11 Juli 2014

Museum Angkut: Serunya Jalan - Jalan di Museum Transportasi Terlengkap di Asia Tenggara


Puasa identik dengan bermalas - malasan ? ada orang yang menjawab benar, ada yang menjawab tidak, tetapi bagi saya puasa bukanlah alasan untuk tidak beraktifitas, apalagi untuk travelling, hehehe. Oke, kali ini saya mengunjungi tempat yang baru saja dibuka di kota Batu, namanya Museum Angkut, nama yang menurut saya terdengar sedikit aneh. Tempat wisata ini masih satu pemilik dengan Jawa Timur Park 1 & 2, eco green park, serta BNS, jadi ya bisa dibayangkan betapa banyak tempat wisata yang dimiliki oleh Jawa Timur Park group di kota Batu ini. Letak dari museum angkut sendiri ada di Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Wisata Batu, kalau tidak tahu dimana itu lebih mudahnya jalan yang ke arah Kusuma Agrowisata Batu, letaknya memang terpisah dari keempat wisata lain yang dimiliki Jawa Timur Park Group, tetapi masih dalam jarak yang tidak jauh, mungkin hanya 2 km. Setelah dibuka beberapa bulan yang lalu tempat ini menjadi perbincangan di kalangan teman - teman saya, maka dari itu saya tertarik untuk datang kesini, meskipun masih dalam keadaan berpuasa.










Saat masuk ternyata tempat ini tidak seluas wisata yang lain, mungkin karena masih baru sehingga tempatnya masih terbatas. Waktu itu saya menggunakan sepeda motor, sehingga untuk pergi ke pintu masuk harus melewati pasar apung terlebih dahulu, padahal di rute pasar apung adalah rute bebas tiket setelah keluar dari museum angkut, jadi kalau naik mobil kita akan langsung parkir di dekat pintu masuk. Harga tiket yang ditawarkan untuk hari biasa adalah 50 ribu dan untuk hari libur maupun musim liburan adalah 75 ribu, ada juga paket terusan dengan museum warisan budaya indonesia yang ada di pasar apung, harganya ditambah 10 ribu saja. Ngomong - ngomong melewati pasar apung ini saya jadi ingat tempat yang sama di lembang Bandung, sepertinya sejenis karena saya belum mengunjungi yang di Bandung. Nah setelah membeli tiket kita akan masuk dan akan tiba di hall utama. Hall utama ini berisi angkutan dari masa ke masa yang ada di dunia dan bernilai sejarah seta memiliki keunikan tersendiri, bahkan ada helikopter pak Soekarno.








Setelah itu kita akan naik lift ke lantai 2 dimana ada zona edukasi. Liftnya sangat kecil sehingga harus antri untuk sekedar antri, saya tidak membayangkan bagaimana kalau pengunjungnya sedang padat ya. Disini ada berbagai angkutan tradisional yang ada di dunia maupun Indonesia, ada juga permainan tebak suara. Satu pajangan yang membuat saya tertarik adalah mobil listrik Dahlan Iskan yang kecelakaan, Tucuxi. Mobil asli tersebut diserahkan kepada museum angkut sebagai pembelajaran tentang perkembangan mobil listrik di Indonesia. Setelah itu kita akan masuk ke zona batavia dan pecinan dengan setting tempat seperti jakarta tempoe dulu. Berikutnya kita akan disuguhkan suasana pelabuhan sunda kelapa saat masa jayanya dulu di zona sunda kelapa dan gudang batavia.







Zona gangster akan menyambut kita setelah menikmati setting tempat dalam negeri. Disini saya menjadi ingat Universal Studio Singapura karena setting tempat yang benar - benar bagus, benar - benar mirip aslinya. Setting tempat disini adalah Broadway Street yang terkenal dengan Opera Sabunnya. Bangunan - bangunan yang menjadi setting tempatnya pun bisa dimasuki, jangan lupa masuk ke bangunan penjara karena kita bisa berfoto ala penjahat disitu. Keluar dari zona gangster kita akan masuk ke zona eropa yang ada di dalam ruangan alias indoor. Disini ada nuansa kota - kota di eropa seperti Italia, Perancis, Jerman, dan Inggris, tidak lupa dengan berbagai angkutan di dalamnya. Berikutnya adalah zona istana Buckingham yang membuat saya takjub, sangat indah. Tidak heran ada sepasang pengantin yang membuat setting istana Buckingham ini menjadi tempat foto pre wedding karena memang begitu cantik tempatnya. Setelah melewati taman kita akan masuk ke dalam bangunan istana, kita akan dibuat terpesona lagi karena kesan mewah langsung nampak di depan mata.







Setelah puas dengan segala kemewahan istana buckingham kita akan masuk ke zona las vegas yang hanya satu lorong ini, disini akan ada mobil mobil khas las vegas seperti Limousine. Zona terakhir adalah hollywood dengan berbagai replika tokoh - tokoh film terkenal hollywood dan berbagai jenis angkutannya. Awalnya saya heran mengapa harga tiket museum ini begitu mahal untuk hanya sekedar museum, setelah melewati semua zona saya menjadi tahu mengapa tiketnya mahal, semua angkutan yang dipajang adalah asli dan langsung didatangkan dari asalnya, selain itu setting tempat yang disuguhkan begitu bagus. Tempat ini buka dari siang sampai malam hari, saran saya ketika datang kesini saat sore karena anda akan melewati 2 momen yaitu saat matahari masih ada dan saat sudah tenggelam. Jika anda membawa kamera pocket atau DSLR, anda akan dikenakan biaya tambahan sebesar 30 ribu, cukup mahal, anda tahu kenapa ? karena menurut saya kalau datang kesini anda wajib foto karena hanya itu yang bisa anda bawa pulang, tempat yang cantik ini sayang untuk dilewatkan untuk berfoto. Tidak ada wahana disini, jadi ya tidak heran mengapa ada biaya tambahan untuk kamera. Bingung mengisi liburan ? tempat ini pilihan yang tepat untuk mengisi liburan anda.

2 komentar:

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda.
    Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Pariwisata Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah terima kasih atas apresiasinya.
      mari bareng - bareng tingkatkan pariwisata Indonesia dengan menulis keindahan negara ini :)

      Hapus

badge