15 Oktober 2013

Manusia setengah salmon the movie : all about move on

“Hidup, sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup di antaranya”

Kata kunci dalam film ini adalah pindah atau move on. Saya sendiri kaget ketika mendengar kalau bakal ada film manusia setengah salmon ini, padahal baru beberapa bulan yang lalu film dari novel kedua, yaitu cinta brontosaurus baru saja dirilis. Yang sampai saat ini menjadi pertanyaan saya adalah apakah novel radikus makan kakus sampai marmut merah jambu tidak di film kan ? Dalam tahun ini radityadika sudah bermain di 3 film, diawali dengan cinta brontosaurus lanjut cinta dalam kardus dan yang terbaru ini manusia setengah salmon. Mungkin karena tahun ini radityadika banyak sekali muncul di dunia pertelevisian karena menjadi juri di stand up comedy, banyak bermain dalam iklan, lalu mempunyai serial malam minggu miko yang sekarang sudah masuk musim kedua, pihak rumah produksi tertarik untuk menggaet radityadika di proyek filmnya.

Cerita diisi dengan berbagai macam move on yang harus dihadapi oleh dika. Move on pertama yang dihadapi adalah dia harus pindah rumah karena orang tuanya menginginkan rumah yang jauh dari hiruk pikuk keramaian. Kedua dika harus move on dari bayangan mantan pacarnya karena dia sudah punya pacar yang baru. Ketiga dika harus bisa move on dalam menulis novelnya, tidak mengangkat tema yang sama dengan novel - novel terdahulunya.Keempat Move on untuk merawat orang tua yang dulu merawat kita Move on memang susah ketika masih awal, bayangan yang lama selalu masih terngiang di pikiran. . Cerita move on ini diselingi oleh kisah - kisah absurd yang dialami oleh dika seperti mempunyai sopir baru yang bau keteknya mengalahkan bau bangkai komodo, editornya yang selalu muncul di tempat dika berada dan banyak lagi.

Film ini sangat menghibur dan membuat seisi bioskop tertawa lebar. Ciri khas dari film dika adalah selalu memberikan adegan lain (yang pastinya absurd) ketika membicarakan suatu hal. Adengan absurd itulah yang bisa membuat penonton tertawa lebar, belum lagi wajah dika yang super absurd ketika diminta temannya untuk memasang wajah tergantengnya. Di film ini juga ada hobi dika bermanin futsal dan pastinya membuat kita terbahak - bahak karena tendangannya yang super absurd, saya sendiri tertawa sampai menangis. Dika bisa berperan dengan natural di film ini, jadi emang wajahnya yang absurd itu tidak dibuat - buat karena memang seperti itu,hehehe. Oya, lagu - lagu indah dari Hivi mengiringi setiap adegan disini.

Berbicara soal move on, memang hidup itu penuh dengan perpindahan, tidak hanya manusia yang berpindah, hewan pun mengalami perpindahan seperti judul film ini, salmon. Seperti saat sekolah, dari SD ke SMP, SMP ke SMA, SMA ke kuliah, cepat sekali kita berpindah, bahkan sebelum kita sempat beradaptasi. Banyak orang yang susah untuk beradaptasi di tempat yang baru, karena dia sudah terlanjur nyaman dengan yang lama. Akibatnya ketika sudah seperti itu dia akan selalu membandingkan yang baru dengan yang lama, okelah kalau yang dibandingkan adalah rumah, atau sekolah, atau tempat les, kalau pasangan hidup ? itu bisa berbahaya. Kunci untuk menghadapi perpindahan adalah berusaha mencari kelebihan tempat yang baru, rasakan kelebihan yang ada dan jangan rasakan kekurangannya, ikhlas menerima kekurangan yang dimiliki oleh yang baru. Dengan seperti itu kita akan terbiasa untuk beradaptasi dan hidup kita menjadi bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge