07 Februari 2014

Trip to Pantai Balekambang : Tanah Lot Jawa Timur


Perjalanan kali ini tidak jauh berbeda dengan perjalanan sebelumnya, saya akan mengunjungi pantai. Pantai ini sudah sangat terkenal sejak jaman dahulu di daerahnya, sebelum pantai - pantai baru meroket ketenarannya. Ada yang bilang pantai ini punya kembaran di Bali sana, letaknya pun berada di daerah wisata Jawa Timur. Ya, ini adalah pantai Balekambang yang ada di Malang selatan. Pantai ini terkenal dengan pulau kecilnya yang diatasnya berdiri sebuah pura, seperti yang ada di Tanah Lot Bali. Saya berangkat bersama 7 teman saya dari Surabaya sekitar pukul 10 malam. Mengapa berangkat malam ? karena saya ingin sampai di pantai ketika masih pagi, sehingga cuaca masih cerah di tengah musim hujan seperti ini. Jadi di Malang stay terlebih dahulu selama beberapa jam, lepas shubuh baru melanjutkan perjalanan ke pantai Balekambang ini.







Sekedar info aja, di Malang selatan ini ada beberapa pantai, yaitu sendang biru, goa cina, bajul mati, ngliyep, dan Balekambang ini. Ada juga sih pantai - pantai lain yang belum terkenal, tetapi masih belum ada penunjuk jalan. Nah, dari kota Malang arah ke pantai sendang biru, goa cina, dan bajul mati itu searah, jadi kalau mau kesana ikuti saja penunjuk arah ke pantai sendang biru yang paling terkenal diantara ketiganya, baru setelah dekat ada penunjuk jalan ke dua pantai lain. Sedangkan jika ingin ke pantai ngliyep dan balekambang itu searah juga, karena sama - sama terkenal mana dari jarak yang cukup jauh sudah ada penunjuk jalan ke arah keduanya. Dari segi jarak sebenarnya pantai Balekambang itu termasuk pantai yang paling dekat dari kota, tetapi yang membuat waktunya sama saja dengan pantai lain adalah kondisi jalannya yang sangat jelek, batuan - batuan besar yang ada di bawah aspal sudah keluar dari dalam dan ada di permukaan jalan, sehingga mobil harus berjalan dengan sangat pelan.







Ada 2 jalur yang bisa ditempuh untuk ke Balekambang ini, lewat Kepanjen atau lewat gondanglegi, saran saya sih lewat gondanglegi saja karena jalan jeleknya tidak sebanyak kalau lewat Kepanjen. Kami sampai disini sekitar pukul 7 pagi, loket belum buka dan kami bisa langsung masuk ke dalam pantai. Jika belum pernah ke Balekambang saran saya setelah masuk jangan langsung parkir di dekat tempat masuk sana, ikuti saja jalan beraspal sampai mentok ke daerah yang paling strategis. Karena jarak parkiran dekat pintu masuk ke ujung jalan beraspal yang merupakan daerah paling strategis sekitar 2 km, cukup jauh. Kenapa daerah paling strategis ? karena disinilah terdapat pulau yang ada pura di atasnya dan ada banyak warung serta tempat ganti pakaian.










Saat pagi laut masih surut, sehingga kita bisa bermain air di bawah jembatan pulau itu. Ombak masih berhenti di tengah - tengah laut sana. Seperti yang saya duga, cuaca pagi ini cukup cerah karena biasanya mendung datang saat siang hari. Selain itu masih sepi karena jarang orang yang berkorban bangun sangat pagi demi menikmati pantai yang sepi. Untung saja sudah ada warung yang buka, sehingga kami bisa langsung sarapan disini. Di tempat kami makan harga yang ditawarkan cukup murah, tidak seperti harga makanan di tempat wisata yang biasanya seperti harga di pusat perbelanjaan. Setelah sarapan saya pun berganti celana pendek dan langsung main ke bibir pantai. Mungkin karena pantai ini sudah sangat terkenal dibandingkan pantai lain sehingga daerah parkiran mobil sampai mendekati pantai sangat kotor, berbeda dengan pantai - pantai yang masih sepi.

Setelah puas bermain di pantai kami lanjut ke atas jembatan yang menghubungkan dengan pulau. Jika sudah siang maka ombaknya bisa sampai membasahi kita meskipun kita ada di jembatan. Jika ke pulau sini saran saya agak siang saja karena ombaknya sudah besar dan kita bisa mendapatkan foto yang bagus dengan latar belakang ombak yang terpecah karena karang. Di pulau kita tidak bisa masuk ke dalam pura, hanya bisa di pelatarannya saja. Setelah capek dan puas kami pun mandi serta ganti baju untuk kembali ke kota. Sekitar pukul 10 kami keluar tempat wisata, tetapi sampai di loket ternyata sudah ada petugasnya. Saya kira tidak akan ditarik karcis karena saat masuk sudah ditarik karcis, ternyata ditanya sudah punya karcis apa belum, karena memang belum terpaksa kami membayar. Karena sudah daerah wisata lama, harga tiketnya mahal, 10 ribu per orang. Setelah itu kami pun kembali ke kota.

1 komentar:

badge