29 Juni 2014

Bali Trip episode 2 : Kemegahan Monumen Perjuangan Rakyat Bali



Setelah mengunjungi pantai sanur dan mengisi tenaga dengan makan nasi campur, kami bergerak menuju ke Monumen Perjuangan Rakyat yang terletak di tengah kota Denpasar. Selama saya berwisata ke Bali dengan bis ketika SD dan SMP, sama sekali tidak pernah mengunjungi tempat ini, jadi ya kesempatan kali ini saya gunakan untuk mengunjungi monumen ini. Letaknya ada di kawasan Renon, kayaknya ini kawasan terkenal deh disini. Saat saya datang hanya ada sedikit pengunjung yang datang, mungkin karena masih hari Jumat jadinya orang berlibur belum pada datang. Tiket masuk yang ditawarkan cukup murah, saya pun tidak melewatkan kesempatan tiket yang lebih murah dengan menunjukkan kartu mahasiswa, dengan kartu mahasiswa cukup membayar 2 ribu saja per orang. Menurut saya ini adalah monas nya Bali karena dari luar terlihat tugu dan di dalam tugu tersebut ada museum yang menceritakan tentang sejarah Bali.





Ketika datang kemari hal pertama yang membuat takjub adalah desain dari bangunannya, penuh ukiran dan pastinya penuh makna. Dari luar saja sudah terlihat sangat indah, menunjukkan bahwa perjuangan rakyat jaman dahulu begitu gigih untuk mengusir penjajah. Kami pun foto - foto dulu di halaman monumen ini, baru setelah terasa kering karena sangat terik kita masuk ke dalam museumnya. Ada 2 bagian di dalam museum, yaitu bagian diorama dan bagian lantai puncak. Di dalam bagian diorama ada 20 lebih diorama yang ditampilkan dan diurutkan mulai dari jaman dahulu hingga jaman peperangan. Di samping diorama kita bisa keluar ruangan dan melihat - lihat teras monumen dan bisa melihat daerah sekeliling dari teras ini. Di dalam daerah diorama ini juga ada penjual souvenir mengenai monumen perjuangan rakyat, ada kaos sampai gantungan kunci.





Setelah mengitari ruang diorama, saya dan teman - teman berniat naik ke atas karena ada tangga putar di tengah - tengah bangunan. Ternyata ada syarat untuk naik ke atas, yaitu jika wanita sedang berhalangan dilarang untuk naik ke atas, saya lalu berpikir bahwa tempat di atas adalah tempat yang sakral. Setelah menaiki tangga putar yang cukup tinggi hingga membuat sedikit mata berkunang - kunang, ternyata ketika sampai di atas adalah ruangan puncak dari monumen ini, sehingga kita bisa melihat daerah sekitar Denpasar. Berhubung di Bali tidak boleh ada bangunan tinggi, maka jarak pandang dari puncak monumen ini cukup jauh meskipun monumennya tidak terlalu tinggi. Saya tidak tahu mengapa daerah ini terlarang untuk wanita yang sedang berhalangan, mungkin ada sesuatu di tempat ini. Oke, jika kamu pingin tahu sejarah Bali, maka tempat ini wajib kamu kunjungi.

3 komentar:

badge