24 Januari 2014

Goa Gong: Goa dengan Batuan yang Bisa Berbunyi


Setelah puas menikmati indahnya pantai klayar, kami pun melanjutkan perjalanan ke gua gong. Gua gong dan pantai klayar hanya berjarak beberapa kilometer saja ke arah jalan raya, jadi jika pulang dari klayar ke pacitan pasti melewati goa gong ini. Ketika masuk Pacitan beberapa jam yang lalu, ada papan besar dari pemerintah yang bertuliskan selamat datang di kota 1001 goa, jadi tidak heran kalau ada banyak wisata goa disini, hal ini didukung oleh lokasi geografis pacitan yang bergunung - gunung, hanya pusat pemerintahannya saja yang ada di pesisir pantai. Rupanya pengunjung goa gong tidak terlalu banyak ketika saya sampai di tempat parkir, tidak heran karena ini bukan merupakan musim liburan, keuntungan buat kami juga karena kami bisa leluasa untuk menikmati tempat wisata ini. Hujan cukup deras pun menyambut kami.





Tiket masuk ke goa ini cukup murah, yaitu 5000 rupiah saja. Setelah membeli tiket kami pun pergi ke tempat masuk ke goa. Ternyata untuk masuk ke goa kami harus naik ke perbukitan di atas sana, karena musim hujan banyak yang menyewakan payung dan senter disini, ada juga yang menawarkan untuk jadi pemandu, kami pun menyewa semuanya. Jadi pemandu ini bertugas untuk menceritakan seluk - beluk tentang munculnya goa ini. Karena ada di daerah, pasti ada unsur mistis di dalam ceritanya. Ada 4 mata air yang muncul di dalam goa ini, munculnya pun tidak serta merta muncul, penemunya dulu harus bertapa di dalam sini agar mata air ini muncul. Dan saya baru tahu bahwa bukit tempat goa ini ada adalah bukit milik pribadi, jadi milik seseorang. Biasanya kalau pengusaha kan punya pulau, kalau disini punya bukit, luar biasa. Saat ini tempat ini tidak lagi menjadi barang pribadi, tetapi sudah menjadi tempat wisata umum.





Ketika masuk ke dalam goa yang tampak adalah keindahan ciptaan Tuhan, luar biasa bagusnya. Goa ini terdiri dari 6 ruang atau zona, saya tidak tahu kenapa kok dibagi - bagi seperti itu. Kedalaman goa dari masuk hingga titik terendah adalah 300 meter, sebenarnya ada yang lebih rendah lagi, tetapi tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Jadi goa ini mengingatkan saya akan goa maharani di lamongan, tetapi lebih bagus goa gong ini. Ketika memasuki ruang ketiga, kita akan disuguhkan oleh pemandangan luar biasa, langit - langit yang begitu tinggi dengan stalaktit dan stalakmit yang menjuntai membuat mata tidak bosan melihat sekeliling. Lampu warna - warni menyorot stalaktit dan stalakmit sehingga terlihat indah. Ada beberapa stalaktit yang ketika dipukul akan keluar bunyi seperti gong, ada juga stalaktit yang ketika di terangi cahaya maka cahaya itu akan tembus ke balik batu tersebut, sungguh indah.





Sayangnya saya tidak bisa memaksimalkan kamera saya untuk mengabadikan keindahan goa ini karena disini sangat gelap, yang terang hanya bebatuannya saja. Dari atas kita bisa melihat jalan yang akan kita lewati di bawah karena begitu tingginya langit - langit. Karena fasilitas yang sudah bagus, maka pengunjung bisa menikmati dengan nyaman, tetapi tetap saja jalan untuk pengunjung hanya cukup untuk 2 orang berjajar saja. Saya tidak membayangkan bagaimana berdesakannya kalau sudah musim liburan, untung saja saya datang saat sepi seperti ini. Saat disini kita harus berhati - hari karena banyak air yang menetes membuat jalannya licin. Setelah puas kami pun kembali ke Pacitan untuk beristirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge