31 Januari 2015

Magnum Cafe: Rasakan Kenikmatan Ice Cream Premium dengan Berbagai Topping


Wisata kuliner saya di Jakarta pada kesempatan kunjungan kali ini berakhir di sebuah tempat yang belum banyak orang tau, terutama orang yang tidak tinggal di Jakarta. Seperti kita ketahui beberapa tahun yang lalu muncul varian baru ice cream dari Walls yang bernama Magnum. Varian ini sangat terkenal di kalangan pecinta ice cream sehingga semakin lama semakin berkembang saja magnum ini, bahkan seperti tempat yang saya kunjungi kali ini, yaitu Magnum Cafe yang terletak di lantai 6 west mall Grand Indonesia yang letaknya tidak terlalu jauh dari Bundaran HI. Ketika saya mendapatkan cerita dari teman saya tentang adanya cafe ini, saya kira cafe nya bakalan seperti cafe pada umumnya, ternyata saat saya datang wujud asli yang saya lihat sangat berbeda jauh dengan yang saya bayangkan tadi. Kesan mewah langsung terasa saat memasuki cafe ini, dekorasi khas Magnum sangat terasa dalam Cafe. Luasnya cafe juga membuat saya tertegun karena lebih besar dari restoran - restoran yang ada di mall ini.











Setelah duduk kami pun memesan menu yang diinginkan. Saya memesan Parfait the Cocholate dengan harga 55 ribu rupiah. Sebenarnya selain olahan ice cream ini ada makanan yang bisa dipesan tetapi karena saya barusaja makan di lantai bawah akhirnya saya hanya memesan ini saja. Suasana tenang yang ada di cafe membuat banyak pengunjung yang betah berlama - lama disini. Selain memiliki banyak hidangan yang lezat, cafe ini juga menambah wawasan pengunjung karena di dinding - dinding cafe ada banyak quotes tentang manfaat coklat, maklum saja karena magnum dan coklat adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Dari dalam cafe kita bisa melihat indahnya jakarta apalagi ketika malam hari karena cafe ini memang terletak di bagian tepi mall, bahkan ada ruangan outdoor yang bisa digunakan bagi pengunjung yang ingin merokok. Selain menjual makanan dan minuman cafe ini juga menjual berbagai merchandise seperti pakaian yang bertuliskan magnum. Nah, tunggu apalagi buat kamu pecinta ice cream jangan lupa untuk datang ke tempat ini.
Read more!

30 Januari 2015

Yoshinoya: Restoran Jepang yang Berdiri Sejak 1899


Setelah pulang dari Ancol perut saya pun lapar dan tentunya ingin makan. Nah, tujuan saya selanjutnya adalah jalan - jalan di Mall Grand Indonesia yang ada di kawasan Thamrin, deket banget sama bundaran HI. Nah, sebenarnya banyak banget restoran di mall ini, tetapi tau sendiri lah ya kalo disini harganya pasti mahal - mahal. Nah, ada satu tempat yang harganya masih tergolong bersahabat jika dibandingkan dengan yang lain, namanya Yoshinoya. Saya sendiri baru pertama kali makan di tempat ini, ini adalah restoran jepang yang membuka cabang di Indonesia dan biasanya terletak di pusat pebelanjaan. Nah, karena saya penasaran apakah Yoshinoya juga buka di Surabaya atau tidak saya cari di google, ternyata Yoshinoya baru saja membuka cabangnya di Galaxy Mall pada tanggal 15 Desember 2014 kemarin sehingga buat kamu yang suka makanan Jepang bisa mencicipinya disana. Model pemesanannya mirip seperti di KFC dkk, jadi kita pilih makanan dan langsung membawanya ke meja.








Saya sendiri memesan Beef Bowl Creamy yang merupakan paket hemat, biasalah mahasiswa pasti beli yang paket, hehehe. Ketika memesan menu paket ini kita juga mendapatkan minum ocha yang bisa diisi sepuasnya (free flow) karena memang setelah saya rasakan rasanya tidak berbeda jauh dengan air putih. Harga yang ditawarkan dari paket yang saya beli adalah 40 ribu rupiah karena saya memesan yang large, jika memesan yang reguler tinggal dikurangi 7 ribu saja. Setelah makanan datang yang menjadi perhatian saya adalah beef nya yang panjang dan terlihat dagingnya karena dimasak dengan dikukus, bukan dimasak seperti olahan masakan Indonesia. Rasa enak pun langsung terasa saat suapan pertama masuk ke dalam mulut, saos mayones berpadu dengan daging membuat rasa gurih langsung terasa di lidah. Porsi large pun habis dalam waktu yang tidak lama, jadi buat cowok - cowok yang biasanya makan porsi jumbo saran saya beli saja porsi large karena jika porsi biasa bakal tidak kenyang. Usut punya usut ketika saya membuka websitenya ternyata restoran ini ada sejak tahun 1899, wow saat tahun itu di Indonesia ada restoran apa ya?
Read more!

Fantastique Show: Song of The Sea Singapura Sekarang Ada di Ancol


Setelah berjalan - jalan di kota tua saya dan teman - teman saya melanjutkan perjalanan ke Ancol. Tujuan saya kali ini bukanlah seperti tujuan orang kebanyakan yang biasanya ke Dufan dan seaworld kalau ke Ancol, saya kali ini akan mengunjungi Ecopark yang merupakan salah satu kawasan baru yang ada disini. Tujuan saya datang kesini kali ini adalah ingin melihat Fantastique Show yang termasuk pertunjukan baru yang ada di Ancol. Sesuatu yang membuat saya tertarik menonton show ini adalah karena disebut - sebut sebagai pesaing song of the sea yang ada di singapura. Ketika saya melihat show song of the sea saat di Singapura memang pertunjukannya sangat menarik dan menghibur sehingga ketika disebut menyaingi show itu maka saya menjadi tertarik untuk menonton karena tidak perlu jauh - jauh pergi ke Singapura untuk menonton pertunjukan semacam itu. Nah, untuk mencari tempat ini cukup gampang - gampang susah karena pak satpam belum terlalu paham tentang lokasi show ini.








Masuk saja ke kawasan ecopark tanpa perlu dipungut biaya, lokasinya ada di bagian depan kawasan Ancol sehingga tidak perlu sampai masuk ke dekat pantai. Nah, setelah berjalan sedikit jauh melewati taman dan kolam - kolam sampailah kita di arena pertunjukan. Saat itu waktu masih menunjukkan pukul 17.00 dan show berlangsung pukul 18.30 sehingga saya dan teman - teman harus menunggu cukup lama. Langit yang dihiasi awan mendung pun membuat kami cukup khawatir jika turun hujan karena pasti akan membatalkan pertunjukan yang dilaksanakan di luar ruangan ini. Setelah menunggu sampai jam pertunjukan ternyata langit hanya mendung dan tidak hujan, Alhamdulillah. Kami pun membeli tiket dan saat saya masuk ke arena pertunjukan hanya ada 6 penonton termasuk kami yang ada di dalam arena, padahal kapasitas dari tempat ini ada sekitar ratusan orang, cukup membuat saya kaget. Padahal dari yang saya baca di internet orang yang terlibat menjadi pemeran dalam pertujukan ini ada puluhan, berarti lebih banyak pemainnya daripada penontonnya, wow.







Ketika pertunjukan dimulai ternyata benar pemerannya sangat banyak, untungnya penonton sedikit - sedikit bertambah menjadi belasan penonton. Kisah yang diangkat bercerita tentang legenda buto ijo, tentang kisahnya bisa baca sendiri ya di buku dongeng, hehehe. Pertunjukan drama dipadu dengan pertunjukan laser dan air mancur sangat menghibur para penonton. Perbedaan utama pertunjukan ini dengan yang ada di Singapura adalah lokasinya, di Singapura song of the sea berada di pinggir pantai, sehingga ketika melihat pertunjukan kita juga bisa melihat kapal laut yang lalu lalang dari dan ke pelabuhan Singapura, sedangkan yang di Ancol ini ada di danau buatan. Saya rasa karena ini adalah hari kerja dan penontonnya sedikit, maka pertunjukan yang ditampilkan berbeda dengan yang ditampilkan saat weekend, karena dari yang saya baca seharusnya ada air yang menyemprot ke pengunjung sedangkan saat saya menonton kemarin tidak ada air yang menyemprot seperti itu.
Read more!

Museum Wayang: Menyimpan Wayang dari Berbagai Negara


Liburan semester ganjil akan segera berakhir, tetapi di sisa waktu ini saya gunakan untuk sedikit berjalan - jalan di tempat yang sudah tidak asing lagi, yaitu ibukota Indonesia. Nah, dalam kunjungan kesekian kali ini saya ingin mengunjungi tempat - tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya atau pernah dikunjungi tetapi belum diambil momennya sehingga tidak bisa ditulis di blog, hehehe. Nah, kali ini saya mengunjungi museum wayang yang ada di kawasan kota tua jakarta, lebih tepatnya tepat di sisi taman fatahillah. Dalam kesempatan saya dahulu ketika mengunjungi kota tua tidak masuk ke dalam museum wayang. Nah, untuk dapat masuk ke tempat ini kita diharuskan untuk membayar tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah, tetapi karena saya seorang mahasiswa alhasil hanya perlu membayar 3 ribu saja, cukup murah bukan.















Setelah membayar di awal perjalanan kita akan disuguhkan oleh patung raksasa berbentuk wayang yang membuat hasrat berfoto pun muncul. Setelah itu akan ada lorong berisi diorama adegan wayang yang biasa diceritakan dalam pentas wayang. Selain itu juga ada deskripsi tentang tokoh wayang yang ada dalam pajangan tersebut. Setelah itu kita bisa melihat berbagai jenis wayang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, ternyata berbeda daerah wayangnya juga beda lho. Nah puas di lantai satu kita pun bisa naik ke lantai dua untuk melihat koleksi - koleksi selanjutnya. Dalam koleksi di lantai dua ini ada pajangan wayang yang dipakai dalam pentas modern seperti si unyil. Masuk ke ruangan selanjutnya ada ruangan yang berisi berbagai pajangan wayang dan silsilah keluarga pewayangan, di silsilah tersebut kita bisa melihat beberapa nama wayang terkenal seperti pandawa lima. Dalam ruangan terakhir wayang dari berbagai negara seperti Thailand dan Tiongkok. Menuju ke pintu keluar kita disambut dengan patung ondel - ondel yang lucu. Tertarik datang kesini? datanglah antara jam 9 pagi sampai jam 3 sore ya.
Read more!

18 Januari 2015

Gubug Makan Mang Engking: Menikmati Hidangan Lezat dengan Suasana Pedesaan


Setelah minggu lalu saya mengunjungi kepiting Cak Gundul, minggu ini saya kembali berkunjung ke tempat makan yang ada di daerah Pandaan, Pandaan ini memang terkenal sebagai surga kuliner di daerah sini, ada banyak tempat makan yang dikunjungi oleh orang berbagai kota. Nah, kali ini saya berkunjung ke Gubug Makan Mang Engking yang terletak di desa Bakalan, Duren Sewu, Pandaan, Pasuruan. Lokasinya terpencil di dalam daerah Pandaan sehingga harus bertanya kepada penduduk sekitar jika baru pertama kali datang ke tempat ini, jalan paling mudah melewati by pass Pandaan. Meskipun tempatnya yang terpencil tetapi jangan mengira pengunjungnya sedikit, pengunjungnya sangat ramai, terutama mobil dari luar kota. Rupanya tempat makan daerah Pandaan ini sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan. Nah, Mang Engking ini tidak hanya membuka outletnya di Pandaan saja, ada banyak cabangnya seperti di Surabaya, Bandung, Semarang, dan pusatnya terletak di Sleman, Yogyakarta. Saya datang kesini saat siang hari sehingga penuh dengan pengunjung meskipun cuaca sedang hujan cukup deras.














Konsep tempat makan ini adalah alami dengan nuansa pedesaan. Kita bisa makan di atas gubug yang terletak di atas kolam sehingga sembari kita makan kita bisa memberi makan kepada ikan - ikan yang ada di kolam. Tempat yang sangat luas tidak hanya diisi dengan kolam saja tetapi ada juga tempat bermain anak, mirip - mirip tempat wisata. Menu yang menjadi andalan dari Gubug Makan Mang Engking ini adalah udang bakar madu dan gurame bumbu cobek yang bisa ditebus masing - masing dengan harga 70 ribu dan 55 ribu rupiah. Selain menu tersebut masih banyak menu yang lain seperti ayam goreng, bandeng, cumi - cumi, dan kepiting. Minuman yang ditawarkan pun beragam mulai dari teh sampai kelapa muda. Tidak lama menunggu hidangan pun datang dan saya yang sudah lapar langsung menyantap udang bakar madu. Rasa manis bercampur dengan sedikit gurih membuat udang ini terasa nikmat apalagi jika dipadu dengan sambel terong, hmmm. Rata - rata pengunjung disini adalah rombongan keluarga yang sedang mampir ketika perjalanan dari luar kota. Buat yang sedang ada di Pandaan tidak ada salahnya untuk mampir kesini.
Read more!
badge