07 September 2014

Dieng Culture Festival 2014: Prosesi Pencukuran Rambut Gembel di Candi Arjuna


Ini adalah hari kedua pelaksanaan Dieng Culture Festival 2014 sekaligus hari terakhir dari pagelaran ini. Rombongan kami sendiri baru bangun agak siang karena hari Sabtu sudah diforsir dengan banyak kegiatan, mulai dari mendaki bukit sikunir sampai menikmati jazz atas awan, kami sendiri hanya mengincar prosesi pencukuran rambut gembel hari ini jadi agak bersantai. Saat kami keluar ke jalanan ternyata masih ada pawai budaya yang juga mengarak anak rambut gembel sebelum prosesi di kawasan candi arjuna. Saya sendiri hanya sedikit menikmati pawai ini karena saat kami melihat sudah hampir rombongan terakhir dari pawai tersebut. Kami langsung pergi ke kawasan candi karena tidak ingin melewatkan kesempatan melihat event puncak ini, apalagi kami adalah pengunjung umum yang hanya bisa melihat di luar pagar yang sudah dipasang di sekitaran bangunan candi.




Saat kami datang ternyata sudah sangat ramai dengan pengunjung. Saya dan teman - teman langsung saja mencari tempat yang pas untuk menonton, meskipun belum ada aktivitas prosesi di kawasan candi tetapi spot untuk pengunjung umum sudah penuh dengan penonton. Cuaca yang panas menemani prosesi siang ini, bertolak belakang dengan tadi malam yang begitu dingin, tidak heran pipi bocah - bocah Dieng berwarna merah karena perbedaan cuaca yang sangat ekstrim ini. Saat prosesi masuk saya baru sadar bahwa kami ada di belakang tempat prosesi, jadi kami tidak bisa melihat jalannya prosesi, yang kami lihat hanyalah peserta yang sudah membeli tiket khusus sedang sibuk mencari spot bagus untuk mengambil gambar. Karena sangat panas teman - teman saya pun tidak kuat bertahan dan memilih untuk mundur dan duduk di tempat yang teduh, mungkin efek dari capek hari kemarin masih terasa.




Saya sendiri mencari tempat lain untuk melihat prosesi dan saya memilih di belakang panggung media. Setelah mencari sela - sela spot dan sedikit lompat - lompat sekolan, akhirnya saya bisa menemukan lokasi yang setidaknya bisa melihat prosesi. Anak - anak yang rambutnya dicukur ini diberi hak untuk meminta apa saja keinginannya dan pihak penyelenggara wajib untuk memberikan permintaannya tersebut. Ada yang meminta sepeda warna merah, handphone berkamera, dan ada yang doa. Saya tidak membayangkan bagaimana jika yang diprosesi adalah anak - anak kota besar, bisa pusing orang tua anak itu karena permintaannya pasti menghabiskan banyak uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge