25 Agustus 2013

Malam hari di Suramadu




Iseng - iseng saya googling gambar - gambar suramadu ketika malam. Ternyata Suramadu terlihat indah saat malam hari. Karena rasa penasaran, ketika ada waktu luang sebelum kuliah ini saya menyempatkan pergi kesana. Akhir - akhir ini memang ikon - ikon bangunan di berbagai daerah dibuat seindah mungkin dengan gemerlap lampu. Ketika datang kesini banyak sekali orang yang sedang menikmati angin pantai yang cukup kencang. Untung saja masih banyak lampu sehingga tidak terkesan gelap.







Oh ya, saat pembuatan film "loveless" beberapa waktu yang lalu saya juga menikmati malam hari di Suramadu. Kembali ke foto, Saya mengambil foto ini di daerah Surabaya. Untuk pergi ke tempat saya mengambil foto rutenya adalah ambillah jalan ke arah jembatan suramadu. Ketika sudah mendekati pintu masuk tol ambil jalur kiri sampai menemukan pintu masuk tol dan ambil jalur di sebelah kiri pintu tol tersebut. Setelah itu menuju ke jalan yang mengarah ke bawah jembatan dan kita akan melewati bagian bawah jembatan suramadu. Ketika sudah melewati bawah jembatan jalan akan berbelok, ambillah jalan lurus menuju rumah pompa. Disitu kita bisa memilih beberapa spot untuk mengambil foto.
Read more!

Kenjeran Park: Ada Pagoda Besar dan Patung Budha 4 Wajah Disini



Apa yang terpikir ketika mendengar kata kenjeran ? kebanyakan pasti akan menjawab pantai atau laut. Jawaban itu memang tidak salah karena sejak lama kenjeran memang terkenal dengan pantainya. Tetapi baru - baru ini ternyata ada sebuah wahana baru di kenjeran, namanya kenjeran park atau biasa disingkat kenpark. Kenpark bukanlah pengubahan kenjeran lama menjadi kenjeran park, tetapi membangun baru di daerah yang dulu saya tidak tahu berupa apa. Konsep yang dibawa pun berbeda dengan kenjeran yang selama ini kita kenal, sehingga tidak mematikan usaha kenjeran lama.







Tarif untuk mobil masuk adalah 10 ribu berlaku untuk 2 penumpang, kalau penumpangnya 3, ditambah 4 ribu menjadi 14 ribu dan berlaku seterusnya. Karena masih tergolong baru, saat tiba di kanan - kiri jalan masuk terhampar tanah luas yang belum dibangun. Mungkin tanah - tanah luas itu merupakan sirkuit kenjeran, saya tidak tahu. Jalanan yang luas membuat lega pengguna jalan dan bisa digunakan untuk kegiatan otomotif, buktinya saya disambut dengan atraksi slalom saat tiba tadi. Sepertinya slalom yang saya lihat dalam rangka latihan, karena hanya terpasang tali rafia sebagai batas dan tidak ada sound system. Untuk latihan saja sudah membutuhkan banyak resource ya. Setelah puas melihat slalom, kami pun masuk ke dalam kawasan.







Di dalam kawasan terdapat pusat jajanan Surabaya yang terkenal dengan nama kya kya. Setahu saya kya kya ini adanya di daerah Surabaya yang lain, bukan disini. Entah yang disini itu meniru atau pindahan dari sana, bisa dicari di google. Tujuan pertama kami adalah pagoda yang ada di salah satu sudut kawasan. Ketika dilihat dari dekat di dalam pagoda ini seperti digunakan untuk ruang pertemuan, sayangnya seperti tidak terawat, padahal bangunannya sangat megah. Di sekitar pagoda terdapat taman yang bisa digunakan untuk bersantai. Tetapi di bagian tengah - tengah tidak ada taman, jadi sangat panas ketika siang.







Setelah dari pagoda kami melanjutkan ke patung Budha 4 wajah. Jaraknya dekat dengan pagoda, jadi bagi yang ingin sekalian jalan sehat, bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Disini sebenarnya untuk tempat ibadah, tetapi juga bisa jadi tempat wisata, setidaknya untuk berfoto. Patung ini katanya mirip sama yang ada di Thailand dan sudah mendapatkan rekor MURI, keren sekali ya. Selain ada patung besar ini, juga ada patung kecil berbentuk gajah di sisi kanan patung Budha 4 wajah. Tepat di depan kompleks patung ini terdapat vihara yang digunakan untuk ibadah. Oke, setelah puas, kami pun keluar dari kenjeran park dan mengakhiri perjalanan ini.
Read more!

Jalan jalan men episode 6 : Batu

cuplikan episode 6
 Episode kali ini jalan jalan men mampir ke kota yang dingin, Batu. Bagi yang belum tahu kota Batu, ini bukanlah kota yang diisi oleh bebatuan andesit atau bebatuan karang, saya tidak tahu sejarah kenapa bisa dinamakan Batu, bisa dicari di mbah google. Jebrew berkesempatan menikmati indahnya kota wisata yang terletak di kaki gunung panderman ini. Dimulai dengan bangun di hotel pohon inn yang ada di jawa timur park 2, lalu mengunjungi museum satwa dan batu secret zoo, dan ditutup dengan berkunjung ke BNS.

Sebenarnya kota Batu tidak asing bagi saya, terlalu sering saya berkunjung kesana. Tetapi entah kenapa kalau melihat tayangan jalan jalan, kota Batu selalu terlihat tidak membosankan. Dan saya baru sadar bahwa di tempat lain di Indonesia jarang sekali ada theme park seperti yang ada di Batu, paling - paling ada di dufan dan trans studio. Dari situ saya baru sadar bahwa saya berada dekat sekali dengan jujukan wisatawan Indonesia, amazing. So, buat yang pingin tahu bagaimana petualangan Jebrew di kota Batu, check this video.

Untuk Melihat di youtube, klik disini
Read more!

22 Agustus 2013

Jalan - jalan men : travelling series in youtube



Semakin lama dunia travelling semakin tenar saja, mungkin karena Indonesia lagi marak - maraknya mengampanyekan dunia pariwisatanya. Beberapa contoh bukti kalau travelling sedang marak adalah banyaknya acara travelling yang wara wiri di berbagai stasiun TV nasional, biasanya sih tayang saat akhir pekan. Saat saya kecil dulu seingat saya travelling yang tayang di TV itu soal petualangan di tempat - tempat ekstrim saja, tapi sekarang banyak sekali acara tentang keliling kota - kota di Indonesia. Tidak hanya di televisi, di dunia maya pun juga sedang marak acara travelling, bukan hanya lewat foto, tetapi juga lewat video. Biasanya video - video itu diunggah di youtube dan dibagi dalam beberapa series. Beberapa waktu yang lalu saya sudah posting salah satu tentang video series di youtube, yaitu jelajah mimpi citilink, kali ini saya akan membahas tentang video series yang lain, yaitu jalan - jalan men.

Bagi yang suka cari website bercita rasa anak muda pasti udah tau malesbanget.com kan. Nah, jalan jalan men ini bikinan dari website tersebut bekerja sama dengan salah satu travel di Indonesia. Tidak jauh berbeda dengan jelajah mimpi citilink, jalan - jalan men bercerita tentang perjalanan host ke berbagai tempat di Indonesia. Biasanya 1 kota akan ditayangkan dalam 1 episode. Jika citilink ditayangkan di TV nasional, maka jalan jalan men ini spesial hanya ada di youtube. Istilahnya kalau jelajah mimpi itu band nasional seperti nidji atau noah, jalan jalan men ini seperti mocca atau endah n' rhesa.

Perbedaannya terletak pada jalannya cerita dalam satu tayangan. Jika jelajah mimpi itu lebih formal, maka jalan jalan men ini lebih 'lepas', host yang bernama Jebrew bisa bertingkah sesuka hati, apalagi Jebrew ini sangat enerjik, maklum aja, jelajah mimpi kan ditayangkan di televisi. Namun persamaan dari 2 acara ini adalah sama - sama mengunjungi tempat yang tidak umum dikunjungi oleh wisatawan biasanya. Mereka berkunjung ke tempat yang tidak terlihat namun sayang untuk dilewatkan. Cocok buat traveller yang berkunjung bukan untuk pertama kali.

So, bagi kalian yang pingin tahu gimana sih wisata Indonesia itu, bisa melihat video - video nya di youtube, jangan lewatkan episode - episode terbarunya. Saat posting ini dibuat jalan jalan men udah sampai episode 5

Episode 1 2013

 Episode 2 2013
 
Read more!

19 Agustus 2013

Kawah Ijen: Pertunjukan Blue Fire yang Hanya Ada Dua di Dunia



Pernah tahu blue fire ? kalau tidak tahu silahkan melanjutkan membaca cerita wisata saya kali ini. Blue fire adalah api biru yang dihasilkan dari kawah sebuah gunung di jawa timur, tepatnya di kabupaten Banyuwangi, gunung itu bernama gunung Ijen. Di dunia hanya ada 2 api biru, salah satunya di kawah ijen ini. Maka dari itu saya ingin sekali pergi kesini karena ada hal spesial di tempat ini. Pucuk dicinta, ulam pun tiba, teman - teman saya mengusulkan untuk berwisata akhir pekan kemarin. Langsung saja saya ajak ke Ijen, padahal sebelumnya saya tidak pernah berwisata ke tempat ini, bermodalkan arah dari google maps saja. Saya juga membaca referensi tentang kawah ijen di internet.








Setelah membaca baca, ternyata waktu yang tepat untuk kesini adalah saat gelap atau dinihari, karena ketika matahari sudah terbit maka api di kawah ini tidak berwarna biru lagi. Akhirnya setelah saya hitung - hitung waktunya, saya putuskan berangkat jam 5 sore dari Surabaya. Perjalanan saat menuju kota terdekat dari sana dilewati dengan lancar, tetapi ketika sudah memasuki daerah menanjak dan keluar dari daerah kota, adrenalin saya pun dipacu. Melewati jalan sempit tanpa penerangan sama sekali dan tidak ada pemukiman, saya harus tetap terjaga menyetir meskipun jam menunjukkan pukul 12 malam. Saya mulai memasuki kawasan sepi ini sekitar pukul 11 malam. Saat jam 1 pagi, saya sudah tiba di tempat pendakian, alhamdulillah.







Selama perjalanan 2 jam di kawasan sepi ini saya hampir putus asa karena tidak ada petunjuk di beberapa persimpangan, saya hanya mengandalkan insting. Tidak lucu kan kalau sudah jauh mengemudi ternyata salah jalan. Tetapi untungnya saya tidak tersasar sama sekali. Saat tiba kami langsung naik ke atas dengan didampingi seorang pemandu. Di tulisan tercantum jarak ke puncak adalah 3 km. Tetapi setelah dijalani ini jauh lebih banyak dari 3 km, bisa lebih dari 2 kali lipatnya, sungguh menipu. Disini dingin sekali, sampai sampai ketika bernafas hidung kami mengeluarkan asap.






Teman saya dan saya jarang olahraga, sehingga dibutuhkan banyak sekali istirahat di tengah jalan, apalagi rombongan saya kebanyakan wanita. Sehingga dibutuhkan waktu yang agak lama untuk sampai di atas. Ternyata setelah sampai di atas rasa dingin bertambah karena angin yang cukup kencang. Bayangkan betapa dinginnya udara di puncak gunung ini. Untuk melihat api biru, kami harus turun ke kawah di bawah agar mendapatkan pemandangan yang menakjubkan. Perjalanan turun kawah pun tidak mudah, melewati bebatuan terjal yang sangat miring. Apalagi perjalanan saya ini dilakukan dinihari. Ketika matahari sudah mulai menampakkan wajahnya, kami pun kembali ke atas kawah.




Disini kami berfoto - foto karena matahari sudah terbit dan pemandangan pun bisa terlihat dengan jelas. Setelah puas berfoto dan merasa sangat kedinginan, kami pun turun ke tempat pendakian. Turun pun ternyata tidak mudah, karena kami harus menahan beban tubuh di telapak kaki di jalanan menurun. Kebanyakan pengunjung wisata ini adalah bule ketika bukan musim liburan, jika musim liburan seperti ini bule tetap banyak, tetapi wisatawan lokal lebih banyak. Ketika perjalanan pulang kami disuguhi akan pemandangan alam yang indah. Sebenarnya saat berangkat kami juga melewati daerah ini, tetapi karena sudah sangat malam, maka tidak terlihat apa - apa kecuali jalanan yang diterangi lampu mobil. Ini adalah perjalanan yang sangat panjang karena saya tidak tidur sama sekali untuk mengemudi dan mendaki ke puncak gunung serta mengemudi lagi ketika pulang. Sepertinya badan saya butuh istirahat total agar kembali bugar. Bagi kalian yang suka akan keindahan alam, tempat ini wajib dikunjungi. Ijen menunggumu
Read more!

17 Agustus 2013

Sistem Informasi bukan S.Kom tapi S.SI


"kuliah dimana ?"
"sistem informasi"
"ooh, informatika"
Ya seperti itulah yang sering saya alami ketika ngobrol dengan kolega, terutama yang sudah lama tidak kuliah, alias udah bekerja. Di jaman orang tua kita kuliah dulu tidak ada jurusan Sistem Informasi, tahunya ada jurusan komputer, syukur - syukur tahu kalau istilahnya informatika. Semakin berkembangnya zaman maka semakin banyak pula jumlah manusia di Bumi yang tidak bertambah besar ini. Karena manusia semakin banyak semakin banyak pula hal - hal baru yang muncul di Bumi, salah satunya ilmu pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan baru ini merupakan perkembangan dari ilmu pengetahuan yang sudah ada, karena kebutuhan masyarakat semakin bertambah maka muncullah yang baru - baru ini. Salah satu jurusan yang tergolong baru adalah sistem informasi.

Saat awal berdiri dulu, semua jurusan yang berhubungan dengan komputer diberi gelar S.Kom atau sarjana komputer. Karena saat itu yang kita tahu semua yang berhubungan dengan komputer terlihat sama. Padahal bagi kita yang menjalani merasa bahwa materi yang kita dapat berbeda meskipun ada yang sama. Kemampuan yang kami miliki pun berbeda dengan yang dimiliki jurusan informatika. Semakin berjalannya waktu, jurusan sistem informasi semakin banyak berdiri di berbagai lembaga pendidikan. Mungkin karena itu, pihak yang berwenang membuat aturan baru tentang pemberian gelar, salah satu yang diubah adalah di bidang komputer.

Ternyata setelah saya lihat gelar dari bidang sistem informasi ini adalah S.SI, bukanlah S.Kom yang ada selama ini. Peraturan ini sudah ada sejak 2010, cukup lama. Mudah - mudahan dunia kerja sudah memahaminya karena ketika akan melamar pekerjaan biasanya kita dianggap sebagai lulusan teknik informatika dan kemampuannya dianggap sama dengan mereka, padahal kita berbeda.

Berikut adalah lampiran peraturannya :
download 
Read more!

Dirgahayu Republik Indonesia


diambil dari google.com
Seperti biasa, mesin pencari terbesar di dunia, google, menampilkan doodle setiap ada hari spesial di dunia, nah hari ini, 17 Agustus, hari spesial bagi google adalah kemerdekaan Indonesia, yang juga spesial bagi 250 juta rakyat Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 68, semoga 4 pilar kebangsaan bisa dilaksanakan dan dijaga dengan baik sehingga seluruh rakyat Indonesia bisa merasakan kemerdekaan yang sebenar - benarnya. Semoga kita masih peduli dengan Mesir, negara yang mengakui kemerdekaan kita pertama kali. Semoga negara ini menjadi negara yang sejahtera, baik negaranya maupun seluruh rakyatnya, MERDEKA ! Read more!

15 Agustus 2013

Gedung Woloe: Gedung Bersejarah yang Kini Menjadi Restoran



Masih ingat gedung woloe ? salah satu gedung tua di pasuruan ini telah berubah, minimal sejak 2 tahun yang lalu. Gedung ini sekarang dijadikan tempat untuk makan alisan dijadikan tempat makan. Gedung yang dulu terlihat kusam ini sekarang dipercantik dengan lampu - lampu indah warna - warni. Kesam suram dan menakutkan yang dulu ada pun sekarang sirna karena tempat makan di gedung woloe banyak pengunjung sampai malam. Buka bersama alumni SMP pun dilakukan di tempat ini.




Bangku - bangku untuk para pengunjung tidak diletakkan di dalam gedung, tetapi di teras gedung dan di halaman yang diberi seperti gazebo. Saya tidak tahu kenapa tidak diletakkan di dalam gedung. Menu - menu yang disediakan pun beragam, mulai dari lalapan, chinese food,sampai berbagai minuman yang pastinya menyegarkan. Selain itu juga ada rombong sate yang berjualan di dalam dan masuk dalam menu rumah makan, jadi tukang sate bukanlah PKL, tetapi memang resmi. Harga yang dipatok cukup murah dibandingkan dengan rumah makan sejenis di Pasuruan. Suasana gedung megah jaman penjajahan menjadi nilai plus yang tidak didapatkan di tempat lain.
Read more!
badge