08 Mei 2013

Selamat Jalan Iyuk

"Yuk, aku balik ke Surabaya"
"Iyaaa"
hmm, itulah kalimat singkat dan terakhir yang terjadi antara saya dan asisten rumah tangga saya beberapa minggu yang lalu, saya lupa tepatnya kapan. 18 tahun yang lalu saya lahir ke dunia, beberapa bulan kemudian orang tua saya mencari pengasuh untuk mengasuh saya karena kedua orang tua saya bekerja, akhirnya bertemulah keluarga saya dengan seorang wanita bernama Suparmi. Akhirnya dia menjadi asisten rumah tangga saya di Pasuruan, waktu itu saya masih berumur kurang dari 1 tahun. Setiap hari dia yang mengasuh saya dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Dia tinggal di sebuah kamar di rumah saya, jadi dia jarang pulang ke rumahnya di Watu ulo Jember sana. Mungkin saat lebaran atau libur panjang saja dia pulang.

Semakin bertambahnya tahun saya bisa berjalan dan berbicara. Suatu hari, saat saya masih TK, saya sedang disuapin di teras rumah. Waktu itu yang menyuapi adalah asisten rumah tangga saya tersebut. Saya naik ke atas kursi dan saya lupa apa yang saya lakukan saat itu. Tiba - tiba badan saya terjatuh dari kursi itu ke arah belakang dan bagian kepala saya yang belakang terkena pojokan tembok rumah. Kepala saya bagian dekat telinga pun berdarah. Asisten rumah tangga saya itu menangis dan langsung mencari pertolongan untuk mengantarkan saya ke rumah sakit waktu itu. Orang tua saya sedang bekerja. Dari cerita dia kepada saya, katanya waktu itu saya tidak menangis, tetapi dia yang menangis karena takut terjadi apa - apa terhadap saya. Setelah sampai di rumah sakit kepala saya dijahit. Sampai sekarang bekas jahitan itu masih ada dan jika saya potong rambut pendek, maka bekas jahitan itu akan terlihat.

Tahun demi tahun dilewati. Saya sudah beranjak SD. Setiap pagi asisten rumah tangga saya itu yang menyuapi saya. Waktu itu saya sudah bisa berbicara dan entah kenapa saya memanggil dia "iyuk", mungkin karena orang tua saya memanggilnya dengan sebutan yang sama. Ketika pulang sekolah pun yang ada di rumah adalah iyuk. Saya masih ingat setiap saya pulang sekolah acara di TV yang sedang ditonton adalah film India. Gara - gara itu saat saya kecil suka sekali nonton film India. Selama saya masih SD itu saya diurus oleh iyuk.

Saya pun beranjak SMP, adik saya sudah beranjak masuk ke SD. Saya sudah mulai mandiri saat itu, gantian adik saya yang diurus oleh iyuk. Saya ingat saat saya SD iyuk minta ajari saya untuk membaca, lalu saya bilang "adik saja yang mengajari". Sejak SMP ini saya sudah mulai tidak diurus secara intens oleh iyuk, karena sudah ada adik saya yang menggantikan saya untuk diurus. Entah menurun atau apa, saya dan adik saya ketika masih SD sama - sama sangat manja dan merepotkan iyuk ini,hehehe.

Saya pun sudah beranjak SMA, dan saya bersekolah di luar kota, tepatnya di Malang. Saya sudah jarang pulang dan pastinya jarang bertemu dengan iyuk ini. Yang saya ingat saat itu iyuk sudah mulai memegang HP. Waah, sepertinya bahagia sekali dia memiliki HP. Selama 3 tahun saya sudah lupa dia sudah ganti HP berapa kali. Iyuk selalu meminta tolong saya untuk mengisikan HP nya lagu atau mp3. Oya, Iyuk ini sudah memiliki anak bernama Sania. Anaknya tinggal di kampung halamannya di Watu ulo Jember sana, saya lupa sekarang anaknya sudah umur berapa. Saya sempat sekali mengunjungi rumahnya. Saat saya SMA ini iyuk menggunakan sepeda merah milik adik saya. Karena adik saya punya sepeda baru, maka sepeda merah berkeranjang jadi dipakainya. Sepeda itu digunakannya buat belanja, atau beli barang  - barang yang dibutuhkan.

Saya biasanya minta tolong iyuk buat membersihkan kamar mandi, atau membelikan makan siang dan malam. Waktu saya kecil juga saya suka bertengkar sama iyuk karena salah paham, tetapi setelah SMP saya jadi tidak pernah bertengkar karena sudah agak dewasa. Karena pengetahuan iyuk yang mungkin tidak sebanyak saya dan adik, jadinya biasanya dia jadi teman lucu - lucuan kami. Banyak sekali kenangan saya bersama dia. Saya diasuh selama 18 tahun dan tidak pernah berganti asisten rumah tangga, termasuk setia untuk ukuran asisten rumah tangga. Akhir - akhir ini iyuk sering sakit. Setiap saya pulang ke rumah biasanya iyuk mengeluh tentang sakitnya, yang saya ingat dia mengeluh kakinya gatal - gatal. Saya pikir itu sakit biasa. Tapi terakhir saya pulang mama saya bilang bahwa iyuk pulang ke jember karena sakitnya tambah parah.

Saya tidak berpikir aneh - aneh saat itu. Namun tadi siang saya di SMS oleh mama saya bahwa iyuk telah tiada. Dia meninggal dunia di rumahnya di watu ulo karena sakitnya itu. Saya kaget. Seperti baru kemarin saya bertemu dengan dia di rumah. Saat ini saya masih di Surabaya, jadi saya memang jarang bertemu dengan dia. Namun tetap saja, gak ada lagi yang bisa menjaga rumah ketika saya dan keluarga pergi, gak ada lagi yang bantu - bantu keluarga saya kalau butuh apa - apa, gak ada lagi teman nonton TV kalau lagi pingin nonton TV, gak ada lagi yang ketok - ketok pintu kamar cuma buat minta isikan mp3, gak ada lagi yang merapikan rumah di Pasuruan, gak ada lagi yang belikan tempe penyet waktu saya lagi di rumah, gak ada lagi yang tiap malam telepon dengan suara keras pakai HP nya, gak ada lagi yang potong - potong sayuran di depan TV. Banyak hal yang gak bisa saya lupakan dari iyuk, 18 tahun bukan waktu yang singkat untuk menemani keluarga saya selama ini. Saya sempat membayangkan dulu, ketika saya sudah kerja, saya pulang ke rumah dan iyuk sudah berumur. Mungkin panggilannya sudah berbeda. Tetapi takdir berkata lain, iyuk telah berpulang. Selamat jalan ya yuk, semoga tenang disana, terima kasih sudah menjadi pengasuh saya selama 18 tahun ini, saya gak akan lupa iyuk, selamat jalan.

2 komentar:

badge