31 Desember 2014

Jembatan Siti Nurbaya: Cantik Sekaligus Fungsional


Ada banyak aktivitas yang bisa kita lakukan saat malam hari di kota Padang. Salah satu kegiatan yang bisa kita lakukan adalah jalan - jalan malam di jembatan Siti Nurbaya, tempat menghabiskan malam paling hits dan paling murah di Padang, hehehe. Jembatan ini menghubungkan antara daerah kota dengan daerah bukit Siti Nurbaya yang ada di seberang sungai. Siti Nurbaya itu legenda yang bercerita tentang seorang wanita yang dijodohkan dengan Datuk Maringgi padahal Siti Nurbaya tidak mau dinikahkan dengan Datuk Maringgi. Nah, konon katanya makam Siti Nurbaya ini ada di atas bukit yang melewati jembatan ini, maka dari itu nama jembatannya mengambil dari nama Siti Nurbaya ini. Nah, sungai di bawah jembatan ini bukanlah sungai yang sepi karena diisi oleh wisata tepi sungai dan banyak kapal boat wisata yang bersandar. Jadi wisata tepi sungai nya itu seperti ada pedestrian yang lebar untuk menikmati suasana senja di tepi sungai ini. Kapal - kapal yang merapat disini biasanya kapal yang digunakan untuk mengantar penduduk pergi ke kepulauan Mentawai, tetapi ada juga kapal logistik.






Nah, untuk mengambil penumpang kapal  - kapal ini biasanya datang ke pelabuhan dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau lain, jadi ini adalah tempat parkir kapal - kapal. Nah, kalau malam anda bisa berkunjung ke bagian atas jembatan untuk menikmati bagian atas jembatan. Nah, saat tiba di bagian atas jembatan saya kaget karena diisi penuh dengan orang - orang yang nongkrong beli pisang bakar atau jagung bakar dan duduk - duduk di tepi jembatan. Nah, paling unik adalah tempat parkir mobilnya langsung di tepi jalan tepat di depan penjualnya sehingga menyebabkan jalanan macet, apalagi saat malam minggu, sehingga kalau sudah malam minggu bisa dipastikan kita harus parkir di bawah jembatan karena bagian atas jembatan hanya bisa dilewati satu lajur saja saking padatnya. Nah, dari bagian atas jembatan kita bisa melihat suasana sungai yang diisi oleh kapal - kapal dan suasana perbukitan yang diisi oleh rumah - rumah penduduk. Jangan lupa bawa jaket kalau tidak tahan angin malam karena biasanya ada angin malam, nikmatilah suasana malam kota Padang disini.
Read more!

27 Desember 2014

Pantai Air Manis: Melihat Batu Malin Kundang


Sore - sore paling enak mengunjungi tempat yang pas untuk melihat sunset. Nah, kali ini saya mengunjungi sebuah tempat yang tidak hanya pas untuk melihat sunset tetapi juga ada sejarah yang sangat terkenal disini. Nama tempat ini adalah pantai air manis dengan sejarah malin kundang, semua anak pasti tau kan sejarah malin kundang. Malin kundang adalah anak yang durhaka kepada ibunya sehingga dikutuk menjadi batu di atas kapalnya. Perjalanan menuju pantai air manis tidak terlalu jauh dari pusat kota Padang, tetapi jangan mengira perjalanan menuju pantai ini dilewati dengan jalan yang mulus - mulus saja, pantai air manis terletak di balik gunung padang sehingga kita harus melewati gunung yang lebih tepat disebut bukit tersebut agar bisa sampai di pantai air manis. Anda harus mempersiapkan kendaraan anda dengan baik karena jalan melewati gunung ini cukup ekstrim, ada jalan tanjakan yang kemiringannya sekitar 45 derajat sehingga mobil harus mengambil ancang - ancang terlebih dahulu agar bisa melewati tanjangan ini. Selain itu juga ada tanjakan yang berkelok - kelok di jalanan sempit ini sehingga anda harus berhati - hati jika berpapasan dengan kendaraan lain.








Sampai di pantai kita disambut dengan beceknya pintu masuk pantai, mobil harus pintar memilih jalan agar tidak terjebak lumpur. Nah, paling unik adalah tempat parkirnya karena mobil langsung diparkir di tepi pantai, bukan di tempat parkir biasa, hal ini bisa dilakukan karena pasir pantai disini cukup keras dan berwarna coklat sehingga tidak membuat mobil terperosok. Pantai air manis ini cukup panjang dan ada 2 lokasi menarik yang bisa dikunjungi, yaitu batu malin kundang dan pulau pisang yang terletak di daerah yang berlawanan. Pulau pisang adalah pulau kecil yang terletak sangat dekat dengan pantai sehingga kita bisa berjalan kaki kesana ketika surut, tetapi saat saya datang air laut sudah pasang sehingga saya tidak bisa menyeberang kesana. Nah, saya pun pergi ke batu malin kundang dengan melewati pedagang souvenir terlebih dahulu. Saat melihat batunya saya langsung takjub, memang benar - benar berbentuk manusia. Di area sekitar patung manusia tersebut ada batu yang berbentuk seperti kapal laut lengkap dengan tali tampar dan tong nya, sehingga jika dilihat dari atas malin kundang ini bersujud di atas kapalnya, menarik sekali bukan. Harga tiket masuk disini adalah 5000 rupiah per orang plus ongkos parkir mobil tentunya.
Read more!

Museum Adityawarman: Tempat untuk Menyimpan Apapun Tentang Minangkabau


Setelah mengisi perut dan beristirahat sebentar di penginapan, saya dan keluarga pun melanjutkan perjalanan ke sebuah tempat yang letaknya ada di tengah kota Padang, namanya Museum Adityawarman, letaknya ada di jalan Diponegoro. Nah, saya kesini saat sudah menjelang sore sekitar pukul 15.30 sehingga hanya ada segelintir orang yang mengunjungi museum ini, saya kira bakalan ramai karena tanggal merah. Hanya dengan 2000 rupiah kita bisa langsung masuk ke dalam area museum ini. Nah, ketika masuk anda tidak langsung masuk ke dalam bangunan melainkan akan melewati taman terlebih dahulu, namanya taman melati. Taman melati tidak hanya berisi bunga - bunga tetapi juga ada monumen yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia untuk merdeka, tergambar dari relief yang ada di bagian bawah monumen. Nah, di taman ini kita juga disuguhi oleh patung Uda dan Uni yang sedang berdiri seolah - olah sedang menyambut setiap pengunjung yang datang.











Nah, tangga menuju bagian dalam museum juga menarik untuk dilihat karenat terdapat kolam di bagian bawah tangga, terdapat patung yang ada di atas kolam. Dari luar sangat jelas terliat bahwa bangunan museum ini adalah bangunan rumah Gadang sehingga sangat pas untuk foto di bagian depan bangunan. Masuk ke dalam kita bisa memilih masuk ke ruangan sebelah kiri atau kanan terlebih dahulu, bagian kanan bangunan berisikan serba - serbi tentang pernikahan dan adatnya dalam adat Minang. Sebelah kiri bangunan terdapat senjata - senjata dan peralatan yang ada dalam sejarah Minang jaman dahulu. Nah, masuk ke lantai bawah terdapat ruangan yang berisi kitab - kitab yang ditemukan di daerah Sumatera Barat, lalu ada miniatur rumah - rumah adat yang ada di daerah Minang, ada juga ruangan yang berisi alat musik jaman dahulu. Nah, ada halaman depan ada juga halaman belakang yang lebih kecil. Halaman belakang ini berisi patung Adityawarman yang cukup tinggi. Nah, saat di pintu keluar kita bisa melihat pajangan kereta kuda jaman dahulu dan semacam bangunan untuk menyimpan padi, saya tidak tahu fungsinya, hehehe.
Read more!

26 Desember 2014

Soto Garuda: Soto Daging Lezat di Padang


Padang, ibukota provinsi Sumatera Barat. Tulisan saya kali ini akan mengawali posting tentang perjalanan saya di kota Padang dan sekitarnya. Tiba di bandara internasional Minangkabau, rasa lapar langsung menghinggap karena belum sarapan dan ini sudah siang, akhirnya saya membuka list tempat makan yang harus saya kunjungi selama menjelajah Padang ini. Nah, tempat makan pertama yang saya kunjungi adalah Soto Garuda yang terletak di jalan S Parman nomor 112 Padang, ada cabang lain yaitu di Jalan Pattimura nomor 15 Padang, keduanya sama - sama mempunyai area yang luas sehingga sangat nyaman ketika berkunjung kesini. Ada 2 macam ruangan yang bisa dipilih disini, yaitu ruang biasa dengan kipas angin sebagai pendinginnya atau ruang ber AC yang lebih sejuk dan pastinya dilarang merokok di ruangan ber AC ini. Saya dan keluarga saya pun memilih ruangan ber AC karena kursinya yang bisa menampung banyak pengunjung, kalau di luar ada sih tapi saat itu masih ramai.







Menu yang saya pesan adalah soto daging plus nasi dan es jeruk. Tidak lama menunggu makanan pun datang dan saya kaget karena nasinya yang tidak terlalu banyak sehingga saya memesan satu nasi lagi agar kenyang, maklum abis perjalanan panjang. Nah, uniknya dari soto garuda ini adalah isinya yang berbeda dengan soto yang ada di daerah asal saya, soto Garuda berisi kentang, potongan kecil daging sapi, bihun, dan kerupuk yang disajikan secara terpisah dengan nasinya, memang hanya jawa timur yang penyajian sotonya langsung dicampur nasi dengan kuahnya. Kuahnya yang gurih membuat saya harus menambahkan sambal agar ada rasa pedas dalam kuah sotonya. Rasa yang nikmat membuat saya bisa menghabiskannya dengan cepat. Selain soto disini juga menyediakan makanan yang lain seperti tahu kecap dan gado - gado. Nah, soal harga jangan kaget ya, seporsi soto daging plus nasi dipatok dengan harga 28 ribu dan es jeruk yang saya pesan dipatok dengan harga 13 ribu. Tidak ada salahnya anda mencoba soto ini selagi anda di Padang.
Read more!

17 Desember 2014

Pepper Lunch: Restoran Jepang yang Bisa Ditemukan Dalam Mall


Review kuliner kali ini akan membahas tentang restoran modern yang ada di kota - kota besar di Indonesia. Sebenarnya kunjungan saya kesini tidak disengaja karena saudara saya kebetulan ada di Surabaya dan mengajak saya untuk makan siang di Galaxy Mall, nah saat itu saya sedang penasaran makanan apa sih yang ada di Pepper Lunch ini karena dari dulu pingin coba makan disini tapi apa daya dompet tak mampu, nah berhubung kali ini saya tidak mengeluarkan isi dompet akhirnya kesampaian juga makan di Pepper Lunch ini. Pepper Lunch ini kalau di Surabaya hampir ada di semua mall kelas atas seperti Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, dan Ciputra World. Hasil dari browsing saya di internet menyebutkan bahwa Pepper Lunch ini berasal dari Jepang, berbeda dengan dugaan saya bahwa restoran ini dari Amerika karena namanya menggunakan bahasa inggris. Nah, beda mall maka setting tempat Pepper Lunch nya pun juga berbeda, kalau di Tunjungan Plaza Pepper Lunch berupa restoran dengan meja yang ada di dalam restoran, sedangkan di Galaxy Mall Pepper Lunch hanya berupa stand dan kita hanya memesan di stand nya sehingga kita menikmati makanannya ya di area food court.







Nah, saat itu saya memesan Salmon Chicken Pepper Rice dan milo karena itu makanan yang menurut saya masih terjangkau. Makanan dan minuman tersebut bisa ditembus dengan harga 68 ribu, wah saya langsung membayangkan jika uang sebesar itu digunakan untuk makan penyetan di daerah tempat tinggal saya bisa untuk makan sekeluarga dengan banyak lauk ya, hehehe. Nah, setelah menunggu sebentar makanan pun datang dan suara khas hot plate pun langsung terdengar. Saking panasnya sampai diberikan kertas pembatas agar pembeli tidak menyentuh hot platenya. Ternyata piring yang digunakan dalam penyajian adalah hot plate meskipun makanan yang saya pesan berupa nasi. Salmon yang disajikan masih mentah sehingga dengan panasnya hot plate tersebut sedikit demi sedikit salmonnya menjadi agak matang. Nah, saya adalah orang yang tidak bisa makan dalam kondisi panas, apalagi panas seperti hot plate ini, sehingga saya harus menunggu lama untuk bisa makan dengan tenang. Nah, rasa yang disajikan pun enak lah ya, tidak perlu ditanyakan lagi, hanya saja untuk ukuran mahasiswa seperti saya isi dari makanan tersebut dan harganya hanya bisa ditebus kalau dibayari saja, kalau saya beli sendiri ya harus puasa seminggu dulu, hehehe.
Read more!

Ketoprak Mang Ucup: Tak Perlu Jauh - Jauh ke Jakarta Buat Makan Ketoprak


Kuliner kali ini akan membahas makanan yang ada di Surabaya. Meskipun letaknya di Surabaya tetapi asal makanan ini bukan dari Surabaya, melainkan dari Jakarta. Nama dari tempat makan ini adalah ketoprak mang Ucup, letaknya ada di jalan Ketabangkali 51 A Surabaya, dekat dengan balaikota Surabaya. Nah, buat orang jawa timur ketoprak identik dengan drama komedi jaman dulu yang biasanya dimainkan saat - saat ada acara tertentu, nah ketoprak di jakarta memiliki arti yang berbeda. Ketoprak di Jakarta adalah sejenis makanan mirip gado - gado yang biasa dijajakan mulai dari kaki lima hingga depot kalau di asalnya sana. Nah, setelah saya browsing ternyata di Surabaya juga ada penjual ketoprak yang cukup tenar, ya ketoprak mang ucup ini, jadinya saya bersama teman saya mengunjungi ketoprak ini saat jam makan siang. Ketoprak mang ucup ini memiliki 2 cabang, yaitu di jalan walikota mustajab dan di jalan raya nginden samping hotel Narita sehingga buat kamu yang tidak sempat ke daerah balaikota sini bisa mencobanya di 2 cabang tersebut. Saat saya datang kondisi warung dalam keadaan sepi, cukup menguntungkan sih.






Saya sendiri memesan ketoprak jakarta dan minuman ketan duren. Harga ketoprak jakarta adalah 15 ribu dan harga ketan durennya 12 ribu, jadi sekali makan saya menghabiskan isi dompet 27 ribu. Nah, yang membuat saya tertarik adalah tampilan dalam warungnya, sangat menarik. Nuansa masa lampau bangunan jakarta sangat terasa di dalam warungnya, membuat pengunjung nyaman ketika makan disini. Saat makanan datang hal pertama yang menjadi perhatian saya adalah adanya bihun yang diletakkan di bagian atas, biasanya kalau gado - gado hanya ada kerupuknya, kalau ketoprak ternyata ada bihunnya. Isi ketoprak tidak jauh berbeda dari gado - gado, hanya saja sayurannya lebih sedikit. Dari rasa bumbu kacangnya saya menjadi ingat bahwa orang - orang bilang kalau bumbu dari jawa timur itu adalah bumbu yang paling nikmat karena rasanya yang nendang, saya membuktikannya disini. Sebenarnya bumbu kacangnya sih enak, tapi tetap lebih enak bumbu gado - gado khas jawa timur. Rasa ketan durennya pun tidak kalah enak, rasa durennya sangat melekat dalam ketan yang dituang kuah santan. Oke, buat kamu yang lagi kangen makanan jakarta tempat ini menjadi tempat yang layak untuk dicoba.
Read more!

16 Desember 2014

Keunggulan SSD Dibandingkan dengan HDD


Sudah lama tidak menulis tentang teknologi membuat saya ingin menuliskan tentang teknologi kembali. Nah, saat ini yang sedang menjadi tren adalah mengganti harddisk bertipe HDD (Hard Disk Drive) menjadi harddisk bertipe SSD (Solid State Drive), terutama laptop lama yang telah uzur. Saya pertama kali mengenal SSD adalah ketika melihat brosur laptop yang tipis - tipis, dalam spesifikasinya selalu tertulis SSD dan hampir pasti kapasitas harddisknya sangat kecil, saat itu saya belum sadar bahwa SSD adalah media penyimpanan yang memang berbeda dengan harddisk konvensional yang telah lama beredar. Ciri - ciri dari laptop yang media penyimpanannya menggunakan SSD adalah selalu ada di laptop yang sangat tipis, kemudian memorinya yang kecil, kemudian harganya yang mahal, berbeda jauh dengan laptop yang menggunakan HDD dimana media penyimpanannya besar dan harganya terjangkau. Memang memori kecil dan harga yang lebih mahal ini sebanding dengan banyak kelebihan lain yang dimiliki oleh SSD, berikut adalah kelebihan - kelebihan dari SSD:


1. Waktu booting lebih cepat

Dengan teknologi terbaru yang tidak menggunakan piringan ini waktu yang digunakan oleh SSD lebih cepat dibandingkan HDD. Sebagai contoh SSD lebih cepat melakukan booting daripada HDD dengan tipe OS dan spesifikasi komputer yang sama, maka dari itu biasanya orang yang ingin menggunakan SSD tapi tidak punya cukup uang maka dia akan membeli SSD berukuran kecil yang hanya digunakan untuk drive C: yang berfungsi sebagai tempat install OS agar booting bisa berlangsung lebih cepat.
2. Tidak bising
HDD menggunakan piringan sehingga harus berputar dan menimbulkan suara bising yang agak mengganggu, nah teknologi SSD ini tidak menggunakan piringan sehingga tidak menimbulkan suara seperti layaknya flashdisk
3. Ukuran lebih ramping
Ukurannya yang kecil membuat SSD biasa digunakan pada laptop yang berukuran tipis, hal ini berkat tidak adanya piringan dan pembacanya yang ada pada HDD
4. Tahan Guncangan
Seperti layaknya flashdisk, SSD lebih tahan guncangan karena tidak ada rotasi dari piringan dan gerakan - gerakan yang sangat berpengaruh terhadap media penyimpanan.
Demikianlah review dari keunggulan SSD dibandingkan HDD, ramalan saya beberapa tahun lagi semua laptop akan menggunakan SSD dengan semakin murahnya harga SSD layaknya penurunan harga flashdisk yang sangat cepat ini.
Read more!

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Museum yang Berisi Peninggalan Sriwijaya


Seperti yang saya tulis sebelumnya, kawasan wisata Palembang terpusat pada satu daerah saja yang terletak di tepi sungai musi, nah setelah mengunjungi benteng Kuto Besak, saya melanjutkan perjalanan saya ke museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang terletak tidak jauh dari sana. Museum ini memamerkan berbagai koleksi mulai dari arkeologi, etnografi, biologi, seni, mata uang, dan tempat oleh - oleh khas Sumatera Selatan. Nah, di museum ini kita bisa melihat replika sisa sejarah dari masa lalu seperti prasasti kedukan bukit, patung Budha dan Ganesha Amarawati, dan peninggalan - peninggalan Swirijaya masa lampau. Ruangan di dalam museum ini terbagi menjadi beberapa ruangan, yang pertama adalah ruangan depan yang berisi toko oleh - oleh dan replika dari prasasti kedukan bukit, prasasti boom baru, prasasti talang tuo, dan arca awalokiteswara. Ruangan ini juga berisi peta yang menceritakan perjalanan dari China ke Sriwijaya yang dibuat oleh anak buah Laksamana Cheng Ho yang berasal dari China. Ruangan kedua berisi contoh 4 jenis huruf yang masuk ke Palembang, yaitu huruf Pallawa, huruf Kaganga, huruf Melayu, dan huruf Latin.
















Ruangan ketiga berisi macam - macam furniture dari jaman kesultanan yang merupakan kebudayaan kota, contohnya adalah meja dan kursi jaman dulu, disini juga ada lemari dari kayu jati dengan ukiran khas Palembang. Ruangan keempat berisi macam - macam uang Indonesia, dari jaman VOC sampai uang yang beredar saat ini. Ruangan kelima ini terdapat alat tenun, alat dapur, alat - alat pernikahan, khitanan, dan ngaja. Ruangan keenam terdapat 2 macam pakaian pengantin yaitu adat Melayu-China dan adat Melayu-Jawa, disana juga terdapat contoh tempat pelaminan dan contoh kamar pengantin adat Palembang. Ruangan terakhir adalah ruangan yang berisi makanan khas Palembang seperti Pempek. Nah, berbagai macam barang yang dipamerkan ini tidak membuat orang - orang bosan untuk melihatnya karena barang - barang yang dipajang tersebut sangat menarik. Saja jadi ingat saat saya SD diajari soal sejarah Swirijaya dan sekarang saya ada di dalam museum yang membahas tentang itu. Mempelajari sejarah merupakan hal yang sangat menarik jika disajikan seperti ini, jadi datanglah kesini jika anda sedang ada di Palembang.
Read more!
badge