24 Januari 2014

Sate Ayam Ponorogo H.Tukri Sobikun : Sate Kesukaan Pak Presiden


Dalam perjalanan pulang ke Surabaya, kami tidak lupa untuk mencicipi makanan khas daerah sekitar sini. Karena di Pacitan kami tidak menemukan, maka kami putuskan untuk berwisata kuliner di Ponorogo saja. Nah, sebelum sampai Ponorogo, perjalanan kami sempat tertahan di daerah rawan longsor yang sudah saya ceritakan di artikel pantai klayar. Jadi semalaman hujan deras mengakibatkan tanah longsor (lagi), sehingga jalan perlu diperbaiki dan kendaraan saya berhenti sekitar 1 jam menunggu perbaikan jalan. Selama berhenti ini saya gunakan untuk tidur karena badan saya yang sudah sakit. Setelah satu jam, jalan dibuka kembali dan kami melanjutkan perjalanan ke Ponorogo. Dengan berbekal google maps, kami mencari dimana tempat setral sate berada.


Rupanya kalau di Ponorogo ini penjual sate yang terkenal ada di satu gang bernama gang sate, ada berbagai penjual sate disini, sepertinya satu sama lain masih ada hubungan darah. Penjual sate yang saya kunjungi adalah H.Tukri karena menurut google sate ini yang paling terkenal. Benar saja, ketika masuk ke dalam, ada banyak foto orang - orang terkenal, dan salah satunya bapak Presiden kita tercinta. Saat itu hanya kami saja pelanggan yang datang, mungkin karena masih hari kerja dan belum jam makan siang. Kami pun memesan sate 1 porsi untuk 1 orang. Kejutan pun datang ketika pesanan datang, 1 porsi isinya banyak sekali, lontongnya juga besar - besar, bumbunya juga banyak.


Kami pun mulai untuk melahap sate satu demi satu. Awal - awal makan masih bersemangat, tetapi lama kelamaan sudah tidak kuat, padahal masih ada beberapa tusuk sate, akhirnya makan pun diperlambat. Satu porsi sate disini harganya 22 ribu, sesuai lah dengan jumlah nya dalam satu porsi. Letak gang sate ini tidak jauh dari pusat kota, sehingga mudah untuk dicari. Kalau ingin membungkus sate ini bisa tahan agak lama karena bumbu tidak langsung dicampur ke satenya dan pembungkusnya pun menggunakan besek seperti tape. Setelah kenyang sate, kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge