29 November 2014

Semanggi Dempo: Makanan Legit Ini Cuma Ada di Surabaya


Wisata kuliner kali ini akan berkunjung ke sebuah tempat yang sedikit terpencil untuk mencari makanan yang sudah jarang ditemui, terpencil bukan karena di pelosok tetapi karena ada di daerah perumahan, bukan di samping jalan besar layaknya tempat makan lainnya. Nama makanan yang akan saya datangi kali ini adalah semanggi, anda yang dari luar Surabaya pasti tidak tau makanan yang satu ini karena memang hanya ada di Surabaya. Semanggi adalah makanan yang terbuat dari daun semanggi yang dikukus kemudian dilumuri oleh bumbu saus ketela yang diolah dengan kacang sehingga mirip dengan gado - gado tetapi dengan hanya satu varian sayuran yaitu sayur semanggi. Sebenarnya kita bisa menemukan penjual semanggi di taman yang ada di Surabaya saat car free day yaitu minggu pagi, yang saya tau ada di taman bungkul dan taman prestasi, atau untuk yang tinggal di daerah Surabaya biasanya penjual semanggi akan berkeliling kampung menjajakan dagangannya. Nah, kali ini saya akan mengunjungi semanggi yang agak premium, yaitu semanggi Dempo yang ada di Jalan Dempo nomor 19 Surabaya. Semanggi ini hanya bisa ditemui saat pagi sampai saja, yaitu pukul 9 pagi sampai sekitar jam 1 siang jika semangginya belum habis.







Jika anda tidak tau jalan dempo anda bisa mencari terlebih dahulu jalan Arjuna atau jalan Tidar kemudian bisa bertanya pada warga yang ada di sekitar situ atau bisa memanfaatkan google maps. Jangan kaget ketika masuk ke jalan Dempo ini adalah kawasan perumahan karena tempat makannya ada di daerah perumahan, bukanlah daerah komersial seperti layaknya tempat makan pada umumnya. Penjual semanggi di tempat ini tidaklah memiliki tempat sendiri, melainkan menumpang di teras depot bakwan dempo 19. Semanggi dempo sudah memiliki cabang di beberapa tempat seperti di Surabaya Barat, dari yang saya baca bahkan sudah memiliki stan di salah satu foodcourtnya, mungkin ini satu - satunya semanggi yang masuk mall. Rasa yang ditawarkan memang berbeda dengan semanggi yang ada di taman - taman maupun yang berkeliling di perkampungan karena bumbu nya lebih legit dan sayurnya lebih segar. Semanggi pasti disajikan dengan kerupuk puli karena akan menjadi sendok untuk memakan semanggi, tetapi disini kita akan disediakan sendok dan akan diberi 2 kerupuk puli. Konon katanya penjual semanggi disini sudah sampai 2 generasi, memang sudah lama sekali menjual semanggi. Harga 1 porsi semanggi dempo dipatok sebesar 12 ribu rupiah dan es teh manis yang dibeli di depot bakwan sebesar 3500 rupiah, cukup murah bukan.
Read more!

25 November 2014

Jiraiya Ramen: Ramen Kaki Lima Asli Indonesia


Wisata kuliner kali ini bertemakan masakan luar negeri. Tetapi jangan salah, makanan satu ini dibuat dan disesuaikan dengan lidah orang Indonesia sehingga buat yang biasanya gak suka dengan makanan ini bisa mencoba, siapa tahu cocok. Namanya Jiraiya ramen, atau dalam bahasa Indonesia adalah warung Jiraiya yang menyediakan masakan ramen. Sebenarnya banyak tempat makan yang menyediakan ramen sebagai hidangan utamanya, apalagi kota besar seperti Surabaya ini, tetapi hanya segelintir saja yang menjualnya dengan harga murah alias terjangkau buat kantong mahasiswa seperti saya ini. Letaknya ada di 4 lokasi, tetapi yang paling dekat dengan tempat tinggal saya ya di jalan Nginden Intan Timur, masuknya lewat jalan samping pom bensin di jalan Semolowaru. Seperti judul yang saya tulis di atas, jika anda mencarinya pagi hari atau siang hari tidak akan menemukannya karena Jiraiya ini berjualan ala - ala PKL, yaitu pada malam hari. Cari saja Alfamart saat masuk ke jalan samping pom bensin itu, maka anda akan menemukan tempat ini tepat disamping bangunan Alfamart tersebut.










Saat saya datang sedang malam minggu, sehingga tidak mengherankan jika meja penuh dengan pengunjung yang datang. Sebenarnya konsep ala - ala kaki lima ini ada kekurangannya, yaitu meja dan karyawan yang terbatas. Saya lihat dari meja yang tersedia hanya bisa menampung kurang lebih 20-30 orang saja, selain itu karyawan yang bekerja hanya ada 3, bagian makanan, bagian minuman, dan bagian kebersihan. Penuhnya pengunjung juga berpengaruh terhadap lamanya pesanan makanan yang datang, saya menunggu sekitar 30 menit untuk dapat menikmati ramen ini. Ada banyak pilihan ramen yang dapat kita pesan, saya sendiri memesan saito curry ramen dengan harga 16 ribu dan minuman marimo green tea lattee dengan harga 8 ribu rupiah, cukup murah bukan. Saat datang saya pun tidak sabar untuk mencoba ramen yang satu ini. Mie yang digunakan berwarna hijau, sepertinya menggunakan mie sehat yang terbuat dari sayuran. Ramen disini memiliki default isi yang sama, antar menu yang membedakan adalah toppingnya. Minuman disini memiliki bahan dasar susu, saya tau karena saya duduk tepat di depan meja pembuatan sehingga bisa melihat penjualnya membuat minuman untuk pelanggan. Rasa dari ramennya itu sendiri juga lumayan enak, tidak terlalu terasa bumbu - bumbu khas Jepangnya sehingga buat anda yang tidak terlalu suka dengan bumbu ala Jepang ramen ini cocok untuk anda, selamat mencoba.
Read more!

Dunia Maya juga Punya Etika dan Aturan Lho

sumber gambar: http://www.raphaelchaia.com.br/
Artikel kali ini akan sedikit berbeda dengan artikel sebelumnya yang saya tulis, jarang - jarang saya menulis tentang hal - hal positif seperti ini lho, jadi harus dibaca ya, hehehe. Sebenarnya latar belakang saya menulis ini karena semakin maraknya variasi berita kriminal yang ada di media, jaman dahulu yang namanya kriminal itu adalah hal - hal yang berkaitan dengan fisik, seperti pembunuhan orang, pencurian harta benda di rumah, dan lain sebagainya. Tetapi saat ini sudah banyak variasi kriminal, terutama yang berhubungan dengan internet. Sebut saja pencurian uang nasabah dari bank akibat pembobolan akun elektronik nasabah di suatu bank. Selain itu ada yang namanya penipuan yang menggunakan media sosial atau biasa disebut social engineering. Ada lagi yang lebih sering adalah diperiksanya seseorang karena memasang pernyataan atau status yang tidak berkenan mengenai orang lain sehingga orang lain tersebut merasa terganggu dan melaporkan orang yang memasang status tersebut, hal yang belum ada bebarapa tahun yang lalu.

Menurut saya hal sepele dan sering terjadi adalah yang terakhir saya tuliskan tadi, yaitu tentang menuliskan pernyataan di dunia maya yang berakibat masuknya hal tersebut ke ranah kriminal. Tidak perlu melakukan kejahatan yang melibatkan keberanian tinggi serta rasa nekat yang besar lagi untuk bisa melakukan kejahatan, cukup dengan menuliskan pernyataan jelek di media sosial dan kita dengan mudah bisa dilaporkan ke pihak berwajib. Saat ini ada UU ITE yang mengatur tentang segala hal mengenai transaksi elektronik, termasuk pernyataan atau kata - kata yang ada di dunia maya. Kasus yang paling heboh adalah Prita dengan RS Omni Internasional, saat itu banyak netizen yang turun tangan untuk membantu Prita menghadapi kasus ini. Hanya karena menuliskan hal yang menjelekkan RS Omni, Prita bisa dituntut ke pengadilan, hal ini terjadi karena tulisan tersebut sudah tidak bersifat private lagi karena sudah terbaca oleh khalayak ramai.

sumber gambar: http://www.antarafoto.com/
Kata kunci dari hal ini adalah "khalayak ramai", maksud saya adalah jangan sampai hal - hal yang bersifat pribadi, apalagi yang menyinggung orang lain bisa diketahui oleh orang banyak, karena di dunia maya pun juga ada etika seperti dunia nyata. Saat ini banyak sekali orang yang menuliskan artikel dan status yang menyinggung orang lain, selama orang lain yang dituju tidak tersinggung dan tidak melaporkan ke pihak berwajib hal itu akan menjadi hal biasa, mungkin hanya akan terjadi permusuhan antar individu. Tetapi lain cerita ketika orang itu melaporkannya ke pihak berwajib, akan ada UU ITE yang menjadi dasar untuk menjerat penulis tersebut. Maka dari itu tidak selayaknya lah menuliskan hal - hal yang buruk di dunia maya, isilah dunia maya dengan hal - hal positif seperti motivasi dan cerita menginspirasi sehingga bukannya musuh yang kita dapat melainkan teman baik yang baru dan mendukung program internet sehat.
Read more!

Puncak B29: Melihat Keindahan Bromo dari Sisi Lain


Setelah lama tidak melepas penat dengan jalan - jalan, akhirnya di hampir penghujung semester ini saya menyempatkan diri untuk jalan - jalan ke tempat baru yang belum saya kunjungi sebelumnya. Nama tempat ini adalah B29, terdengar cukup keren bukan. Jangan salah, tempat ini lokasinya ada di kabupaten Lumajang, daerah yang terkenal dengan pisang-nya. Sebelum melakukan perjalanan saya membuat perencanaan terlebih dahulu agar perjalanan lancar dan tidak membuat tegang seperti saat saya pergi ke gunung Ijen setahun yang lalu. Setelah saya cari - cari ternyata tempat ini ada di desa Argosari, kecamatan Senduro, kabupaten Lumajang. Dari sebuah blog yang saya baca sepertinya perjalanan ke tempat ini tidak terlalu susah sehingga saya memutuskan untuk berangkat malam hari sekitar pukul 11 malam. Setelah menempuh 3 jam perjalanan sampailah saya di kawasan pusat kota Lumajang untuk menjemput teman saya yang rumahnya ada di Lumajang.






Kebetulan dia sedang pulang ke Lumajang sehingga saya ajak untuk menjadi petunjuk jalan kami. Dari kawasan kota perjalanan dilanjutkan ke arah kecamatan Senduro yang merupakan titik awal perjalanan naik ke kawasan atas. Senduro sendiri menurut saya sudah lumayan ramai daerahnya, sehingga perjalanan ke Senduro ini tidak begitu menakutkan. Dari Senduro kita akan melewati Pura terbesar di Jawa Timur, konon katanya umat Hindu yang ada di Bali dalam hari - hari tertentu akan mengunjungi tempat ini. Tidak lama setelah melewati pura akan ada persimpangan, nah disinilah awal perjalanan menuju B29, tidak perlu khawatir karena disini sudah ada petunjuk jalan ke arah B29 setiap ada persimpangan sehingga kita tidak akan tersesat. Setelah melewati kawasan pemukiman desa selama kurang lebih 30 menit dari Senduro, kita akan memasuki kawasan tanpa pemukiman selama 30 menit sampai kita menemukan desa Argosari.






Tidak perlu khawatir meskipun jalan tanpa pemukiman ini tanpa lampu saya rasa kawasan ini masih aman dari kejahatan. 30 menit adalah waktu yang singkat, bandingkan dengan Ijen dimana saya waktu itu lebih kurang 1 jam melewati kawasan kosong tanpa pemukiman. Setelah tiba di Senduro kita akan memiliki banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan. Jika anda menaiki mobil maka saran saya parkirlah mobil tepat di desa Argosari tersebut, jangan mencoba naik karena jalanan yang sangat jelek dan berbahaya. Untuk yang menaiki motor bisa memarkir kendaraan disini atau melanjutkan perjalanan sampai portal B29, namun jalan dari desa Argosari ke portal cukup berbahaya dan bisa membuat pengendara jatuh. Nah, bagi yang memarkirkan mobil atau motornya di desa Argosari, akan ada banyak ojek yang menawarkan jasanya, harga normal yang bisa didapat adalah 50 ribu untuk pergi dan pulang dari desa Argosari ke puncak B29, namun tentu saja saat di portal kita harus membayar 2500 untuk biaya masuk kawasan. Jika 50 ribu masih terasa berat maka saran saya datanglah sebelum jam 24.00 karena perjalanan mendaki akan memakan waktu yang cukup lama dengan jarak sejauh itu.






Jika anda yang menaiki motor berhasil untuk sampai di portal dan memarkirkan kendaraan disana, anda akan memiliki waktu jalan kaki yang lebih singkat tetapi tetap saja masih jauh. Harga ojek dari portal ke puncak B29 tentu saja lebih murah. Saat sampai di puncak ternyata pemandangannya sangat indah, ada 2 sisi yang bisa kita lihat, yaitu sisi timur dan sisi barat. Dari sisi timur kita bisa melihat pemandangan bukit - bukit, kawasan pemukiman, dan kalau sedang cerah akan terlihat gunung Ijen dan Argopuro. Sedangkan sisi barat menawarkan pemandangan pegunungan Bromo Tengger Semeru. Sebenarnya pemandangan ini sudah sejak lama terkenal di kawasan penanjakan Pasuruan dan Probolinggo, tapi di B29 ini kita menikmati pemandangan yang sama dari sisi lain. Saat pagi kita bisa melihat sunrise yang cantik dari sisi timur dan awan yang menyelimuti kaldera di sisi barat, sungguh indah. Beruntungnya jika anda datang dalam waktu dekat adalah belum banyak orang yang datang kesini sehingga anda bisa puas menikmati keindahan alam ini tanpa harus berebut untuk mencari spot foto yang bagus, mungkin beberapa tahun lagi tempat ini akan begitu ramai, maka dari itu jangan menunda - nunda untuk datang kesini.
Read more!

12 November 2014

Pangsit Mie Tenda Biru: Menikmati Makan Pangsit dengan Nuansa Biru


Wisata kuliner kali ini saya akan mengunjungi sebuah tempat makan yang terletak di daerah Surabaya. Berbeda dengan kebanyakan wisata kuliner saya sebelumnya, kali ini saya tidak mengunjungi tempat makan yang menjual makanan khas, makanan ini ada di seantero Indonesia, nah saya mengunjungi tempat ini karena rasanya yang kata orang sih enak. Nama tempat makan ini adalah Depot Pangsit Mie Tenda Biru, letaknya ada di jalan Kayon nomor 18 Surabaya. Kalau membaca di bannernya sih dulu letak pangsit mie tenda biru ini ada di jalan Jawa, tidak jauh dari jalan kayon ini. Jalan kayon ini selain menjadi jujukan orang untuk makan siang juga menjadi tujuan orang untuk mencari karangan bunga karena banyak sekali penjual karangan bunga disini. Berhubung saya datang saat siang hari, saya pun kesulitan untuk mencari parkir disini, karena mobil - mobil yang akan makan disini tidak disediakan tempat parkir, jadi parkirnya paralel di samping jalan. Setelah menemukan tempat parkir kami pun masuk dan duduk.







Satu - satunya menu dan menu andalan disini adalah mie pangsit, sebenarnya ada 2 varian menu, yaitu mie pangsit biasa atau mie pangsit yang ditambahkan pentol, bedanya hanya itu. Untuk minuman ya seperti warung pangsit yang lain ada es jeruk, es teh, dan minuman botol yang lain. Saya sendiri memesan pangsit mie ditambah pentol (disini disebut pangsit bakwan) serta minuman es teh. Harga seporsi pangsit mie bakwan sebesar 15 ribu rupiah dan segelas es teh dipatok dengan harga 3 ribu rupiah, cukup murah bukan. Tidak lama berselang pangsit mie pun datang, kesan pertama saya terhadap pangsit ini "banyak sekali porsinya". Setelah menuangkan kuah ke dalam mangkok pangsit saya pun langsung melahapnya karena memang sudah lapar setelah ada kegiatan di salah satu SMP di dekat sini. Setelah makanan saya habis ternyata saya tidak sampai kekenyangan, hanya kenyang biasa, setelah itu baru sadar bahwa bukanlah porsi yang banyak yang menyebabkan pangsit menggunung saat pertama kali disajikan tadi, ternyata sebabnya adalah mie yang dipakai berukuran besar dan tebal sehingga memenuhi seisi mangkok. Rasa yang ditawarkan pun cukup nikmat, tidak ada salahnya untuk mengunjungi depot yang satu ini.
Read more!

10 November 2014

Rawon Pak Pangat: Mulai Rawon Empal sampai Rawon Krengsengan


Jawa Timur merupakan provinsi yang kaya akan kuliner yang tidak ada di tempat lain, andaikata pun ada pasti itu yang berjualan orang jawa timur. Kali ini saya akan mengunjungi sebuah tempat makan di daerah Surabaya yang sudah terkenal sejak jaman dahulu, dari yang saya baca dulu tempat makan ini buka warungnya di daerah wonokromo, tempat berbagai makanan enak berasal. Kali ini saya akan mengunjungi tempat makan yang menyediakan masakan rawon, usut punya usut rawon cuma ada di Jawa Timur sepertinya, ketika saya tanya teman saya dari daerah lain tidak ada yang mengenal rawon. Ada banyak penjual rawon di Surabaya, yang terkenal juga banyak, namun kali ini saya akan mengunjungi rawon enak yang namanya Rawon Pak Pangat, lokasinya ada di jalan Ketintang Baru Selatan I/15 Surabaya, tepatnya di ruko Lotus dekat rel kereta api. Rawon Pak Pangat mempunyai 4 outlet di Surabaya, lokasi lainnya ada di DTC, Puri Mas, dan daerah Juanda.






Saya datang sekitar pukul 10 pagi, saat itu pengunjung di dalam outlet sudah cukup ramai. Ketika masuk ada banyak menu yang bisa kita pilih, untuk makanan rawon ada pilihan rawon suwir, rawon krengsengan, dan rawon campur. Selain rawon disini juga menyediakan banyak makanan yang lain seperti nasi campur. Yang unik dari rawon pak pangat adalah semua varian rawon mempunyai harga yang sama yaitu 17 ribu, padahal isi dari rawon tersebut berbeda - beda. Selain itu juga ada pilihan menu rawon krengsengan, saya sebelumnya belum pernah menemukan rawon krengsengan di tempat makan lain sehingga ini menjadi ciri khas dari rawon pak pangat ini. Keunikan lain yang ada disini adalah daging empal yang ditambahkan dalam rawon sudah dalam kondisi tersuwir, tidak seperti di tempat lain yang dagingnya masih utuh sehingga kita harus memotong - motongnya sendiri. Daging suwiran ini memudahkan saya yang memang malas memotong - motong daging. Rasa nya yang gurih membuat semakin nikmat saja menikmati rawon pak pangat ini. Harga minuman pun cukup terjangkau seperti es teh bisa dibeli dengan harga 3 ribu rupiah. Buat kamu yang ingin menikmati rawon yang enak dan unik, silahkan datang ke rawon pak pangat ini, buka dari pagi hingga malam hari.
Read more!

03 November 2014

Tips dan Pengalaman Travelling dengan Kendaraan Pribadi (2)


Oke, di post sebelumnya sudah ada bahasan tentang 3 tips dan pengalaman dari saya saat berwisata menggunakan kendaraan pribadi. Gimana? menantang bukan? Maka dari itu persiapan tentang perjalanan sangat dibutuhkan, jangan mentang - mentang ingin mencari tantangan atau sok jadi backpacker jadinya gak persiapkan apa - apa, itu salah besar, bisa berakibat negatif buat kamu. Justru malah kalau kamu akan melakukan backpacker atau perjalanan semacamnya, persiapannya malah harus matang karena kamu akan lebih "lepas" daripada perjalanan dengan agen wisata, risikonya lebih banyak. Selesai baca yang tadi, selanjutnya adalah tips yang ringan - ringan saja, lebih ke arah agar perjalanan menjadi have fun. Jumlahnya masih ada 4 tips dan pengalaman lagi dari saya yang bisa kamu baca buat nambah referensi sebelum melakukan perjalanan. Berikut adalah tips dan pengalaman saya berikutnya:

4. Bawa obat - obatan kecil. Meskipun kita melakukan perjalanan dengan kondisi fit, jangan lupa membawa obat - obatan kecil. Kalau saya pribadi biasanya ketika melakukan perjalanan jauh dan saya yang menyetir, saya membawa tolak angin dan counterpain, tolak angin agar badan bugar dan counter pain agar kaki yang pegal bisa cepat sembuh. Ini terbukti ketika saya melakukan perjalanan ke Bali dan saya menyetir selama 13 jam, untung saja ada obat - obatan kecil tadi sehingga saat di kapal ferry saya oleskan counterpain dan saya minum tolak angin yang saya bawa, kalau tidak, mungkin saat sampai di Bali bukannya saya wisata malah saya terbaring lemah karena kecapekan.

5. Usahakan bersama teman yang bisa mengemudi juga. Jika akan merencanakan agenda wisata dengan mobil, usahakan salah satu atau dua teman yang diajak juga bisa mengemudikan mobil sehingga ketika kamu udah merasa capek dan butuh istirahat, ada temanmu yang siap menggantikan. Selain itu juga ketika dalam kondisi darurat yang mengakibatkan kamu tiba - tiba tidak bisa menyetir, masih ada temanmu yang menggantikan sehingga perjalananmu tidak tergangu. Saya pernah saat ke Pacitan seorang diri yang bisa menyetir di jalan yang berliku - liku, sebenarnya teman saya bisa menyetir tetapi belum biasa dengan mobil saya sehingga tidak yakin jika harus menyetir di jalan yang sulit. Akhirnya saat sampai di rumah saya sakit selama beberapa hari karena kecapekan.

6. Siapkan charger mobil dan CD musik. Perjalanan jauh identik dengan baterai HP yang mudah habis, entah digunakan untuk memutar musik atau untuk membuka google maps, bisa juga untuk update status media sosial. Maka dari itu di mobil saya yang wajib adalah charger HP khusus mobil dan CD musik. Charger HP digunakan agar HP selalu bisa on di saat - saat yang penting seperti butuh foto - foto di lokasi yang indah, atau menelepon ketika ada hal yang penting. CD musik berguna agar saya tidak mengantuk saat menyetir karena jika suasananya sepi dan penumpang pada tidur semua, bisa - bisa rasa kantuk yang sangat menyerang, maka CD musiklah yang menjadi obat kantuk saya.

7. Siapkan kacamata hitam. Saya baru merasakan manfaatnya beberapa bulan yang lalu saat pergi ke Balaikambang di Malang. Saya terbiasa mengemudi mobil yang menggunakan kaca film, entah mobil saya atau mobil teman saya. Nah saat ke Malang ini saya dan teman - teman memakai mobil teman saya yang tidak ada kaca filmnya sehingga sinar matahari langsung masuk ke dalam. Saat perjalanan kembali ke Malang dan sudah capek bermain air, saya merasa ngantuk ketika kombinasi sinar matahari dan rasa capek menyerang. Lalu saya memakai kacamata hitam yang saya bawa untuk menghalangi silau mata karena sinar matahari, ternyata saat saya pakai kacamata saya tidak mengantuk lagi, ternyata sinar matahari yang membuat kita memicingkan mata bisa membuat kantuk sehingga kacamata hitam sangat berguna.
Read more!

Tips dan Pengalaman Travelling dengan Kendaraan Pribadi (1)


Kali ini saya tidak akan membahas tentang perjalanan dan wisata kuliner saya karena kalau lagi kuliah gini susah cari waktu buat keluar untuk sekedar jalan - jalan. Kali ini saya akan membahas tips travelling dengan kendaraan pribadi, bisa mobil bisa motor. Saya ingin membahas tentang ini karena sejak saya kuliah saya menjadi sering wisata dengan mobil pribadi dengan jarak jauh, terutama ketika sudah bisa mengemudikan mobil. Dari banyak perjalanan saya ini, saya mendapatkan banyak pengalaman yang membuat saya belajar banyak hal tentang perjalanan jauh dengan mobil. Mungkin dari pembaca sekalian ada yang berencana perjalanan dengan mobil dan baru pertama kali melakukan itu semoga tulisan saya ini bisa sedikit membantu. Tips ini berlaku terutama buat kamu yang tidak pernah ke daerah tersebut sehingga kamu tidak tahu apa saja yang ada dalam perjalanan itu. Berikut adalah tips - tips untuk travelling dengan kendaraan pribadi:

1. Cari informasi sebanyak mungkin tentang rute perjalanan yang anda lewati. Saat saya pergi ke Pacitan naik mobil, saya tidak mencari banyak informasi tentang rute perjalanan kesana, bahkan saya tidak tahu daerah mana saja yang akan saya lewati. Saya berangkat malam hari dengan estimasi sampai disana pagi hari, saya memang terbiasa melakukan perjalanan seperti ini agar hemat uang penginapan, tetapi ini adalah keputusan yang salah. Jalur Pacitan-Ponorogo terkenal dengan daerah sangat rawan longsor, apalagi musim hujan seperti ketika saya kesana waktu itu. Tengah malam menjelang dinihari sangat sepi kendaraan di jalur tersebut, saya juga tidak pernah melewati jalur ini sebelumnya. Akibatnya saya sempat terhenti di tengah jalan karena ada longsoran batu di depan dan teman - teman saya harus membersihkan longsoran itu sendiri, di sisi lain dari arah tebing masih terdengar suara retakan - retakan dan saya bisa saja tertimbun waktu itu. Jadi kesimpulan yang saya dapat jangan melakukan perjalanan Pacitan-Ponorogo pada dinihari karena jalanan sangat sepi dan sangat rawan longsor.

2. Bertanyalah kepada penduduk, jangan terlalu percaya google maps. Saat ini anak muda lebih suka mengandalkan teknologi daripada manusia. Mencari jalan saja yang dilakukan adalah membuka google maps, tidak seperti orang dulu yang lebih memilih turun dan bertanya kepada penduduk. Saya pernah tersasar ke pedesaan saat akan ke gunung kelud karena mengandalkan google maps, saya pernah melewati jalan yang ekstrim dan sepi saat akan ke dieng karena mengandalkan google maps, karena google maps hanya mempertimbangkan jarak jalan saja, tidak mempertimbangkan bagaimana kondisi jalan tersebut. Kalau di daerah perkotaan tidak apalah memakai google maps karena keakuratannya masih oke, tetapi kalau sudah memasuki daerah antar kota dan pelosok lebih baik bertanya kepada penduduk yang sekiranya baik dan mau membantu, itu lebih baik.

3. Usahakan melewati tengah kota daripada jalan lingkar. Bagi yang belum tau, jalan lingkar adalah jalan alternatif yang dibuat agar kendaraan besar seperti bus dan truck tidak melewati daerah keramaian kota karena akan sangat berbahaya bagi penduduk kota. Nah biasanya agar semua kendaraan antar kota melewati jalan lingkar, pada penunjuk jalan yang berwarna hijau, kota berikutnya akan diarahkan melewati jalan lingkar. Sebagai contoh saya waktu itu sudah masuk ke daerah Situbondo dan akan menuju ke Bondowoso, nah penunjuk arah saat ada persimpangan menunjukkan kalau akan ke Bondowoso belok ke kanan, kalau lurus ditulis menuju ke kota. Saya menuruti penunjuk jalan berwarna hijau dan melewati jalan lingkar, ternyata jalan lingkarnya sangat menyeramkan, sangat sepi karena sudah tengah malam dan tidak ada rumah penduduk di daerah - daerah tertentu, sangat berbahaya jika ada begal disana. Maka dari itu usahakan lewat kota saja karena daerahnya masih ramai dan jalannya masih bagus, selain itu perjalanan kita juga tidak akan terhambat oleh deretan truck yang berjalan lambat di depan kendaraan kita.
Read more!
badge