18 Oktober 2013

Pentingnya Proposal Hidup


"kegiatan 1 hari aja butuh persiapan berbulan - bulan, apalagi hidup kita"
Masa kuliah dan masa sekolah merupakan sesuatu yang berbeda. Jika sekolah dulu yang kita pikirkan adalah bagaimana mendapatkan nilai yang baik dan bermain dengan baik. Namun saat kuliah yang kita pikirkan adalah bagaimana nasib kita ketika lulus nanti, akan jadi apa kita nanti, dan apa yang harus kita lakukan saat ini. Jika saat sekolah hanya ada 1 organisasi, yaitu OSIS, maka saat kuliah kita bisa ikut banyak organisasi mulai dari tingkat jurusan sampai tingkat kampus. Ada juga kepanitiaan acara - acara yang diselenggarakan di kampus, jika diingat - ingat sampai tidak cukup 2 tangan untuk menghitungnya. Namun tidak semua kegiatan bisa kita ikuti, karena sehari hanya ada 24 jam dan juga tujuan utama kita di kampus adalah kuliah. Maka dari itu kita harus pintar - pintar untuk memilah - milah mana yang diikuti dan mana yang tidak.

Masing - masing orang memiliki cara yang berbeda untuk memilah - milah. Ada yang didasarkan atas "yang penting ikut semua kegiatan keren", atau ada yang berdasarkan "yang sesuai dengan passion saya", dan banyak lagi. Kebanyakan dari pertimbangan itu didasarkan atas apa yang diinginkan sekarang dan belum memikirkan dampaknya ketika lulus kuliah nanti. Banyak orang yang ketika ditanya "setelah lulus mau kemana ?" tidak bisa menjawab, bahkan ketika selesai wisuda juga banyak yang belum bisa menjawab. Itu ibaratnya kita mengadakan sebuah event tetapi kita tidak melakukan persiapan apa - apa sampai hari H. Dilihat dari situ jelas bahwa membuat sebuah perencanaan dan pertimbangan sangat dibutuhkan, khususnya saat kita kuliah, masa terakhir kita bergantung pada orang tua.

Semisal ada seseorang yang ingin jadi dosen. Maka yang harus dia lakukan adalah mencari tahu apa saja sih yang dibutuhkan untuk melamar menjadi dosen. Tentu saja IP minimum untuk melamar berbeda ketika kita melamar menjadi karyawan di perusahaan. Atau mungkin ada persyaratan khusus seperti harus pandai berbahasa asing dengan standar tertentu. Informasi - informasi tersebut bisa kita dapatkan dari dosen yang mengajar kita atau teman orang tua kita, banyak jalan untuk mengetahuinya. Manfaat ketika kita sudah tahu apa saja yang dibutuhkan itu adalah ketika kuliah kita tidak ikut sesuatu yang tidak mendukung kita ke arah sana. Sebagai contoh jika kita jadi dosen maka IP harus bagus, akan menjadi lucu ketika saat kuliah kita banyak ikut organisasi luar kampus dan kepanitiaan sehingga IP kita menjadi jelek.

Berbeda cerita ketika ingin menjadi pengusaha. Menjadi seorang pengusaha yang dibutuhkan adalah pengalaman sebanyak - banyaknya dan jaringan/kenalan sebanyak - banyaknya. Tidak mungkin ketika ingin menjadi pengusaha kita hanya fokus pada kuliah agar mendapatkan IP yang bagus, itu tidak mendukung tujuan kita setelah lulus. Ada juga ketika kita ingin menjadi pegawai di BUMN, saat ini IP yang dibutuhkan untuk melamar menjadi BUMN adalah 3.00. Selain IP, ada persyaratan inti lain seperti sehat jasmani rohani serta pengalaman berorganisasi. Bagaimana kita bisa lolos tes BUMN ketika IP kita tinggi tetapi kita tidak sehat (dengan tidak lolos tes kesehatan) dan kita tidak mempunyai pengalaman apa - apa saat kuliah. Maka yang harus dilakukan seseorang yang ingin menjadi pegawai BUMN adalah menjaga IP nya agar tetap baik, olahraga setiap hari dan ikut organisasi dan kepanitiaan.

Memang membuat sebuah perencanaan itu banyak dilupakan mahasiswa, padahal itu sangat penting bagi kehidupan kita kelak. Jangan sampai ketika kita sudah tidak lagi menempuh pendidikan kita tidak bisa bersaing dengan orang lain yang hidupnya sudah terencana dengan baik. Pertimbangan untuk merencanakan kehidupan bisa dilakukan dengan melihat sisi positif dan negatif kita. Tuhan tidak akan serta merta memberikan kehidupan yang baik kepada manusia jika manusia itu tidak berusaha, so berusahalah dengan baik dan rencanakan hidupmu dengan baik.

sumber gambar: https://gangmarmut.files.wordpress.com/2011/01/arah-hidup.jpg?w=604

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge