20 Januari 2014

Trip to Monumen Kapal Selam dan Tugu Surabaya



Setelah melihat suasana religi di Ampel, perjalanan saya berlanjut ke monkasel yang merupakan singkatan dari monumen kapal selam. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya ke tempat ini, tetapi ini kali pertama saya ke tempat ini dan bawa kamera. Monumen ini tidak susah untuk menjangkaunya karena terletak persis di tengah kota. Saya datang kesini sekitar pukul 1 siang, karena bukan hari libur maka monkasel tidak ramai pengunjung saat saya datang, ini adalah saat yang tepat untuk hunting foto yang bagus karena tidak ada orang lain yang nampang di foto saya,hehehe.








Tiket masuk monkasel cukup murah, yaitu 8000 saja sekali masuk. Kegiatan saya disini diawali dengan mencari spot foto yang bagus dengan referensi di google images, tetapi sayangnya ada spanduk - spanduk yang menghalangi landspace kapal selam, jadi nya foto saya diambil dari spot yang tidak maksimal. Setelah puas foto - foto, saya pun masuk ke dalam lambung kapal. Di dalam sini sempit sekali, banyak sekali pipa dan kabel yang menempel di dinding kapal. Untuk sekedar tidur saja susah sekali disini. Ada 6 ruangan yang ada disini dan dibatasi oleh pintu yang berbentuk lingkaran, jadi kalau pindah antar ruangan harus nunduk - nunduk.








Setelah puas di dalam kapal, kami pun berniat untuk menonton video rama yang menceritakan tentang sejarah monkasel. Tetapi karena masih 1 jam menunggu, saya sempatkan untuk pergi ke skate park dahulu untuk melihat monumen sura&baya yang ada disitu. Sebenarnya tempat ini akan cantik jika dikunjungi malam hari, tetapi karena kesempatan saya kesini sore hari seperti ini, yasudalah. Tempat ini selain ada monumen juga ada arena skatepark yang digunakan untuk anak - anak muda yang bermain sepeda BMX atau skateboard. Saat saya disini ada banyak anak kecil yang bermain. Andaikan saja sungainya bening, maka tidak kalah tempat ini dengan yang ada di singapura dan australia. Setelah mendekati pemutaran film, saya kembali ke monkasel.








Film ini mengisahkan tentang sejarah pertahanan laut Indonesia, ya karena kapal selam merupakan kendaraan perang di laut jadi ada hubungannya lah. Nah selama pemutaran film ada banyak sekali gambar yang menunjukkan monumen jayamahe, jadi teringat tadi pagi ketika kami ditolak masuk kesana. Setelah menonton film kami pun berencana pulang. Nah saat keluar ini ternyata pengunjungnya banyak sekali di luar, sepertinya ada rombongan wisata yang datang. Untung saja ketika saya kesini tidak sampai 10 orang yang berkunjung, jadinya bisa foto sepuasnya. Karena hari sudah petang dan sepertinya akan datang hujan, kami pun pulang untuk beristirahat.

3 komentar:

badge