11 Maret 2013

Pulau Sempu : Hidden Paradise di Malang Selatan (1)


Ini adalah hari yang bersejarah dalam hidup saya dan 4 orang ini : Erlinda, Adi, Chara, Hilda. Mau tau kenapa ? Jam menunjukkan pukul 4 pagi, saya terbangun oleh alarm HP, jarang - jarang saya bisa bangun jam segitu. Saya akan berangkat ke pantai sendangbiru, titik awal perjalanan di pulau sempu. Sebelum itu, saya harus menjemput keempat orang tadi. Setelah mandi dan siap - siap, saya mulai menjemput satu demi satu orang - orang itu. Perlu diketahui saya menginap di kosan saya ketika SMA di Malang, jadi rindu masa - masa SMA. Tempat tinggal teman - teman saya itu ada di Malang bagian atas, sedangkan jalan utama ke pantai selatan Malang lebih dekat dari tempat kos saya, alhasil kami mulai berangkat dari tempat penjemputan terakhir pukul 05.30.



Perjalanan ke Sempu ditempuh dengan melewati bululawang, turen, sumbermanjing, dan ke pantai sendang biru. Saya baru pertama kali menyetir ke daerah ini, sehingga hanya bertumpu pada penunjuk jalan warna ijo yang ada di beberapa persimpangan. Kami sempat nyasar di jalan setelah kawasan Turen. Tidak ada petunjuk jalan di daerah situ, sehingga saya menggunakan feeling. Ternyata feeling saya salah, untung saja kami bertanya ke ibu - ibu yang berangkat senam. Kami pun balik arah dan kembali ke jalan yang benar. Di tengah perjalanan kami bertanya kepada ibu - ibu warung, apakah jalan yang kami lewati itu benar atau tidak, sembari adi bertanya, saya menyempatkan diri untuk buang air kecil. Karena teman - teman iseng, saya difoto ! untungnya dari kejauhan. Sayangnya fotonya terhapus di laptop saya.



sekitar jam 07.30 kami sampai di sendang biru. Jalan menuju pantai ini meliuk - liuk dan naik turun, menurut saya lebih mirip jalan ke dataran tinggi daripada ke pantai, karena melewati tepi jurang dan tengah hutan segala. Karena jalan relatif sepi, 2 jam pun sudah sampai disini. Saat bertanya tukang parkir, ternyata untuk ke pulau sempu harus ijin dulu di kantor yang mengurusi. Saat mengurus ijin, kami diberi wejangan dulu tentang seperti apa pulau sempu. Setelah semua lancar, kami pun sarapan dan meminjam sepatu khusus pulau sempu, tetapi hanya saya yang tidak meminjam karena sudah bawa sandal gunung.



Kami pun menyeberang ke pulau sempu. Canda dan tawa masih menghiasi perjalanan ini. Setelah sampai di sana, kami berfoto - foto dulu sebelum memulai perjalanan. Saat memulai perjalanan, saya pun kaget, tinggi banget tantangannya. Kita benar - benar melewati hutan liar, tidak ada jalan setapak, yang ada cuma jejak - jejak lumpur yang sangat licin dan lembek. Di awal - awal saja saya udah berharap agar cepat sampai.

2 komentar:

badge