07 September 2014

Dieng Culture Festival 2014: Menikmati Malam Minggu di Jazz Atas Awan


Sepertinya ini panggung paling epic yang pernah saya lihat. Salah satu acara paling ditunggu - tunggu oleh pengunjung DCF 2014 adalah jazz atas awan. Acara ini diselenggarakan setelah penerbangan lampion yang ada di lapangan utama. Jazz atas awan sendiri diadakan di lapangan belakang candi arjuna, sehingga jika melihat ke panggung, maka background dari panggung adalah candi Arjuna yang diterangi lampu warna - warni. Saya kira saat saya datang penonton masih belum begitu banyak karena di jadwal ini masih acara penerbangan lampion, tetapi dugaan saya salah. Saat saya datang penonton sudah penuh dan saya kebagian tempat di belakang - belakang yang jauh dari panggung. Kabut tebal pun menemani pagelaran jazz atas awan malam ini, sampai - sampai lampu sorot yang membelah langit pun hanya bisa sampai beberapa meter saja karena tebalnya kabut.







Sepertinya realisasi adanya jazz atas awan ini terinspirasi dari pegelaran jazz gunung yang lebih dulu ada di kawasan wisata gunung Bromo. Tetapi perbedaannya adalah jazz atas awan ini diselenggarakan umum sehingga penonton gratisan pun masih bisa untuk melihat, selain itu tidak ada artis besar di jazz atas awan, musisi yang datang adalah musisi indie yang datang dari berbagai kota. Dinginnya malam dan alunan musik jazz membuat kami terhanyut dalam suasana yang jarang didapat ini. Semakin malam kabut yang turun semakin sedikit, membuat panggung lebih terlihat jelas dari sebelumnya. Di tengah - tengah acara ternyata ada kejutan lain yang tidak kalah meriah, yaitu pesta kembang api. Pesta kembang api yang diselenggarakan ini tidak main - main, seperti pesta kembang api di kota besar saat perayaan pergantian tahun baru, sangat meriah. Pesta kembang api ini berlangsung selama beberapa menit dan membuat seluruh penonton mengelaurkan gadgetnya untuk merekam momen langka ini. Benar - benar epic bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge