02 Januari 2015

Lobang Jepang: Merasakan Sensasi Berjalan di Bawah Makam Umum



Setelah puas berbelanja oleh - oleh souvenir di pasar raya dekat Jam Gadang, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Lobang Jepang yang letaknya tidak terlalu jauh dari Jam Gadang ini. Ada 2 tempat wisata yang ada disini, yaitu masuk ke dalam Lobang Jepang dan melihat panorama ngarai sianok yang tersohor itu. Nah, pada post kali ini saya akan bercerita tentang kunjungan saya ke dalam Lobang jepang. Masuk ke Lobang Jepang bisa dinikmati dengan 2 cara, yaitu berjalan - jalan sendiri atau berjalan - jalan didampingi dengan pemandu freelance yang menyambut di depan pintu masuk Lobang Jepang. Jika kita ingin mengetahui seluk - beluk tentang Lobang jepang ada baiknya menyewa jasa pemandu ini, hitung - hitung sekalian berbagi rezeki dengan penduduk setempat. Nah saya yang ingin mengetahui seluk - beluk tentang goa pun menyewa pemandu dengan tarif 70 ribu rupiah. Masuk goa disambut dengan anak tangga turun yang cukup panjang dan melelahkan, kedalamannya sekitar 40 menter di bawah tanah. Jangan takut ketika turun tidak terlihat apa - apa ya karena goa ini telah dilengkapi dengan lampu dan pegangan tangga sehingga aman dan terang ketika turun ke bawah.









Sampai di bawah kita akan disambut oleh lorong - lorong yang membentuk jalan - jalan seperti saat kita main pac man. Tenang saja disini sudah direnovasi sehingga ada lampu dan keterangan - keterangan ruangan yang bisa dibaca dengan jelas. Nah, hal menarik lainnya adalah dengan kedalaman 40 meter di bawah tanah seharusnya udara disini sangat sedikit dan suhunya panas, kenyataannya berbeda, udara disini sangat sejuk dan bahkan ada angin yang dingin mengalir di sepanjang lorong sehingga bukannya kepanasan saya malah kedinginan, dari cerita pemandu angin ini berasal dari pintu - pintu goa yang langsung tembus ke ngarai sianok sehingga angin bisa mengalir seperti ini. Cerita kelihaian jepang dalam membangun goa juga tergambar dari kejadian gempa yang menimpa sumatera barat beberapa tahun yang lalu. Saat gempa tidak sedikitpun tanah di atas goa runtuh, malah yang runtuh adalah lapisan semen yang dibangun oleh pemerintah Indonesia, terlihat jelas kan perbedaan kualitasnya. Saat di jalan menuju dapur kita akan mendapatkan sensasi unik, yaitu melewati bagian bawah pemakaman umum warga yang ada di atas, hal ini bisa terjadi karena makam hanya menggali tidak sampai 5 meter sedangkan goa ada 40 meter di bawah tanah sehingga kita ini berjalan di bawah kuburan, cukup seram.

1 komentar:

badge