03 November 2014

Tips dan Pengalaman Travelling dengan Kendaraan Pribadi (2)


Oke, di post sebelumnya sudah ada bahasan tentang 3 tips dan pengalaman dari saya saat berwisata menggunakan kendaraan pribadi. Gimana? menantang bukan? Maka dari itu persiapan tentang perjalanan sangat dibutuhkan, jangan mentang - mentang ingin mencari tantangan atau sok jadi backpacker jadinya gak persiapkan apa - apa, itu salah besar, bisa berakibat negatif buat kamu. Justru malah kalau kamu akan melakukan backpacker atau perjalanan semacamnya, persiapannya malah harus matang karena kamu akan lebih "lepas" daripada perjalanan dengan agen wisata, risikonya lebih banyak. Selesai baca yang tadi, selanjutnya adalah tips yang ringan - ringan saja, lebih ke arah agar perjalanan menjadi have fun. Jumlahnya masih ada 4 tips dan pengalaman lagi dari saya yang bisa kamu baca buat nambah referensi sebelum melakukan perjalanan. Berikut adalah tips dan pengalaman saya berikutnya:

4. Bawa obat - obatan kecil. Meskipun kita melakukan perjalanan dengan kondisi fit, jangan lupa membawa obat - obatan kecil. Kalau saya pribadi biasanya ketika melakukan perjalanan jauh dan saya yang menyetir, saya membawa tolak angin dan counterpain, tolak angin agar badan bugar dan counter pain agar kaki yang pegal bisa cepat sembuh. Ini terbukti ketika saya melakukan perjalanan ke Bali dan saya menyetir selama 13 jam, untung saja ada obat - obatan kecil tadi sehingga saat di kapal ferry saya oleskan counterpain dan saya minum tolak angin yang saya bawa, kalau tidak, mungkin saat sampai di Bali bukannya saya wisata malah saya terbaring lemah karena kecapekan.

5. Usahakan bersama teman yang bisa mengemudi juga. Jika akan merencanakan agenda wisata dengan mobil, usahakan salah satu atau dua teman yang diajak juga bisa mengemudikan mobil sehingga ketika kamu udah merasa capek dan butuh istirahat, ada temanmu yang siap menggantikan. Selain itu juga ketika dalam kondisi darurat yang mengakibatkan kamu tiba - tiba tidak bisa menyetir, masih ada temanmu yang menggantikan sehingga perjalananmu tidak tergangu. Saya pernah saat ke Pacitan seorang diri yang bisa menyetir di jalan yang berliku - liku, sebenarnya teman saya bisa menyetir tetapi belum biasa dengan mobil saya sehingga tidak yakin jika harus menyetir di jalan yang sulit. Akhirnya saat sampai di rumah saya sakit selama beberapa hari karena kecapekan.

6. Siapkan charger mobil dan CD musik. Perjalanan jauh identik dengan baterai HP yang mudah habis, entah digunakan untuk memutar musik atau untuk membuka google maps, bisa juga untuk update status media sosial. Maka dari itu di mobil saya yang wajib adalah charger HP khusus mobil dan CD musik. Charger HP digunakan agar HP selalu bisa on di saat - saat yang penting seperti butuh foto - foto di lokasi yang indah, atau menelepon ketika ada hal yang penting. CD musik berguna agar saya tidak mengantuk saat menyetir karena jika suasananya sepi dan penumpang pada tidur semua, bisa - bisa rasa kantuk yang sangat menyerang, maka CD musiklah yang menjadi obat kantuk saya.

7. Siapkan kacamata hitam. Saya baru merasakan manfaatnya beberapa bulan yang lalu saat pergi ke Balaikambang di Malang. Saya terbiasa mengemudi mobil yang menggunakan kaca film, entah mobil saya atau mobil teman saya. Nah saat ke Malang ini saya dan teman - teman memakai mobil teman saya yang tidak ada kaca filmnya sehingga sinar matahari langsung masuk ke dalam. Saat perjalanan kembali ke Malang dan sudah capek bermain air, saya merasa ngantuk ketika kombinasi sinar matahari dan rasa capek menyerang. Lalu saya memakai kacamata hitam yang saya bawa untuk menghalangi silau mata karena sinar matahari, ternyata saat saya pakai kacamata saya tidak mengantuk lagi, ternyata sinar matahari yang membuat kita memicingkan mata bisa membuat kantuk sehingga kacamata hitam sangat berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge