03 Mei 2013

Sego Sambel Mak Yeye: Nasi Penyetan Paling Terkenal di Surabaya


Udah lama gak posting tentang pengalaman jalan - jalan nih. Postingnya penuh dengan posting untuk kuliah,hehehe. Maklum lah, lagi banyak tugas yang menggunung. Iseng - iseng setelah mengerjakan tugas sampai malam, saya mengajak teman saya buat makan malam. Dia yang sudah lama satu tahun di Surabaya dibadingkan saya pasti tahu lah tempat - tempat makan "kelelawar" gini. Akhirnya saya pun diajak ke sego sambel mak yeye. Saya tahu nama warung ini pertama kali ya dari teman saya ini. Dia bilang warungnya ramai, enak. Yauda saya berangkat saja, toh saya juga belum pernah kesana kan.


Letaknya agak jauh dari daerah tempat tinggal saya yang di sekitar ITS ini. Warungnya terletak di daerah wonokromo. Setelah sampai, sudah ramai saja warung ini. Tetapi warung ini jauh berbeda dengan bayangan saya saat diceritakan, dan terjadi anomali disini. Tempatnya itu kumuh, karena mungkin dekat dengan pasar. Letaknya pun di jalan kecil. Namun mobil - mobil yang berjajar untuk membeli penuh banget. Dan mobil itu pun bukan hanya mobil biasa, tapi mobil - mobil mewah pun juga turut menghiasi jalanan sekitar mak yeye ini. Bisa dibilang sepanjang jalan ini hanya milik mak yeye,hehehe. Tetapi kita makannya tidak di warung mak yeye, karena warung itu cuma ada bangku penjual, tidak ada buat pembeli. Jadi kita makan di sekitar warung mak yeye.


bingung ? oke saya perjelas. Jadi di sekitar warung mak yeye ini ada banyak penjual minuman yang menyediakan tempat duduk. Jadi kalau ingin duduk otomatis kita harus membeli minum. Jadi setelah membeli dan membayar, kita membawa piring kita ke warung - warung minuman, terserah pilih yang mana, ada banyak. Jadi warung mak yeye ini juga memberdayakan masyarakat sekitar. bayangkan saja ada banyak penjual minum, belum tukang parkir, supir taksi yang mengantar. Saya tidak tahu warung ini dipungut pajak atau tidak,hehehe.


Menu yang ditawarkan pun hanya 1. Yaitu Nasi, tempe 2 biji, telur dadar, ikan pe, dan tidak lupa sambal yang maknyus. Padahal sudah 1 menu, bahan2nya juga sudah tinggal ambil, tetapi karena banyaknya pelanggan sehingga kita harus mengantri lama. Saat saya datang itu sudah ramai, tetapi kata teman saya ini belum apa - apa. Coba kalau malam minggu, pasti ramai banget. Saya tidak membayangkan bagaimana ramainya kalau malam minggu. Harga per porsinya 12 ribu, cukup mahal untuk kantong mahasiswa, tidak apalah sekali sekali.

Saya pesan yang sambal manis, tetapi tetap saja pedas, tapi masih bisa ditolerir lah daripada yang sambal pedas. Warung mak yeye ini kan memang terkenal dengan kepedasannya. Saya tidak membayangkan bagaimana pedasnya yang sambal pedas,hmmm. Ini memang warung sejuta umat. Yang datang kesini bukan hanya orang biasa, dari artis sampai pejabat pun pernah kesini. Oya, ini ada beberapa liputan warung mak yeye dari media terkenal :

http://showbiz.liputan6.com/read/262803/rasakan-pedasnya-sambal-mak-yeye
http://news.detik.com/surabaya/read/2011/01/08/030710/1542134/594/sego-sambel-mak-yeye-masih-nendang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge