14 Mei 2013

Ambisi yang Menutupi Hati



"diantara satu tawa ada ribuan tangis"

Pernah dapat beasiswa ? kalau pernah tentu hati ini pasti riang gembira bukan. Apalagi masa - masa kuliah ini pasti banyak sekali beasiswa yang bisa kita dapatkan. Kita harus berlomba - lomba mendapatkannya. Bisa dibayangkan betapa orang tua senang sekali ketika kita mendapatkan beasiswa yang artinya beban finansial untuk pendidikan kita terbantu oleh perjuangan kita. Tergelitik rasanya ketika mendengar ada mahasiswa yang mencari beasiswa hanya untuk senang - senang dan kepentingan pribadi saja. Setahu saya, tujuan utama ada beasiswa itu untuk membantu teman - teman kita yang tidak mampu untuk bisa melanjutkan pendidikannya. Tetapi yang saya tahu sekarang masih banyak anak - anak yang tidak mampu bersekolah, padahal beasiswa banyak sekali beredar di dunia pendidikan ini, ironis.

Saya tidak menyalahkan teman - teman yang berlomba - lomba mendapatkan beasiswa, silahkan saja, itu hak semua orang. Tetapi jangan lupakan orang - orang yang masih membutuhkan bantuan kita. Jangankan untuk sekolah, untuk makan saja susah. Alangkah baiknya jika kita mendapatkan dana berlebih, disisihkan untuk orang - orang tersebut paling tidak 10 atau 20 persen, itu sangat berarti bagi mereka. 80 persen uang milik kita sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi kita bukan, toh 20 persen nanti akan dibalas oleh Yang Kuasa menjadi 200 persen, tenang saja. Sekarang banyak berdiri lembaga kemanusiaan yang bisa menjadi media kita untuk saling berbagi dengan orang lain. Bagi kita - kita yang banyak kegiatan, bisa lewat transfer bank kok, banyak jalan menuju Roma, banyak jalan pula untuk saling berbagi.

Pernah ada seseorang yang bercerita seperti ini kepada saya :
"Dunia sekarang semakin tidak aman ya. Banyak kejahatan dimana - mana. Kita sebagai penduduk dunia hidupnya juga semakin tidak tenang. Sekarang rumah - rumah pagarnya semakin tinggi. Alat - alat keamanan juga semakin beragam dijual di pasaran, mulai dari alat pengaman rumah, kendaraan, bahkan alat keamanan diri. Lembaga keamanan seperti security, body guard, semakin banyak bertebaran. Hal - hal tersebut muncul karena semakin banyak penjahat yang ada di dunia. Kenapa semakin banyak penjahat? karena kesenjangan sosial semakin tinggi, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Berapa banyak uang yang kita keluarkan hanya untuk keamanan kita selama hidup saja. Tahu alasan mereka menjadi penjahat? kebanyakan karena kebutuhan hidup mereka tidak tercukupi.

Coba berpikir seperti ini. Uang untuk "mengamankan diri" tersebut kita kumpulkan, lalu kita berikan kepada orang yang membutuhkan, dan semua orang di dunia melakukan hal yang sama. Maka penjahat - penjahat yang membuat hidup kita tidak nyaman tersebut tidak akan menjadi penjahat lagi karena kemampuan finansial mereka tercukupi, tentram kan hidup kita, tanpa harus membangun tembok yang tinggi lagi di depan rumah."

Seringkali ambisi pribadi kita menutup hati nurani kita. Ketika kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan, kita lupa berbagi dengan orang lain, kita malah semakin mengejar impian lain yang belum tercapai. Bagaimana lagi, dunia menuntun kita seperti itu. Kata - kata terakhir dari saya, seperti bahasa indonesia ketika kita mendapatkan sesuatu dari orang lain, "terima kasih", jika kita telah menerima dari seseorang, maka kita harus mengasih sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan, karena itulah yang membuat hidup lebih indah.

sumber gambar : http://3.bp.blogspot.com/-L7ClU6WZkHA/UDjgwLIMZWI/AAAAAAAAAJk/Gvlx7tK6P7c/s1600/Tawa-Tangis-Topeng.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge