarui karena saya kesini lagi dengan suasanya yang berbeda, jadi tulisannya ya campur antara yang lama dengan yang saya tambahkan, hehehe. Wisata kali ini akan mengunjungi sebuah tempat yang sangat alami dan menyegarkan. Batu terkenal dengan kota wisata karena memiliki banyak sekali tempat wisata karena ditunjang dengan kesejukan daerahnya yang terletak di dataran tinggi. Wisata di Batu ini sangat lengkap mulai dari wisata buatan sampai wisata alam, nah kali ini saya akan mengunjungi sebuah wisata alam yang sudah terkenal sejak dahulu. Nama tempat ini adalah air terjun Coban Rondo yang terletak di kecamatan Pujon Batu. Jika anda ingin pergi kesini maka dari kota Batu ambil jalur ke arah Pare Kediri, setelah melewati jalur berkelok anda akan memasuki daerah Pujon, nah akan ada patung sapi di tengah jalan saat memasuki daerah tersebut, anda harus berbelok ke kiri jika ingin ke Coban Rondo. Setelah berbelok anda akan melewati daerah hutan alami yang menyejukkan mata, daerah sini biasanya juga digunakan untuk camping. Setelah berkendara beberapa lama maka anda akan sampai di tempat parkir Coban Rondo, tiket sudah dibeli saat masuk loket di depan tadi sehingga tidak perlu membayar lagi.












Setelah masuk anda harus berjalan ke dalam untuk mencapai air terjunnya. Saat sampai di air terjun anda harus siap - siap basah karena air yang sampai di permukaan akan membasahi daerah sekitarnya karena terjun dari tempat yang sangat tinggi, sekitar 84 meter. Jika anda berani dan bisa renang tidak ada salahnya untuk mencoba sensasi terkena air terjun tepat di bawahnya, rasa sakit dan seru bercampur menjadi satu. Setelah puas menikmati air terjun ada banyak kegiatan lain yang bisa anda lakukan, seperti berkuda, flying fox, sepeda gunung, dan banyak aktifitas yang lain. Ada kisah menarik dari penamaan coban rondo ini, dalam bahasa indonesia coban rondo berarti air terjun janda. Mengapa dinamai demikian? konon katanya penamaan itu karena ada seorang putri bernama Dewi Anjarwati yang berdiam diri di batu dekat air terjun untuk menunggu pasangannya yang sedang berkelahi dengan orang yang ingin merebut putri tersebut, putri diminta ke air terjun agar dirinya aman dan tidak diculik oleh orang yang menginginkannya tadi. Tetapi apa daya sang pangeran, Raden Baron Kusumo, tidak pernah datang dan membuat putri menjadi janda, itulah mengapa nama dari tempat ini adalah Coban Rondo.
Read more!

Jembatan Ampera: Ikon Palembang yang Mempunyai Nilai Sejarah


Bicara Palembang yang ada di bayang - bayang kita pasti ada 2 hal, yang pertama adalah pempek dan yang kedua pastinya jembatan ampera. Kunjungan saya setelah berkelana di pulau Bangka dan pulau Belitung adalah mengunjungi kota Palembang. Meskipun dalam peta jaraknya tidak terlalu jauh, ternyata jika menggunakan kapal laut dari pulau Bangka membutuhkan waktu semalaman diombang - ambing oleh ombak, hal itu membuat saya tidak mau lagi naik kapal feri jarak jauh. Setelah melihat peta ternyata Palembang sendiri ada di tengah - tengah pulau, sehingga saya harus menyusuri sepanjang sungai musi selama berjam - jam untuk sampai di Palembang ini. Saat saya hampir sampai di pelabuhan pun saya melewati bagian bawah jembatan ampera, sungai musi memang benar - benar besar sampai kapal tanker pun bisa melewati sungai ini.






Kunjungan saya kesini dilakukan 2 kali, pertama kali berkunjung saat siang hari dan yang kedua berkunjung saat malam hari. Kalau boleh bercerita kawasan tempat saya berfoto ini memang menjadi pusat wisata kota Palembang, di daerah sini ada benteng Kuto Besak dan Museum Sultan Mahmud II yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki, mirip kawasan Malioboro jika di Yogyakarta. Jika berkunjung kesini saat siang hari maka kamu harus bersiap untuk berpanas - panas ria karena daerah samping sungai tidak ada pohonnya, jadi saya sarankan berkunjung kesini saat malam hari. Jika malam hari suasana disini riuh dengan pengunjung dan pedagang. Jembatan Ampera sendiri dihiasi oleh lampu - lampu yang cantik dan berganti - ganti karena telah disponsori oleh salah satu merek lampu. Jembatan Ampera sendiri juga sangat penting bagi Palembang karena menghubungkan 2 daerah di Palembang, yaitu seberang ulu dan seberang ilir. So, jangan lupa berkunjung kesini ketika mampir ke Palembang.
Read more!

28 Januari 2013

Wisata Bahari Lamongan: Bermain Wahana Seru di Tepi Pantai dan Menjelajah Goa Maharani


Wisata saya kali ini adalah mengunjungi sebuah tempat wisata modern yang ada di daerah Lamongan. Tempat wisata ini masih satu group dengan Jawa Timur Park yang ada di kota Batu, tidak heran karena konsep tempat wisatanya hampir sama. Lokasinya ada di desa Paciran kabupaten Lamongan yang merupakan jalan pantura dan pastinya ramai dilewati oleh kendaraan besar. WBL bukanlah hal baru di lokasi tersebut karena sebelumnya sudah ada pantai tanjung kodok yang sudah dikenal sejak lama. Perbedaan besar terjadi ketika pantai ini dikelola oleh Jawa Timur Park Group, pantai ini menjadi dikelola secara professional dan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang kesini. Saat anda datang ke tempat ini juga ada satu pilihan wisata lain yang bisa dikunjungi yaitu gua Maharani, hanya cukup menyeberang jalan melalui jembatan penyebrangan dan anda sudah sampai di kawasan wisata gua maharani, tiket terusan pun disediakan jika ingin mengunjungi kedua tempat ini.











Jika saat weekend, harga untuk WBL saja dipatok dengan harga 75 ribu rupiah dan jika langsung ke gua Maharani dipatok dengan harga 100 ribu rupiah. Wahana yang ada di dalam WBL sejenis dengan yang ada di Jatim Park, tetapi keduanya tidak saling bersaing karena memiliki pangsa pasar dan keunikan yang berbeda, benar - benar ide yang bagus dari pemiliknya. Jika di Jatim Park kita menaiki wahana dengan udara dingin dan pemandangan ala pegunungan, maka jika di WBL kita harus bersiap kepanasan dan menaiki wahana dengan pemandangan pantai, sangat berbeda bukan? Selain ada wahana wisata di WBL juga ada hotel yang langsung menghadap ke laut yang dinamakan Tanjung Kodok Beach Resort. Perbedaan lain dari WBL dan wisata yang ada di Batu adalah adanya permainan air di WBL ini seperti banana boat, sepeda air, kano, dan beberapa permainan air lainnya. Pengunjung yang datang kesini kebanyakan adalah masyarakat Jawa Timur bagian barat seperti Tuban, Lamongan, Gresik, Bojonegoro, dll.












Asal mula nama Tanjung Kodok sendiri karena salah satu batu tepi laut yang ada disini berbentuk kodok, sehingga muncullah nama itu. Nah, setelah pas menikmati WBL kita bisa langsung menyeberang untuk pergi ke Goa Maharani. Jalan menuju Goa dilengkapi dengan mini zoo yang berisi hewan - hewan khas daerah panas. Kita bisa foto bersama hewan - hewan yang ada disini, cari saja petugas yang sedang membawa hewan tersebut di luar kandang maka anda boleh foto dengan hewan itu. Setelah sampai di mulut goa, kita harus berhati - hati karena permukaan tempat kita berjalan licin sehingga mudah terpeleset. Dalam goa ada pemandangan stalaktit dan stalakmit yang memanjakan mata dan dihiasi dengan lampu warna warni. Selain itu juga ada semacam museum yang berisi hal - hal yang berhubungan dengan goa ini seperti bebatuannya. Konsep modern yang ada disini membuat pengunjung bisa betah berlama - lama menikmati goa ini, tidak seperti goa biasanya yang panas dan gelap.
Read more!

Museum Laskar Pelangi: Bertemu dengan Pemeran Mahar


Berkunjung ke pulau Belitung tidak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke tempat - tempat syuting film laskar Pelangi. Sebenarnya ini bukanlah tempat syuting laskar pelangi, tetapi tempat dimana semua hal tentang laskar pelangi berada. Namanya museum laskar pelangi, lokasinya ada di jalan laskar pelangi nomor 7, kecamatan gantung, belitung timur. Jika ingin pergi kesini kamu harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Tanjung Pandan, saat saya kesini pagi hari jalanan masih sepi sehingga hanya dibutuhkan waktu 2 jam saja. Tidak seperti di jawa dimana hampir setiap meter jalanannya pasti ada lubang, jalan antara Tanjung Pandan dan Belitung Timur ini sangat baik, benar - benar mulus, tidak ditemukan lubang sedikitpun. Jalanan mulus, tidak ada kendaraan yang berlalu lalang, ini adalah perjalanan yang sangat dinikmati.








Ketika kami sampai cuaca sedang tidak bersahabat, hujan rintik - rintik menemani perjalanan kami ke daerah laskar pelangi ini. Setelah mencari cari lokasinya karena sang supir belum pernah kesini, akhirnya ditemukanlah museum laskar pelangi ini. Saking terkenalnya film ini sampai - sampai dijadikan nama jalan di daerah ini, sepertinya kampung Andrea Hirata ada di daerah sini. Saat masuk suasana tradisional langsung terasa, alas kaki pun harus dicopot diluar bangunan. Ada beberapa ruangan yang ada disini, semua ruangan memajang hal - hal tentang laskar pelangi, seperti poster - poster, properti, buku - buku, sampai foto - foto selama proses pembuatan film. Hal tak terduga saya alami disini, saya bertemu dengan pemeran mahar, awalnya saya tidak tahu bahwa ada pemeran film disitu, tetapi setelah dikasih tau sama pengunjung lain, saya jadi ikutan minta foto dengannya. Setelah puas menikmati museum ini, saya pun pergi ke tempat lain di Gantung ini.
Read more!

Singapura dan Malaysia: Negara Melayu dengan Peradaban Maju


Perjalanan ini dilakukan saat kenaikan kelas 11 tahun 2010 yang lalu. Karena sudah lama, saya sudah agak - agak lupa rute perjalanannya. Pertama kita berangkat dari Surabaya ke Batam terlebih dahulu. Kita makan siang disana. Setelah itu baru menyebrang ke Singapura. Setelah itu kita mengunjungi pertokoan arloji, lalu ke orchard road. Keesokan harinya kami ke Universal Studio. Setelah puas seharian di universal studio, kami menonton song of the sea yang terletak satu kawasan dengan universal studio di pulau sentosa.



























Keesokan harinya kami bersiap ke Malaysia, tetapi gara - gara pesawatnya cancel, maka perjalanan yang direncanakan hanya satu jam bertambah menjadi 6 jam lebih karena harus melewati jalan darat. Kita langsung ke Genting Malaysia waktu itu. Taman hiburan, mall, hotel, semua menjadi satu dalam satu kawasan tertutup, sehingga benar - benar one stop living. Setelah semalam di genting, kita pindah ke Kuala Lumpur. Disana kita juga mengunjungi berbagai tempat. Yah, berakhir sudah perjalanan lebih kurang seminggu ini. Selalu akan teringat sampai kapan pun.
Read more!
badge