14 Oktober 2013

Bangkitnya bioskop independen jawa timur

new star cineplex Pasuruan (film21bioskop.blogspot.com)
Menonton film tidak puas rasanya jika tidak ke bioskop, apalagi film yang baru saja rilis. Semakin lama industri film semakin maju, terbukti dari banyaknya film yang diproduksi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Meningkatnya industri film juga pasti berpengaruh terhadap meningkatnya industri layar lebar atau bioskop. Kita tahu sendiri bahwa industri bioskop di Indonesia dikuasai oleh 2 brand besar, yaitu 21 cineplex dan blitz megaplex. 1 dekade yang lalu brand - brand besar ini menguasai dan memaksa bioskop tanpa brand untuk gulung tikar sehingga banyak gedung bioskop yang kosong dan tak digunakan. Nah, beberapa tahun terakhir ini bioskop independen mulai menujukkan eksistensinya kembali, khususnya di jawa timur.

Beberapa tahun yang lalu yang saya tahu di jawa timur, bioskop independen yang bagus dan filmnya masih cukup update hanya ada di Kediri dengan bioskop goldennya. Biasanya ketika di Malang dan Surabaya sudah mulai turun layar, golden kediri baru memutarnya. Sedangkan nasib bioskop independen yang lain mengenaskan, ada yang sudah gulung tikar, ada juga yang dalam kondisi kritis. Di kota saya sendiri, Pasuruan, beberapa tahun yang lalu masih ada 1 bioskop yang beroperasi, tetapi karena kondisinya yang mengenaskan, akhirnya gulung tikar. Cerita mulai berubah beberapa tahun yang lalu. Saya kaget ketika saya baca jadwal film di koran dan ternyata ada tambahan bioskop baru disana, yaitu NSC Pasuruan, biasanya yang ada di jadwal itu hanya dari 21 cineplex saja. Film yang diputar pun adalah film yang baru saja rilis alias yang paling update waktu itu.
Saya pun menyempatkan datang kesana ketika saya pulang ke Pasuruan. Ternyata bioskop yang sudah tutup itu telah direnovasi dan buka dengan brand baru, New Star Cineplex (NSC) Pasuruan. Saat masuk kondisinya sangat jauh berbeda dengan dulu, terutama di bagian hall nya. Kesan mewah muncul ketika masuk ke dalam gedung. Dan yang paling membuat takjub adalah film yang diputar itu film paling baru, sehingga warga pasuruan yang ingin menonton film tidak usah jauh - jauh ke malang atau surabaya. Harga yang ditawarkan pun lebih murah. Ternyata NSC ini tidak hanya memiliki bioskop di pasuruan saja, tetapi juga memiliki di Jember, Madiun, dan yang terbaru ada di Sidoarjo, total saat ini ada 4 milik NSC.
Untuk pemain lama, yaitu golden, saat ini memiliki bioskop di 2 kota, yaitu di Kediri dan Tulungagung. Untuk di pasuruan, jember, dan tulungangung pihak pengelola menggunakan gedung bioskop lama, yang sudah ada sejak orang tua kita masih remaja. Sedangkan untuk kediri, madiun, dan sidoarjo menggunakan mall yang artinya menggunakan gedung baru. Jadwal film di keenam bioskop ini pun selalu di muat di koran dan selalu memutar film - film yang update. Dengan munculnya banyak bioskop independen baru di jawa timur ini bisa meningkatkan antusiasme penonton dalam industri film, khususnya nasional.

Nah, yang terbaru dan paling gress, ada bioskop baru di kota Malang, yaitu Sarinah Cineplex. Saya pikir bioskop independen hanya bakal mengincar kota - kota yang belum ada 21 cineplex atau blitz megaplex, ternyata tidak untuk di kota Malang. Meskipun di Malang sudah ada 3 21cineplex, rupanya bioskop independen ini mengincar ceruk pasar yang belum ada, yaitu bioskop kelas premiere yang kursinya bisa dibuat duduk maupun tidur. Jadi jika di kota lain mengincar pasar di bawah brand besar, yang di Malang mengincar pasar di atas brand besar. Saya tidak tahu pengelola sarinah cineplex ini masuk yang mana, NSC atau golden atau berdiri sendiri, yang pasti perkembangan bioskop di jawa timur ini membuat pecinta film jawa timur merasa bangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge