13 Februari 2014

Indonesia Pusaka: Rasa Cinta Tanah Air dan Pariwisata Indonesia


Pariwisata Indonesia akhir - akhir ini lagi naik daun, kayak sih gara - gara peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang menyebabkan meningkatnya masyarakat ekonomi menengah, itu kalau dilihat dari sisi secara umum. Kalau dari sisi pandangan saya sih ada juga andil acara - acara wisata yang sekarang sedang marak di televisi, apalagi kalau hari minggu, wisata - wisata tersebut mengunjungi banyak tempat wisata di Indonesia. Belum lagi peran youtube, ada video professional dan video amatir yang menampilkan wisata di Indonesia, ada juga komunitas - komunitas yang juga turut berperan andil dengan kegiatan - kegiatannya. Indonesia kaya akan wisata alamnya, dengan semakin banyaknya pengunjung wisata alam itu, maka banyak pula kerusakan yang ada di alam itu, mulai banyak bermunculan berita - berita tentang kerusakan alam, salah gencarnya pariwisata Indonesia? tidak juga.


Harapan saya sih dengan semakin gencarnya wisata Indonesia juga semakin meningkatkan rasa cinta tanah air kita. Dengan semakin banyak tempat wisata yang dikunjungi berarti masyarakat semakin tahu akan kekayaan negara kita tercinta ini. Ketika kita berkunjung ke negara lain seharusnya kita mempromosikan negara kita ini dengan memuji - muji kelebihan Indonesia dan tidak menceritakan kejelekan yang ada di Indonesia. Seringkali ketika orang Indonesia berkunjung ke negara maju maka orang Indonesia itu takjub akan negara maju tersebut dan menjelek - jelekkan negaranya sendiri, itu yang tidak kita harapkan. Dengan menjelekkan negara kita sendiri maka sama saja dengan menjelekkan diri kita karena kita merupakan warga negara Indonesia. Ngomong - ngomong cinta tanah air saya jadi ingat sebuah lagu yang membuat saya terenyuh ketika mendengarkannya. Coba baca baris demi baris dan direnungkan, lagu ini dalem banget broo. Judul lagu ini adalah Indonesia Pusaka yang diciptakan oleh Ismail Marzuki. Coba tiap malem dengerin lagu ini, mungkin kita akan sangat bangga terhadap Indonesia. berikut lirik dan video nya :

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi



Sekian
Read more!

08 Februari 2014

Richeese Factory: Fried Chicken dengan Saos Keju


Biasanya sih wisata kuliner ini berisi tentang makanan terkenal yang hanya ada di tempat tertentu saja. Tetapi karena tempat ini lagi happening banget, jadinya saya tertarik untuk mengunjungi tempat ini. Sebenarnya makanan yang dijual sudah umum, terlalu umum malah, tetapi yang bikin berbeda dengan tempat lain adalah saosnya yang terbuat dari keju. Nama tempat ini adalah richeese factory, bagi yang suka nonton iklan di TV pasti gak asing kan dengan nama richeese, makanan ringan serba keju, ada wafer keju sampai pasta keju. Nah, ternyata richeese ini melebarkan sayap dengan membuka tempat makan. Ketika pertama kali mendengar dalam bayangan saya disini makanan yang disediakan serba keju, tidak terbayang waktu itu kalau keju tersebut ternyata menjadi saos untuk fried chicken. Di Surabaya ada 4 tempat richeese factory, dan semuanya ada di pusat perbelanjaan. Pertama ada di Cito, lalu di royal plasa, lalu ada lagi di maspion square, dan yang terakhir ada di BG Junction.



Tempat yang saya kunjungi adalah yang di royal plasa karena kepikiran pergi kesini sesaat sebelum lewat royal plasa. Letaknya ada di lantai 3, tepatnya di food court. Lokasi yang dipilih oleh richeese factory royal plasa ini adalah lokasi yang paling strategis, karena berada di tepian kaca tembus pandang sehingga pengunjung bisa makan sekalian melihat city view kota Surabaya. Disini ada berbagai macam menu, jenis menunya pun tidak jauh berbeda dengan KFC atau MCD. Karena saya belum sarapan, saya memilih untuk membeli ayam goreng. Menurut berbagai sumber di internet yang paling terkenal itu menu kentang gorengnya. Harga yang ditawarkan sekelas KFC dan MCD, cukup menguras kantong untuk mahasiswa rantauan seperti saya. 


Saat menikmati makanannya beserta saos kejunya ternyata rasanya enak, saos kejunya cocok dengan ayam goreng. Saran saya sih ambil juga saos sambal biasa agar rasanya tidak keju keju banget, masih ada pedasnya. Setelah makan besar, saatnya menikmati kentang goreng yang menggoda di depan mata. Pantas saja harganya 20 ribu, ternyata porsinya cukup besar. Rasa kentang dan keju bisa menyatu dengan baik, sepertinya telah melewati riset bertahun - tahun. Saya datang kesini sekitar pukul 10 pagi, jadi saya adalah pembeli pertama disini, enak sekali tidak perlu mengantri seperti kalau datang pada jam makan siang atau malam. Tempat ini patut dicoba, richeese factory dengan lokasi city view membuat nilai tambah dari tempat ini, apalagi bagi orang - orang yang jatuh cinta pada keju.
Read more!

07 Februari 2014

Trip to Pantai Balekambang : Tanah Lot Jawa Timur


Perjalanan kali ini tidak jauh berbeda dengan perjalanan sebelumnya, saya akan mengunjungi pantai. Pantai ini sudah sangat terkenal sejak jaman dahulu di daerahnya, sebelum pantai - pantai baru meroket ketenarannya. Ada yang bilang pantai ini punya kembaran di Bali sana, letaknya pun berada di daerah wisata Jawa Timur. Ya, ini adalah pantai Balekambang yang ada di Malang selatan. Pantai ini terkenal dengan pulau kecilnya yang diatasnya berdiri sebuah pura, seperti yang ada di Tanah Lot Bali. Saya berangkat bersama 7 teman saya dari Surabaya sekitar pukul 10 malam. Mengapa berangkat malam ? karena saya ingin sampai di pantai ketika masih pagi, sehingga cuaca masih cerah di tengah musim hujan seperti ini. Jadi di Malang stay terlebih dahulu selama beberapa jam, lepas shubuh baru melanjutkan perjalanan ke pantai Balekambang ini.







Sekedar info aja, di Malang selatan ini ada beberapa pantai, yaitu sendang biru, goa cina, bajul mati, ngliyep, dan Balekambang ini. Ada juga sih pantai - pantai lain yang belum terkenal, tetapi masih belum ada penunjuk jalan. Nah, dari kota Malang arah ke pantai sendang biru, goa cina, dan bajul mati itu searah, jadi kalau mau kesana ikuti saja penunjuk arah ke pantai sendang biru yang paling terkenal diantara ketiganya, baru setelah dekat ada penunjuk jalan ke dua pantai lain. Sedangkan jika ingin ke pantai ngliyep dan balekambang itu searah juga, karena sama - sama terkenal mana dari jarak yang cukup jauh sudah ada penunjuk jalan ke arah keduanya. Dari segi jarak sebenarnya pantai Balekambang itu termasuk pantai yang paling dekat dari kota, tetapi yang membuat waktunya sama saja dengan pantai lain adalah kondisi jalannya yang sangat jelek, batuan - batuan besar yang ada di bawah aspal sudah keluar dari dalam dan ada di permukaan jalan, sehingga mobil harus berjalan dengan sangat pelan.







Ada 2 jalur yang bisa ditempuh untuk ke Balekambang ini, lewat Kepanjen atau lewat gondanglegi, saran saya sih lewat gondanglegi saja karena jalan jeleknya tidak sebanyak kalau lewat Kepanjen. Kami sampai disini sekitar pukul 7 pagi, loket belum buka dan kami bisa langsung masuk ke dalam pantai. Jika belum pernah ke Balekambang saran saya setelah masuk jangan langsung parkir di dekat tempat masuk sana, ikuti saja jalan beraspal sampai mentok ke daerah yang paling strategis. Karena jarak parkiran dekat pintu masuk ke ujung jalan beraspal yang merupakan daerah paling strategis sekitar 2 km, cukup jauh. Kenapa daerah paling strategis ? karena disinilah terdapat pulau yang ada pura di atasnya dan ada banyak warung serta tempat ganti pakaian.










Saat pagi laut masih surut, sehingga kita bisa bermain air di bawah jembatan pulau itu. Ombak masih berhenti di tengah - tengah laut sana. Seperti yang saya duga, cuaca pagi ini cukup cerah karena biasanya mendung datang saat siang hari. Selain itu masih sepi karena jarang orang yang berkorban bangun sangat pagi demi menikmati pantai yang sepi. Untung saja sudah ada warung yang buka, sehingga kami bisa langsung sarapan disini. Di tempat kami makan harga yang ditawarkan cukup murah, tidak seperti harga makanan di tempat wisata yang biasanya seperti harga di pusat perbelanjaan. Setelah sarapan saya pun berganti celana pendek dan langsung main ke bibir pantai. Mungkin karena pantai ini sudah sangat terkenal dibandingkan pantai lain sehingga daerah parkiran mobil sampai mendekati pantai sangat kotor, berbeda dengan pantai - pantai yang masih sepi.

Setelah puas bermain di pantai kami lanjut ke atas jembatan yang menghubungkan dengan pulau. Jika sudah siang maka ombaknya bisa sampai membasahi kita meskipun kita ada di jembatan. Jika ke pulau sini saran saya agak siang saja karena ombaknya sudah besar dan kita bisa mendapatkan foto yang bagus dengan latar belakang ombak yang terpecah karena karang. Di pulau kita tidak bisa masuk ke dalam pura, hanya bisa di pelatarannya saja. Setelah capek dan puas kami pun mandi serta ganti baju untuk kembali ke kota. Sekitar pukul 10 kami keluar tempat wisata, tetapi sampai di loket ternyata sudah ada petugasnya. Saya kira tidak akan ditarik karcis karena saat masuk sudah ditarik karcis, ternyata ditanya sudah punya karcis apa belum, karena memang belum terpaksa kami membayar. Karena sudah daerah wisata lama, harga tiketnya mahal, 10 ribu per orang. Setelah itu kami pun kembali ke kota.
Read more!
badge