03 November 2014

Tips dan Pengalaman Travelling dengan Kendaraan Pribadi (1)


Kali ini saya tidak akan membahas tentang perjalanan dan wisata kuliner saya karena kalau lagi kuliah gini susah cari waktu buat keluar untuk sekedar jalan - jalan. Kali ini saya akan membahas tips travelling dengan kendaraan pribadi, bisa mobil bisa motor. Saya ingin membahas tentang ini karena sejak saya kuliah saya menjadi sering wisata dengan mobil pribadi dengan jarak jauh, terutama ketika sudah bisa mengemudikan mobil. Dari banyak perjalanan saya ini, saya mendapatkan banyak pengalaman yang membuat saya belajar banyak hal tentang perjalanan jauh dengan mobil. Mungkin dari pembaca sekalian ada yang berencana perjalanan dengan mobil dan baru pertama kali melakukan itu semoga tulisan saya ini bisa sedikit membantu. Tips ini berlaku terutama buat kamu yang tidak pernah ke daerah tersebut sehingga kamu tidak tahu apa saja yang ada dalam perjalanan itu. Berikut adalah tips - tips untuk travelling dengan kendaraan pribadi:

1. Cari informasi sebanyak mungkin tentang rute perjalanan yang anda lewati. Saat saya pergi ke Pacitan naik mobil, saya tidak mencari banyak informasi tentang rute perjalanan kesana, bahkan saya tidak tahu daerah mana saja yang akan saya lewati. Saya berangkat malam hari dengan estimasi sampai disana pagi hari, saya memang terbiasa melakukan perjalanan seperti ini agar hemat uang penginapan, tetapi ini adalah keputusan yang salah. Jalur Pacitan-Ponorogo terkenal dengan daerah sangat rawan longsor, apalagi musim hujan seperti ketika saya kesana waktu itu. Tengah malam menjelang dinihari sangat sepi kendaraan di jalur tersebut, saya juga tidak pernah melewati jalur ini sebelumnya. Akibatnya saya sempat terhenti di tengah jalan karena ada longsoran batu di depan dan teman - teman saya harus membersihkan longsoran itu sendiri, di sisi lain dari arah tebing masih terdengar suara retakan - retakan dan saya bisa saja tertimbun waktu itu. Jadi kesimpulan yang saya dapat jangan melakukan perjalanan Pacitan-Ponorogo pada dinihari karena jalanan sangat sepi dan sangat rawan longsor.

2. Bertanyalah kepada penduduk, jangan terlalu percaya google maps. Saat ini anak muda lebih suka mengandalkan teknologi daripada manusia. Mencari jalan saja yang dilakukan adalah membuka google maps, tidak seperti orang dulu yang lebih memilih turun dan bertanya kepada penduduk. Saya pernah tersasar ke pedesaan saat akan ke gunung kelud karena mengandalkan google maps, saya pernah melewati jalan yang ekstrim dan sepi saat akan ke dieng karena mengandalkan google maps, karena google maps hanya mempertimbangkan jarak jalan saja, tidak mempertimbangkan bagaimana kondisi jalan tersebut. Kalau di daerah perkotaan tidak apalah memakai google maps karena keakuratannya masih oke, tetapi kalau sudah memasuki daerah antar kota dan pelosok lebih baik bertanya kepada penduduk yang sekiranya baik dan mau membantu, itu lebih baik.

3. Usahakan melewati tengah kota daripada jalan lingkar. Bagi yang belum tau, jalan lingkar adalah jalan alternatif yang dibuat agar kendaraan besar seperti bus dan truck tidak melewati daerah keramaian kota karena akan sangat berbahaya bagi penduduk kota. Nah biasanya agar semua kendaraan antar kota melewati jalan lingkar, pada penunjuk jalan yang berwarna hijau, kota berikutnya akan diarahkan melewati jalan lingkar. Sebagai contoh saya waktu itu sudah masuk ke daerah Situbondo dan akan menuju ke Bondowoso, nah penunjuk arah saat ada persimpangan menunjukkan kalau akan ke Bondowoso belok ke kanan, kalau lurus ditulis menuju ke kota. Saya menuruti penunjuk jalan berwarna hijau dan melewati jalan lingkar, ternyata jalan lingkarnya sangat menyeramkan, sangat sepi karena sudah tengah malam dan tidak ada rumah penduduk di daerah - daerah tertentu, sangat berbahaya jika ada begal disana. Maka dari itu usahakan lewat kota saja karena daerahnya masih ramai dan jalannya masih bagus, selain itu perjalanan kita juga tidak akan terhambat oleh deretan truck yang berjalan lambat di depan kendaraan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge