02 Januari 2015

Jam Gadang: Mesinnya Hanya Ada 2 di Dunia


Sampailah saya di kota Bukittinggi, salah satu kota di Sumatera Barat. Saya kira kota Bukittinggi hanyalah kota biasa yang terkenal gara - gara Jam Gadangnya, ternyata dugaan saya salah. Kota ini memang menjadi kota wisata seperti layaknya kota Batu di Jawa Timur, jadi memang suasana kota wisata sangat terasa disini. Saat masuk kota pun kami disambut dengan kemacetan jalan karena banyaknya wisatawan yang datang kesini, pertanyaan saya pun terjawab mengapa suasana malam hari di Padang tidak seramai yang saya bayangkan, ternyata ada kota yang menjadi kota wisata disini yaitu Bukittinggi. Pusat kota Bukittinggi ada di alun - alun jam gadang, ya memang jam gadang ini yang menjadi ikon Bukittinggi, bahkan Sumatera Barat. Daerah sekitar jam gadang ini diramaikan oleh tempat - tempat yang menjadi pusat perhatian seperti istana bung Hatta dan pasar raya yang menjual berbagai kebutuhan mulai dari kebutuhan sehari - hari sampai oleh - oleh untuk wisatawan lengkap ada disini. Daerah alun - alun jam gadang dilengkapi dengan taman bermain untuk anak - anak, ada banyak penjual disini, ada penjual makanan sampai penjual jasa foto langsung jadi.







Nah, jika melihat secara rinci ke arah jam gadang pasti kita menemukan keunikan jam ini, yaitu angka jam 4 disini tidaklah ditulis IV seperti layaknya angka romawi, melainkan ditulis IIII, saya tidak tahu sejarahnya seperti apa, cari sendiri di google yaah. Nah, salah satu keistimewaan lain yang dimiliki oleh Jam Gadang adalah mesin jam nya yang hanya diproduksi sebanyak 2 unit di dunia, yang pertama diletakkan di kota Bukittinggi ini dan yang kedua diletakkan di Big Ben, London, Inggris, sangat istimewa bukan. Sayang seribu sayang jam gadang ini hanya bisa dinikmati dari area alun - alun saja karena kita tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam menara, mungkin agar tidak merusak bagian dalam jam yang bersejarah ini. Dahulu bagian atas jam gadang bentuknya bukanlah seperti sekarang, melainkan berbentuk setengah bola seperti arsitektur eropa pada masa itu, dengan merdekanya Indonesia maka bagian atas jam gadang diganti menjadi arsitektur adat setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge