27 Januari 2013

Bandung Episode 2: Kemegahan Gedung Sate, Museum Pos, dan Klasiknya Braga


Ya, hari kedua pun dimulai. Hari ini tidak keluar kota lagi seperti kemarin. Ohya, kemarin itu saya 4 kali ke SPBU dengan angkot yang berbeda - beda. Kok bisa ya kebetulan angkot yang saya naiki banyak yg bensinnya habis, atau mungkin kami kebanyakan naik angkot kemarin,hahaha. Hari ini diawali dengan sarapan di bubur ayam yang terkenal di Bandung, karena dekat dengan ITB, kami pun berjalan kaki kesana. Keunikan bubur disini adalah sangat kental, sehingga ketika piring dibalik, buburnya tidak tumpah. Tempat makan ini sangat nyaman, karena ada hiburan musik akustik live yang membawakan lagu cocok untuk pagi hari. Selain pesan bubur, kami juga memesan bandrek dan bajigur, karena memang 2 minuman ini khas bandung.









Setelah puas menyantap bubur yang enak ini, kami lanjut ke gedung sate untuk mengambil foto lalu dilanjutkan ke museum pos yang terletak tidak jauh dari gedung sate. Setelah dari museum pos, kita lanjut perjalanan ke museum asia afrika yang bersejarah itu. Setelah dari sini, kita jalan kaki sekitar 2 km ke lotek kalipah apo 42, lotek paling terkenal di bandung. Bumbu kacangnya enak banget. Setelah dari sini, kita langsung menuju ke kawasan trans studio. Disana ada trans studio mall, trans studio, dan trans luxury hotel. Selain itu ada bank mega yang juga dibangun di kawasan trans studio ini. Setelah dari sini, kita mampir ke BIP. Mall yang ramai ini mempunyai banyak produk yang bisa di dapat dengan harga yang lumayan terjangkau, dibandingkan dengan TSM. Setelah dari BIP, kita berangkat jalan kaki ke Braga street, jalan dengan nuansa kuno ini cocok buat foto - foto. Sebelum foto - foto, kita makan dulu di mie reman, mie ramen yang ada level kepedasan. Kita juga sempat mampir ke Braga city walk yang sekarang sedang direnovasi.















Setelah dari braga ini, kita berencana pulang ke tempat numpang masing - masing. Tapi tidak ada angkot yang ke arah ITB. Singkat cerita, kita bertemu dengan bapak - bapak dan dia nawari kita nebeng ke ITB, sebenarnya dia mau ke hotel daerah Dago, tapi karena kita terlihat kasihan mungkin ya, akhinya kita ditebengin ke ITB naik taxi dan gratis, terima kasih bapaaak. Sesampainya di kost, aku sempat diajak temenku lewat PVJ, mall kelas atas yang ada di Bandung. Lewat doang sih, hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge