06 Maret 2013

18 tahun



Tidak menyangka, saya masih telah berumur 18 tahun, masih cukup muda juga,hehehe. Bagi yang belum tahu, Ulang tahun saya itu tanggal 25 Februari. Seperti orang yang lagi ulang tahun lainnya, saya menjadi "badut beradonan". Ada cerita lain sebelum saya menjadi adonan ini. Saat kuliah sore, tiba - tiba kaki saya sakit sekali ketika digerakkan. Saya kira kram biasa, tetapi kok tidak selesai - selesai, gerak sedikit sakitnya minta ampun. Saya pun bercerita ke teman saya, katanya sih saya kecetit, bisa disalepin gitu. Alhasil selama kuliah berlangsung saya tidak memerhatikan, karena sibuk dengan rasa sakit di pangkal kaki ini. Saat jam kuliah selesai, saya langsung pulang ke kosan, dan titip teman saya untuk membelikan salep. Padahal malamnya Linda ke Surabaya untuk sekedar jalan - jalan di malam tanggal ulang tahun ini, sedih banget deh kecetit ini.

Saat di kosan saya hanya bisa tiduran. Lama berselang, teman saya datang membawa salep yang saya pesan, tetapi dia tidak sendirian, dia bersama teman saya yang lain. Tidak berpikir panjang, saya langsung menyalep kaki saya tersebut. Setelah agak mendingan, saya diajak keluar kosan sama teman - teman saya itu. Pertama ada kue ulang tahun, krim kue ini adalah awal dari diri saya menjadi badut beradonan. Setelah itu, yaa seperti biasa lah, hujan lemparan tepung, kopi, telur pun beterbangan di area kosan. Status darurat pun diberlakukan di radius 10 meter. Saya tidak mau jadi adonan sendiri, teman - teman saya juga saya beri adonan, motor mereka pun tidak luput.



Setelah semua berakhir, saya pun membersihkan diri saya yang telah hina ini. Saya mandi kembang 7 rupa, lalu keramas 2 kali, sabun 2 kali, pokoknya serba 2 kali. Setelah yakin tubuh saya bersih dan wangi, saya kembali ke kamar. Lalu kecetit saya bertambah parah gara - gara tadi lari - lari kejar - kejaran sama temen - temen untuk berbagi adonan. Saya pun SMS Linda agar naik taxi saja kesini, saya tidak sanggup. Setelah sampai, kami ngobrol - ngobrol di depan kosan. Ternyata dia membawa kado spesial untuk saya. Membuat ini butuh keterampilan ekstra yang hanya dimiliki wanita saja. Setelah ngobrol - ngobrol, kita makan di soto cak har, tetapi karena kaki saya masih sakit sekali, saya putuskan bahwa dia saja yang menyetir. Mungkin karena dia belum terbiasa dengan Surabaya, perjalanan kosan ke gotri aja dianggap jauh, padahal dekat sekali. Karena Gotri tutup, kami pun ke cak har, sampai malam.

Lalu saya mengantar dia ke kosan teman SMA kami. Keesokan paginya kami harus berpisah karena dia ada kuliah siang harinya. Perjuangannya ke Surabaya itu lho, super banget, thank's momo and my friends :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge