02 Mei 2013

Pertemuan 24 PSI


Hari ini membahas tentang Spesialized Information Systems atau biasa disebut SIS. Kata kunci dari materi ini adalah artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Jika pada pertemuan - pertemuan sebelumnya saya lebih tertarik kepada cerita pak Arif, maka hari ini saya tertarik pada materinya. Kok bisa ? karena materi hari ini adalah materi yang selama ini menjadi cerita pak Arif,hehehe. Artificial Intelligence bisa dibilang sebagai teknologi sekarang yang masih belum terlalu familiar di kehidupan sehari - hari. Dan jika orang awam diceritakan tentang teknologi - teknologi ini, pasti akan berdecak kagum, begitu pula saya.

Artificial Intelligence (AI) ini terdiri dari beberapa komponen, diantaranya people, procedure,  hardware, software, data, dan knowledge. Tidak jauh berbeda dengan komponen Information Systems, cuma disini ada knowledge. Mengapa ada knowledge ? karena AI merupakan pemberi masukan dalam masalah tingkat tinggi, sehingga bukan hanya data maupun informasi yang dibutuhkan, tetapi sampai pada knowledge. Salah satu fungsi AI adalah untuk mendiagnosa penyakit pasien. Butuh aplikasi yang mempunyai knowledge lebih untuk bisa mendiagnosa penyakit ini. Kasus lain adalah untuk mendiagnosa apakah bisa dilakukan suatu penerbangan jika cuacanya seperti ini.

Untuk menjalankan sebuah AI harus ada expert system. Saya tidak begitu mengerti tentang expert system ini, namun dari namanya bisa dilihat bahwa expert system ini terdiri dari human yang ahli dalam bidang tersebut. Dalam posting sebelum - sebelumnya sudah dikatakan bahwa komputer tidak bisa memutuskan, tetapi hanya bisa sampai membantu manusia untuk memutuskan. Maka dari itu harus ada human disana. Nah, untuk mengawasi atau menggunakan aplikasi AI ini, human yang berperan bukan sembarang human, tetapi human yang sudah expert dibidangnya.

Saat ini, teknologi sudah semakin maju, 50 tahun lagi mungkin laptop yang sekarang di depan saya dan saya gunakan untuk ngeblog ini tidak lagi berbentuk seperti ini, mungkin transparan ataupun tidak berwujud, entahlah. Yang pasti kita harus bisa menyikapinya dengan bijak dan jangan sampai merusak bangsa sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge