06 Maret 2013

Pertama kali Rally



Oke, posting kali ini akan bercerita tentang pengalaman saya dan rekan - rekan saya dalam mengikuti city rally. Rally yang dimaksud bukan rally yang melewati jalan absurd yang bikin mobil babak belur, tapi rally keliling kota di tengah padatnya jalanan. Karena kami belum pernah ikut rally, wajah kami terlihat paling imut - imut ketika datang ke tempat start. Selain terlihat imut - imut, kami sendiri belum mengerti peraturan - peraturan dalam rally kali ini. Jadinya ketika start dimulai, asal jalan saja deeh.

Perintah pertama adalah membuat display jarak di mobil menjadi 0 km, kami pikir mudah, sehingga kami tidak mencobanya terlebih dahulu. Ternyata saat di tempat yang ditentukan, setelah kami tekan - tekan tombolnya dan diputar putar, tetap saja tidak bisa jadi 0, bisanya pindah mode. Kami pun kebingungan. Akhirnya karena tegang, kami lanjut saja perjalanan tanpa menjadikannya 0 km. Setelah sampai luar ITS kami baru menemukannya, alhasil kami kembali ke ITS untuk di 0 kan, karena kami kira nanti lombanya berjalan dengan ketat dan spesifik, sehingga setiap sampai di POS tertentu akan di check.

Setiap pergantian POS, soal yang diberikan pun berbeda cara pengerjaannya. Soal - soal awal masih mudah, tetapi setelah sampai rute - rute akhir, susah banget soalnya, sampai nyasar - nyasar segala. Sebenarnya perintahnya itu mencari stempel di rute - rute yang kita lewati, di kertas yang telah disediakan sih ada 30 tempat stempel. Tapi sampai pertengahan lomba kami masih dapat 4 stempel, kami pun curiga banyak yang telah terlewatkan tetapi kami tidak tahu dimananya. Akhirnya kami kembali ke rute yang telah dilewati tetapi tetap saja hasilnya NIHIL.

salah satu tempat buat stempel



Setelah melewati semua rute, kami hanya mendapatkan 8 stempel. Kami pun jadi sadar bahwa :
1. buat apa tadi di awal lomba kami kembali ke ITS hanya untuk 0 km, selama perjalanan tidak ada yang mengecheck
2. Pergantian antar POS tidak ditandai dengan panitia, sehingga percuma saja kami pelan - pelan hanya untuk agar sesuai dengan waktu yang tersedia, nyatanya kami banyak nyasar dan kembali ke rute sebelumnya yang memakan sangat banyak waktu
3. Kunci jawaban setelah finish memberi tahu bahwa ada 24 stempel, dan kami telah melewati semua tempat yang ditulis di kunci tersebut, lalu dimana ada stempel ? masa papan segede gambreng itu tidak kelihatan, atau kami harus turun lalu bertanya kepada orang disitu ?

Kesimpulan yang saya dapat, meskipun kita nyasar sampai Gresik pun tidak akan ada yang tahu karena sepanjang rute kami tidak menemukan panitia sama sekali. Frustasi lalu pulang pun bisa kita lakukan,hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge