20 Januari 2014

Wisata Religi Ampel : dari belanja sampai ziarah


Oke, liburan telah tiba. Seperti biasa, awal - awal liburan seperti ini saya menyempatkan beberapa hari saya untuk menjelajahi wisata di kota Surabaya ini. Sebenarnya tujuan awal dari adalah monumen jelesveva jayamahe yang ada di ujung utara kota Surabaya. Untuk ke monumen ini harus masuk ke kawasan TNI AL terlebih dahulu, pos utama dilewati dengan lancar, tetapi setelah masuk pos kedua tidak diperbolehkan masuk karena tidak ada kepentingan rombongan, jadi buat kamu - kamu yang kesini hanya untuk sekedar foto, jangan harap bisa masuk, udah gitu tadi hampir saja salah lajur ke lajur ke lajur khusus TNI, ada orang umum yang salah lajur langsung dimarahi habis - habisan, hmmm.



Setelah kecewa tidak bisa ke monumen jelesveva jayamahe, saya pun memutuskan untuk pergi ke wisata religi ampel yang tidak jauh dari sana. Jauh sebelum masuk daerah perdagangan saja sudah disambut dengan gapura megah yang bertuliskan wisata religi ampel. Setelah memarkirkan mobil, kami pun berjalan melewati pertokoan yang berjualan produk - produk religi, seperti kitab suci, kurma, sarung, mukenah, dan banyak lagi. Nah setelah melewati pertokoan ini kita akhirnya masuk ke pasar dalemnya, dimana tidak ada kendaraan yang bisa masuk, hanya pejalan kaki saja. Disini lebih riuh lagi dengan produk - produk religi. Kata teman saya sih kalau bulan puasa tidak akan bisa bergerak disini karena padat sekali. Jalan ini digunakan untuk menuju ke masjid ampel beserta makamnya.



Setelah melewati pasar akhirnya sampai juga di masjid ampel. Di dalam sini juga terdapat makam sunan ampel yang tersohor itu. Ternyata masjid ini terletak di tengah perkampungan padat, dan jalan menuju masjid ini dipenuhi oleh pedagang seperti yang saya ceritakan tadi. Meskipun bukan hari libur, masjid ampel ini tetap dipenuhi oleh para peziarah, tidak terbayang bagaimana ramainya kalau sudah hari libur atau ada hari raya besar agama Islam. Karena merupakan tempat yang banyak dikunjungi, banyak pula pengemis disini, sampai - sampai ada pengemis yang menarik - narik saya dengan memaksa. Selain berbagai macam produk religi, di sekitar sini juga banyak penjual makanan khas timur tengah seperti nasi kabuli, bagi pecinta masakan kambing pasti riang gembira ketika berjalan - jalan disini. Oke, wisata ampel pun berakhir dan berlanjut menuju ke tujuan selanjutnya, yaitu monkasel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge