29 April 2013

Pertemuan 23 PSI


Hari ini adalah hari ganjil, sehingga kuliah dilangsungkan di kelas alias bukan praktikum,hehehe. Materi yang dibahas adalah tentang KMS atau kepanjangannya Knowledge Management Systems. Ini adalah strata tertinggi dalam segitiga sistem informasi yang menjadi kunci utama mata kuliah Pengantar Sistem Informasi. Di awal - awal posting terdahulu, saya sempat menulis urutan dari kumpulan - kumpulan. Kumpulan dari data adalah informasi, kumpulan dari informasi adalah pengetahuan, dan setelah pengetahuan ada wisdom, saya tidak tahu itu kumpulan dari pengetahuan atau apa. Sehingga knowledge atau pengetahuan ini mempunyai peran yang sangat penting. Pak Arif banyak bercerita tentang knowledge ini.

Salah satu ceritanya adalah saat ini pembahasan tentang knowledge masih belum ada titik terang di dunia. Belum ada pengetahuan pasti tentang ilmu ini, apalagi tentang wisdom. Wisdom ini bisa digambarkan seperti ini :
ada sebuah knowledge bahwa jika bahan persediaan makanan di perusahaan X akan habis dalam 5 hari, maka yang harus dilakukan adalah membeli barang di agen A. Pekerjaan ini dilakukan selama bertahun tahun dan tanpa berubah.

Masalahnya sekarang dunia semakin lama bukannya semakin menetap malah semakin dinamis. Tidak ada sesuatu yang pasti. Lha kalau tidak ada yang menetap, bagaimana bisa dibentuk wisdom, maka dari itu wisdom masih belum terlalu banyak dibicarakan. Sebenarnya waktu pak Arif bercerita tentang ini saya setengah mengerti setengah tidak,hehehe. Kata pak Arif Knowledge System sudah mulai berkembang di dunia yang berteknologi maju, padahal di Indonesia sistem informasi saja masih agak awam apalagi sistem pengetahuan,hehehe. Dalam bayangan saya beberapa tahun ke depan saya berkunjung ke universitas dan melihat ada jurusan baru, yaitu JSP (Jurusan Sistem Pengetahuan),hehehe.

Mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan, saya lagi malas bercerita tentang kuliah. Saya lebih suka mendengarkan cerita - cerita dari pak Arif yang belum saya tahu, apalagi tentang teknologi. Oke sekian, sekarang saatnya mengerjakan tugas PSI, ada banyak maak. Read more!

27 April 2013

Pertemuan 22 PSI


Yah, pertemuan genap adalah pertemuan praktikum, sehingga pertemuan kali ini adalah pertemuan praktikuum. Praktikum kali ini membahas tentang sharepoint workspace, terdengar asing bukan ? ini adalah salah satu layanan dari office. Sehari - hari yang kita tahu cuma 3 serangkai, yaitu word excel dan power point, ketahuan. Aplikasi ini berguna untuk membuat suatu forum kerja di dalam satu jaringan intranet yang sama. Di dalam aplikasi ini, kita bisa chatting dengan teman, main catur dengan teman, bekerja dengan word yang sama dan saling save dan sejenisnya. Sebelum praktikum ini jujur saja saya tidak tahu kalau ada yang namanya sharepoint workspace.hehehe

Namun saat mencoba koneksi antar teman, terjadi kebuntuan karena jaringan bermasalah. Ketika dicoba hanya beberapa laptop yang bisa saling terkoneksi. Alhasil kita tidak maksimal untuk mengoptimalkan penggunaan workspace ini. Yang saya pikirkan adalah bukannya sudah lebih canggih google docs ya ? kalau google docs kan bisa mengetik bareng - bareng, beda jaringan pun tidak masalah karena menggunakan internet, dll. Tetapi setelah dipikir - pikir ternyata keuntungan dari workspace ini adalah tidak rawan dihack orang lain karena masih di dalam jaringan intranet. Seperti biasa, setelah praktikum kita diberi tugas kelompok dan individu. :D
Read more!

Pertemuan 21 PSI


Pertemuan kali ini diisi dengan quiz yang cetar membahana,hehehe. Materi untuk quiz ini adalah tentang apa yang sudah dijelaskan pak Arif di 2 pertemuan sebelumnya, berarti jika di blog ini maka pertemuan 19 dan 20. Kami belum pernah quiz dengan pak Arif, sehingga kami tidak tahu metode apa yang digunakan. Saat quiz dimulai, soal - soal awal yang awal adalah soal pilihan ganda tetapi bahasa inggris, belum selesai mengartikan sudah ganti slide, waktunya tidak sampai 30 detik, sehingga ilmu batiniah lah yang saya gunakan. Mendekati soal - soal pertengahan, soal yang muncul adalah soal esay. Sudah esay, bahasa inggris, waktunya singkat pula, hanya sekitar 1 menit. Belum juga mengartikan sudah ganti, padahal belum sampai tahap berpikir dan menerjemahkan kembali. Soal - soal terakhir kembali ke pilihan ganda dengan tetap 30 detik dan bahasa inggris. Quiz berlangsung sangat singkat, begitu pula dengan jawaban saya, singkat singkat. Yaah, hanya bisa berdoa semoga tiba - tiba jawaban saya nambah - nambah sendiri.
Read more!

18 April 2013

Pertemuan 20 PSI


Pertemuan hari ini diisi oleh pak Arif lagi, dan merupakan pertemuan kedua. Materi yang dibawakan hampir sama dengan materi yang kemarin, yaitu tentang management information systems (MIS). Yang pertama dibahas adalah tentang hal - hal yang tidak bisa diterapkan MIS, yaitu organisasi bisnis yang dengan enterprise systems saja sudah bisa hidup dan mengatur semua kegiatannya. Sebagai contoh industri kreatif seperti cetak kaos, cetak jaket. Mereka tetap melakukan transaksi dengan pelanggan, namun bukan barang yang sama yang mereka produksi, sehingga tidak rutin dan menunggu pesanan dan masih ada proses bisnis disana. Pembahasan selanjutnya adalah tentang perbedaan MIS dan IS computer science. MIS lebih ke flownya, dan ada people serta procedure di dalamnya.

 Pembahasan selanjutnya adalah tentang report. Sebagai orang SI, kompetensi yang bisa diterapkan ketika kita sudah ada di dunia kerja adalah sebagai orang yang membuat report atau laporan. Tetapi bukan laporan sembarangan yang kita buat. Report yang kita buat adalah report yang mempunyai data sangat banyak dan excel pun tidak bisa mengolah data sebanyak itu. Datanya pun bukan hanya sekedar sorting, count, dan sejenisnya, melainkan jutaan data dari berbagai konsumen dan berbagai kriteria. Sehingga tidak ada fasilitas dari excel yang bisa mengolahnya. Report itu selalu berhubungan dengan user, beda user beda report. Bisa dibayangkan berapa banyak report yang diolah oleh perusahaan multinasional. MIS juga mempunyai output. Waktu membahas ini saya tidak terlalu paham karena bahasa yang digunakan agak rumit,hehehe.

Ohya, ada satu lagi yang menjadi kata kunci dalam pertemuan ini, semua yang berhubungan dengan IT di dalam organisasi itu hanya bisa membuat proses lebih cepat, lebih detail, dan lebih akurat. IT tidak bisa membuat suatu permasalahan menjadi benar, karena yang menentukan adalah manusia seperti yang saya tuliskan di posting sebelumnya. Lalu pertanyaan terakhir, ketika apa MIS tidak bisa diterapkan ? jawabannya bisa terlihat di kalimat - kalimat di atas, yaitu ketika tidak ada human resource, ketika tidak ada perangkat IT, dan beberapa lain yang saya lupa apa saja jawabannya,hehehe. Read more!

16 April 2013

Pertemuan 19 PSI


Pertemuan hari ini diisi oleh pak Arif Wibisono. Kita akan bertemu dengan beliau selama 1/4 semester kedepan. Diawali dengan perkenalan, lalu dilanjutkan dengan review materi yang telah disampaikan oleh bu Vivin. Saya awalnya takut diberi tugas yang susah lagi seperti sebelumnya, untung saja tidak, pak Arif hari ini menjelaskan materi - materi yang belum dijelaskan oleh bu Vivin. Materi yang dibahas hari ini adalah tentang decision making. Materi ini kental banget kaitannya dengan laboratorium SPK yang ada di jurusan SI ITS. Jadi SPK ini adalah Sistem Pendukung Keputusan. Sistem ini hanya mendukung saja, tidak bisa serta merta memutuskan. Human masih diperlukan untuk menanganinya. SPK ini bisa dipakai untuk suatu problem yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu susah. kenapa tidak terlalu mudah ? buat apa susah - susah bikin SPK kalau permasalahannya mudah, cukup dengan aplikasi biasa sudah bisa. Lain lagi dengan yang terlalu susah, mengapa tidak boleh terlalu susah ? karena sepintar apapun komputer kita, tetap saja kepintaran manusia lebih tinggi. Jika permasalahan yang dihadapi terlalu kompleks, maka komputer tidak bisa menanganinya.

SPK hanya sebagai pendukung, mengapa ? yang pertama karena dunia ini kompleks. Banyak faktor - faktor lain yang tidak bisa dimasukkan ke komputer. Ambil contoh ketika proses pengajuan kredit. Ketika SPK mengatakan bahwa nasabah ini tidak layak mendapatkan kredit, tetapi ketika si nasabah adalah saudara pemberi kredit bagaimana ? itu adalah faktor lain yang tidak bisa dimasukkan ke sistem komputer. Lalu yang kedua adalah komputer tidak bisa bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. Misalkan SPK ini diberi kewenangan penuh untuk mengambil keputusan, lalu suatu perusahaan bangkrut karenanya, maka yang disalahkan siapa ? komputer ? mana bisa, pasti yang disalahkan adalah orang yang memegang keputusan dari sistem tersebut.

Hal terakhir yang dibahas adalah ketika apa SPK tidak bisa digunakan ? ini adalah pertanyaan yang sebenarnya simple, tapi entah kenapa jawabannya itu tidak terpikir dalam waktu cepat, butuh semedi dulu untuk menemukan jawabannya. Ada banyak jawaban, diantaranya ketika tidak ada human resource, ketika tidak ada perangkat IT yang mendukung, ketika tidak ada data valid yang bisa dijadikan patokan, dan lain sebagainya. Pak Arif menyampaikan materi dengan fun, sehingga kita bisa mengikuti alur belajarnya. Read more!

13 April 2013

Pertemuan 18 PSI


Hari ini dosen yang mengajar bukan bu vivin lagi, karena bu vivin ada tugas ke luar kota selama 6 bulan, so karena kuliah kita kurang dari 3 bulan lagi, maka otomatis dosen nya ganti. Dosen yang menggantikan adalah pak Hatma, sebelumnya saya belum pernah bertemu dengan pak Hatma. Awal masuk kelas diawali dengan perkenalan dan aturan - aturan dalam kelas. Baru juga masuk, pak Hatma langsung memberi tugas yang luar biasa. Gara - gara tugas ini pun, suasana kelas menjadi hening karena banyak dari teman - teman yang merasa berat terhadap tugas ini. Pikiran kita sudah kemana - mana, tidak mengindahkan materi kuliah lagi.

Tugasnya adalah menerapkan marketing online di dunia nyata. Jadi dalam waktu dekat jurusan SI ITS akan mengadakan seminar tingkat internasional di Bali. Namanya juga seminar pasti kan butuh peserta. Meskipun acaranya besar tetapi kalau kita tidak publikasi dengan baik, maka banyak dari orang - orang yang tidak tahu, sehingga kami diminta untuk menerapkan marketing online. Ada ratusan list dari pak Hatma dan kita harus memilih 10 dari ratusan tersebut. Tetapi antara anak yang satu dengan anak yang lain tidak ada yang sama. Jadi saat kelas berakhir kita harus cepat - cepat memilih institusi yang punya nama besar, karena agar kemungkinan mereka ikut seminar ini besar. Hal yang membuat saya dan teman - teman sedih adalah penilaian hanya dinilai dari hasil akhir, bukan proses. Jadi semisal dari 10 daftar kita tidak ada yang mendaftar seminar, maka nilai kita 0. Padahal mendatangkan 1 saja rasanya sudah bersyukur sekali, karena seminarnya lumayan mahal, dan kita tidak tau apa - apa tentang pangsa pasar dari seminar ini.

Karena saya ada urusan, jadi saya telat saat mengisi daftar 10 tersebut, alhasil saya bingung akan memilih yang mana. Yang tersisa adalah institusi yang menurut pandangan saya tidak mungkin ikut seminar semacam ini, masa nilai saya 0 ? sedih sekali ya. Sampai sekarang pun saya masih belum mengerti tentang apa yang harus saya lakukan dengan tugas ini. hmm :( Read more!

09 April 2013

Pertemuan 17 PSI


Oke, tidak terasa kuliah sudah memasuki minggu ke 9, dan artinya adalah minggu - minggu UTS.  Seperti biasanya, di jurusan saya, jarang ada UTS yang berbentuk mengerjakan soal, hanya beberapa mata kuliah saja yang memakai cara mengerjakan soal tersebut. Kebanyakan UTS disini adalah tugas dan tes lisan, inilah yang saya alami 2 semester pertama ini. Sehingga saat masa - masa UTS ini kita lebih banyak berkutat dengan tugas daripada belajar di depan laptop. Karena minggu ke 9, inilah saatnya UTS mata kuliah PSI ini. Metode UTS nya adalah dengan tes lisan dan maju berkelompok. Ada 2 macam soal, yaitu soal berkelompok dan soal individual. Materi yang dijadikan patokan adalah materi tentang apa yang telah dipelajari selama 8 minggu ini.

Kelompok saya adalah kelompok terakhir yang maju. Sempet tegang sih waktu menunggu, kan menunggu paling lama, jadi tegangnya juga paling lama. Takut mendapatkan soal yang tidak kita pahami. Saat maju pun tiba, kami bertiga, yaitu saya, andre, dan asti pun masuk ke ruangan bu Vivin. Di dalam masih ada kelompok yang maju sebelum kelompok kami. Karena waktu sudah mepet, bu Vivin langsung mengutus kami mengutarakan apa yang kami tahu tentang SCM, CRM, dan ERP. Saya berkesempatan menjelaskan tentang CRM. Karena tidak ada pertanyaan spesifik, jadi saya bisa bebas mengeluarkan apa yang saya tahu tentang CRM ini. Setelah semua dari kelompok saya menjawab, kami dipersilahkan untuk kembali, bu Vivin pun juga ikut keluar dari ruangan. Enak juga maju di akhir - akhir,hehehe. Read more!

06 April 2013

Pertemuan 16 PSI


Oke, ini adalah pertemuan di luar jadwal biasanya. Kenapa ? karena dosen kita tercinta, bu Vivin akan meninggalkan kampus tercinta untuk sementara. Maka dari itu, materi sebelum UTS diberikan diluar jadwal yang sebenarnya, pertemuan kali ini dilaksanakan hari Jumat siang. Materi yang dibahas adalah CRM yang telah di praktikumkan sehari sebelumnya. Yang kedua adalah SCM atau Supply Chain Management, bahasa kalbunya indonesianya adalah manajemen rantai pasok. Awal - awal dulu sudah sempat menyinggung tentang ini, namun tidak secara rinci karena memang akan dibahas lebih rinci di pertemuan yang ini. Yang pertama adalah CRM karena memang mereview apa yang telah kita dapatkan dari praktikum.

Kata kunci dari CRM adalah mengikat pelanggan, lalu mempertahankan pelanggan yang sudah ada, kemudian akan terjadi loyalitas dari pelanggan. Sebelum ada konsep CRM, kebanyakan perusahaan memakai cara market share. Maksudnya adalah mereka mencari pasar seluas - luasnya, agar peluang mendapatkan pelanggannya terbuka lebar. Menurut saya itu memang hal yang wajar dilakukan tahun - tahun kebelakang karena memang pesaing mereka cuma sedikit. Bandingkan dengan sekarang, jika tetap hanya memakai cara market share, maka penjualan tidak akan berhasil karena perusahaan lain mempunyai cara yang lebih jitu. Maka dari itu ada CRM yang fokus utamanya adalah bagaimana cara kita mempunyai pelanggan yang loyal. Pelanggan sedikit tidak apa - apa, yang penting mereka loyal terhadap kita.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan sistem ini. Contoh paling dekat saja adalah indomaret. Mereka mempunyai program indomaret card, dimana dengan membayar 10 ribu, kita bisa mempunyai kartunya yang memiliki banyak keuntungan, seperti diskon khusus pemilik kartu dan lain sebagainya. Itu adalah salah satu cara agar pelanggan kembali ke toko kita.

Yang kedua adalah SCM. Di posting dahulu sudah dibahas tentang SCM, yaitu tentang alur distribusi bahan dan barang dari hulu ke hilir. Kata kunci dari SCM adalah pengadaan, perpindahan, dan penyimpanan. Kenapa perlu berpindah ? karena daerah asal bahan mentah tidak membutuhkan produk yang akan diproduksi, toh daerah mereka merupakan sumbernya. Jadi yang membutuhkan adalah orang - orang yang tinggalnya jauh dari daerah hulu, sehingga perlu diadakan perpindahan. Dalam SCM ini terjadi perpindahan nilai juga. Selain itu ada biaya - biaya juga yang jika tidak diteliti maka tidak terlihat, seperti biaya penyimpanan barang. Oke, mungkin ini yang bisa saya tulis. Terima kasih Read more!

Pertemuan 15 PSI



Pertemuan kali ini adalah kelas praktikum. Minggu - minggu lalu sudah membahas tentang ERP, udah berapa kali pertemuan membahas tentang itu, sekarang saatnya membahas tentang CRM atau bisa disebut Customer Relationship Management. Bahasa gampangnya, ini adalah konsep yang membahas tentang hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Sebuah perusahaan tidak akan berjalan jika tidak ada pelanggan, mau dijual ke siapa coba kalau tidak ada pelanggan, karyawan ? gali lubang tutup lubang dong. Sehingga perlu ada konsep khusus tentang CRM ini.

Biasanya materi yang akan dibahas saat praktikum akan dibahas terlebih dahulu di dalam kelas. Tetapi untuk CRM ini berbeda, kita praktikum dahulu, baru pertemuan berikutnya ada di kelas. Pertemuan CRM ini berjalan cukup singkat. Seperti biasa, praktikum kali ini membahas tentang tugas akhir dari salah satu senior kami yang berhubungan dengan CRM. Studi kasusnya adalah tentang data pembelian pelanggan di sebuah organisasi. Jadi seorang pembeli itu dibagi - bagi menjadi kluster - kluster. Dari kluster - kluster itulah ditentukan kebijakan perusahaan tentang pelanggannya. Kluster dengan jumlah pelanggan paling banyak pasti mendapat prioritas dalam strategi perusahaan. Pembagiannya itu berdasarkan FRM atau Frekuensi, Resensi, dan Monitory. Frekuensi adalah seberapa sering seorang pelanggan mendatangi toko tersebut. Resensi adalah kapan terakhir pelanggan tersebut datang ke toko. Monitory adalah berapa uang yang dibelanjakan oleh pelanggan saat berbelanja.

Ada kluster yang F dan R nya tinggi namun M nya rendah, ada yang sebaliknya. Kalau tidak salah ada 9 macam kluster. Darisini bisa kita lihat pola berbelanja atau pola konsumsi dari pelanggan produk kita. Saya masih bingung tentang bagaimana perusahaan menilai suatu pelanggan jika datanya tidak masuk, dalam arti tidak mempunyai kartu member. Mungkin ini saja yang bisa saya share dari praktikum kali ini. Sekian Read more!

02 April 2013

Pertemuan 14 PSI


Pertemuan hari ini diawali dengan tes acak tentang soal - soal yang sudah diberikan oleh bu Vivin. Soal - soal tersebut membahas tentang 3 hal, yaitu customer relationship management (CRM), supply chain management (SCM), dan enterprise resource planning (ERP). Semakin lama saya semakin familiar dengan kata - kata tersebut,hehehe. Asal boleh tahu, masing - masing dari di atas itu merupakan mata kuliah di tahun - tahun atas, tetapi di mata kuliah PSI ini dibahas secara kulitnya saja, belum menyentuh dalamnya. Teman - teman yang tidak bisa menjawab pertanyaan dalam hitungan 3 detik maka harus mencari jawaban di luar kelas lalu boleh kembali ketika sudah menemukan jawabannya. Setelah tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan materi.



Hari ini materi yang dibahas mengenai salah satu dari soal - soalnya, yaitu tentang ERP. Sudah beberapa pertemuan yang dibahas adalah ERP, sampai jatuh bangun cinta.Sudah melihat bagan di atas ? ya itulah salah satu yang dibahas hari ini. Itulah diagram proses pemilihan ERP. Asal boleh tahu, tidak semua perusahaan cocok menerapkan konsep ERP, tergantung dari kebutuhannya. Untuk memilih ERP tidak sembarangan, harus dianalisa dan dikaji matang - matang. Karena jika kita terlanjur salah maka kita akan kehilangan banyak modal karena investasi ERP yang tidak murah. Selain itu bukannya semakin baik malah akan berakibat semakin buruk terhadap kinerja perusahaan. Saat melakukan pengkajian penggunaan ERP, maka yang dilakukan seperti bagan di atas adalah memikirkan strategic planning dan business planning perusahaan.

Setelah dirasa kita membutuhkan ERP, maka proses berlanjut ke bagian tengah yang dibatasi oleh garis putus - putus itu. Jika tidak maka ya tidak lanjut. Disana kita harus mendalami perusahaan kita. Karena masing - masing software ERP memiliki keunggulannya masing - masing. Jadi kita harus mengetahui mana yang dibutuhkan oleh perusahaan kita. Kita menentukan capacity planning perusahaan, penjualan, operasional, peramalan, dan lain sebagainya. Setelah selesai, perusahaan pun bisa menerapkan ERP ini. Mungkin jika diibaratkan dengan kata - kata : tak kenal maka tak sayang, kaji dulu ERP sebelum duit melayang, hehehe. Read more!
badge