29 Maret 2015

Pangsit Mie Ovie: Pangsit Mie Spesial dengan Keju dan Mayonese


Hari Minggu yang cerah ini sayang jika dilewatkan dengan berdiam diri saja. Namun kenyataannya sejak pagi saya hanya di rumah, menghadap depan laptop, sambil sesekali tiduran di kasur, dan baru makan ya malam ini. Tidak ingin tiba - tiba pingsan tengah malam nanti saya pun memutuskan untuk makan di tempat yang agak jauh, mumpung besok tidak ada kuliah. Nah, denger - denger dari temen ada tempat makan baru yang menyediakan mie pangsit yang beda daripada yang lain, nama tempat makannya adalah Pangsit Mie Ovie yang terletak di gang kawasan MERR. Saya tidak tahu itu jalan apa karena tempat berjualannya ada di tenda semi permanen sehingga kalau saya diminta untuk memberikan petunjuk mengarahlah ke arah bebek Harissa MERR jika anda berasal dari arah utara. Sebelum sampai di bebek Harissa akan ada putar balik dimana jalur arah berlawanan terdapat Indomaret. Nah, setelah putar balik langsung ambil jalur kiri karena gang nya ada tepat di sebelah Indomaret. Setelah masuk gang tidak sampai 200 meter ada tenda besar tempat pangsit mie Ovie berdiri di sebelah kanan jalan.






Saya pun duduk dan langsung memesan makanan. Makanan yang saya pesan adalah pangsit mie spesial seharga 15 ribu rupiah dan juice sirsat seharga 10 ribu rupiah. Pangsit mie spesial terdiri dari pangsit mie yang ditambahkan keju serta mayonese. Tidak lama menunggu makanan pun datang, wow ternyata porsinya sangat besar, sepadan dengan harga yang ditawarkan. Awalnya saya kira rasanya bakalan aneh karena keju bercampur dengan gurihnya kuah, tetapi setelah saya coba tidak terasa aneh sama sekali, bahkan rasanya enak menurut saya. Jangan lupa meminta boncabe jika ingin ada tambahan rasa pedas di pangsitmu, dijamin semakin nikmat. Juice yang datangnya belakangan juga membuat saya kaget, gedhe banget, semacam porsi di tempat - tempat yang memang khusus menjual juice. Selain menjual pangsit mie keju dan mayonese, tempat ini juga menyediakan pangsit mie super hot serta pangsit mie biasa. Ada juga penyetan yang bisa kamu beli, tetapi rata - rata pelanggan yang datang kesini pasti mencari pangsit mie yang lain daripada yang lain ini. Ingin mencoba? langsung saja datang kesini.
Read more!

25 Maret 2015

Bukit Jaddih Bangkalan: Dari Kolam sampai Padang Rumput di Tengah Tambang Kapur


Setelah berkunjung ke tambang kapur warna gelap, saya dan teman - teman saya pun berkunjung ke tambang kapur warna cerah. Nama tujuan selanjutnya dari perjalanan kami ini adalah bukit Jaddih yang terletak di Bangkalan, tetapi berbeda dengan Arosbaya yang terletak di sebelah utara pusat kota, bukit Jaddih ini ada di bagian selatan pusat kota. Perjalanan dari Arosbaya ke Jeddih dapat dilakukan dengan melewati tengah kota terlebih dahulu kemudian mengambil jalan ke arah pelabuhan Kamal. Tidak ada petunjuk khusus untuk menuju ke tempat ini, sehingga kita bisa mengandalkan google maps untuk sampai di tempat ini. Dari jalan utama Bangkalan ke Kamal nanti google maps akan memberikan petunjuk belok ke kiri di suatu persimpangan, nah setelah belok ke kiri tersebut nanti tempat untuk masuk ke bukit Jaddih ada di sebelah kiri jalan. Setelah sempat salah jalan karena tidak mengerti informasi yang disampaikan oleh warga saat bertanya, akhirnya sampai juga kami di bukit Jaddih ini. Kami sampai saat sudah sore sehingga kami harus cepat - cepat ke tempat yang kami inginkan agar tidak terlalu gelap saat turun.















Meskipun kawasan tambang, tidak ada petugas yang berjaga di daerah ini sehingga pengunjung harus berhati - hati karena banyak kendaraan material yang lalu - lalang. Bagian bawah bukit dibangun sebuah kolam renang yang katanya terbesar se Bangkalan dengan mata air alami, letaknya yang dikelilingi oleh potongan bukit membuat kolam renang ini sangat unik. Nah, setelah melihat - lihat kolam renang kami pun naik lagi ke mobil lalu melanjutkan perjalanan ke bagian atas bukit, jalannya yang tidak rata membuat saya harus berhati - hati memilih permukaan jalan yang sanggup dilalui oleh mobil saya. Setelah sampai di atas matahari sudah mulai kembali ke peraduannya, kami pun cepat - cepat keluar mobil dan berjalan ke puncak bukit. Luasnya area membuat kami sedikit bingung dimana tempat yang bagus untuk mengambil foto, akhirnya setelah melihat - lihat kami menemukan sebuah padang rumput yang indah. Pemandangan dari atas padang rumput ini membuat kami takjub, ada pepohonan, rumah - rumah, dan sudah terlihat garis pantai di kejauhan. Setelah lumayan gelap kami pun langsung turun ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Kamal. Bukit Jaddih ini bukanlah tempat wisata yang benar - benar tempat wisata, jadi pengunjung harus berhati - hati.
Read more!

24 Maret 2015

Bukit Pelalangan Arosbaya: Ukiran Perbukitan Kapur Mempesona di Bangkalan


Senin adalah hari dimana orang - orang kembali bekerja setelah berlibur, tetapi tidak dengan saya semester ini karena jadwal kuliah saya adalah dari hari selasa-kamis, jadi senin masih terhitung weekend, hehehe. Nah hari Senin minggu ini saya sudah lelah dengan tugas yang sangat banyak, bayangkan saat weekend dimana orang - orang pada bersantai sebagai seorang mahasiswa saya harus berjuang menyelesaikan tugas. Nah, karena kelelahan otak itulah saya dan teman - teman membutuhkan penyegaran otak dengan mengunjungi tempat wisata. Teman - teman saya yang aktivis media sosial pun mengajak ke Bangkalan karena disana ada 2 tempat yang lagi ngetrend, sama - sama bukit kapur tetapi berbeda wilayah dan berbeda warna kapurnya. Tempat pertama yang saja kunjungi adalah bukit kapur Pelalangan yang ada di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Dari tengah kota Bangkalan ambil saja jalan utama ke arah utara untuk sampai di jalan raya Arosbaya, setelah itu silahkan tanya kepada penduduk kemana jalan untuk menuju ke lokasi situs makam aer mata ibu.














Mengapa ke situs makam aer mata ibu? karena kebanyakan penduduk tidak tau kalau kita bertanya bukit kapur pelalangan karena memang bukan tempat wisata umum, nah lokasi bukit kapur ini sangat dekat dengan situs makam aer mata ibu yang sudah terkenal sejak dulu sehingga tanya saja jalan yang mengarah kesana. Setelah bertanya beberapa kali akhirnya sampai juga di tempat ini. Berhubung ini adalah hari senin maka tidak ada wisatawan sama sekali yang datang kesini menaiki mobil sehingga mobil saya bisa sampai di dekat bukitnya, jika saat weekend pengunjung harus memarkirkan mobilnya di kawasan aer mata ibu karena jalan menuju ke dekat bukit kapur yang sangat sempit dan padat sehingga akan susah jika dipaksakan. Setelah sampai disana kami langsung saja masuk ke dalam dan masih terdapat aktivitas penambangan kapur disana. Kapur disini berbeda dengan yang lain karena berwarna merah kecoklat - coklatan, mirip batu bata. Nah kami terus masuk ke dalam sampai menemukan tempat dimana kami ada di bawah tanah. Maksudnya bawah tanah adalah bagian atas kami adalah lubang dari dataran bukit yang digali untuk mengambil kapur - kapur yang ada disini. Ada seseorang penduduk lokal yang meminta tarif 30 ribu untuk kami semua (6 orang), keterbatasan bahasa sempat menghambat komunikasi kami sehingga kami tidak paham dengan maksud orang tersebut. Pengunjung yang suka fotografi harus mencari lokasi - lokasi foto yang pas agar mendapatkan hasil yang bagus, jika jeli maka akan ada banyak spot yang menarik untuk dicoba.
Read more!

Almond Crispy: Oleh - Oleh Baru dari Surabaya


Setelah menikmati pecel ponorogo dan jalan - jalan saya jadi ingat ingin membeli oleh - oleh yang lagi ngetrend sekarang. Nama oleh - oleh yang ingin saya beli adalah Almond Crispy yang bisa dibeli di toko oleh - oleh Wisata Rasa Surabaya. Seingat saya saat saya masih belum tinggal di Surabaya oleh - oleh khas dari Surabaya adalah ikan - ikan yang telah dikeringkan, mirip dengan oleh - oleh yang ada di Sidoarjo. Nah belakangan ini muncul oleh - oleh baru yang digandrungi oleh wisatawan yang datang ke Surabaya, bahkan artis ibukota yang kebetulan mampir pun juga banyak yang nmencari Almond Crispy ini, padahal saat itu saya belum tau ada oleh - oleh baru ini. Nah akhirnya kemarin baru keturutan untuk membeli makanan yang satu ini. Saya mendatangi Wisata Rasa yang ada di jalan Genteng Besar nomor 83A Surabaya. Jika ingin kesini cari saja Pasar Genteng yang sudah melegenda itu, jalan disini satu arah sehingga harus dicapai dari jalan Tunjungan.







Sebenarnya kalau anda sedang tidak di dekat jalan Tunjungan bisa ke cabang Wisata Rasa yang ada di daerah Surabaya lainnya, salah satunya jalan MERR. Ada 3 macam varian Almond Crispy yang bisa kita nikmati, yaitu rasa original, rasa green tea, dan rasa coklat. Saya membeli ketiganya karena belum pernah mencobanya sama sekali sehingga penasaran dengan rasa yang ditawarkan oleh Almond Crispy ini. Nah, kita bisa membeli satu kotak Almond Crispy dengan harga 48 ribu rupiah, tentunya jika membeli di Wisata Rasa. Setelah sampai rumah pun saya langsung mencobanya, dan ternyata rasanya memang enak. Saya bisa bilang enak ini karena saya tidak suka ngemil, begitu makan almond crispy langsung saya terus mengambil sampai habis, rasanya tidak eneg dan tidak membuat haus sehingga saya suka. Komposisinya yang terdiri dari keju dan almond membuat rasa manis tidak terlalu kuat, tidak seperti kue lain yang sangat manis sehingga membosankan. Nah, buat kamu yang lagi berkunjung ke Surabaya wajib hukumnya buat beli Almond Crispy ini.
Read more!

Pecel Ponorogo Hj.Boeyatin: Sarapan Pecel di Tengah Kota Surabaya


Hari libur di tanggal merah membuat keluarga saya datang ke Surabaya untuk menjenguk. Nah, kalau sudah ada keluarga gini pastinya pingin makan yang enak - enak dong, kapan lagi bisa makan enak tanpa mengeluarkan uang saku, hehehe. Nah, jam sarapan pun tiba dan saya mengajak keluarga untuk makan di tempat yang tidak pernah saya kunjungi, namanya adalah Pecel Ponorogo Hj. Boeyatin yang terletak di jalan Ketabang Kali nomor 51 Surabaya, tepatnya di samping Ketoprak Mang Ucup, sangat dekat dengan Grand City, maka dari itu saya menyebutnya tengah kota pada judul artikel ini, hehehe. Saya baru tau tentang pecel Ponorogo, biasanya yang saya tau adalah pecel madiun yang memang sudah banyak di Surabaya, nah karena penasaran inilah saya mengajak keluarga saya untuk datang kesini. Setelah sampai ternyata sudah ramai saja tempatnya padahal masih pagi hari.





Tempat duduk pun sudah didapat dan kami pun memesan makanan yang dilakukan secara langsung di dekat kasir seperti hal nya warung pecel pada umumnya.  Harga dasar yang ditawarkan disini mulai dari 12 ribu rupiah, itu sudah termasuk tempe dan dadar jagung, jika ingin menambahkan yang lain silahkan melihat papan harga agar tidak kaget saat membayar. Harga minumannya pun juga lumayan murah, teh hangat bisa ditebus dengan 3 ribu saja. Tidak lama antri makanan pun bisa didapat dan bisa langsung disantap. Rasa pecelnya menurut saya tidak jauh berbeda dengan pecel madiun, apalagi lidah saya tidak terlalu sensitif jika perbedaannya hanya sedikit jadi saya tidak bisa menemukan perbedaannya. Kata referensi yang saya baca sih bumbu dari pecel Ponorogo ini lebih kuat dari pecel - pecel yang lain. Tempat ini bisa anda kunjungi bila ingin sarapan dengan nuansa yang berbeda, sampai siang juga masih buka kok.
Read more!

22 Maret 2015

Surabaya Carnival Night Market: Menghilangkan Dahaga Theme Park di Surabaya


Satu lagi wisata yang ada di Surabaya. Semenjak saya tinggal di Surabaya saya sadar bahwa ini adalah kota terbesar kedua di negeri ini, tetapi ada satu yang membuat saya heran. Kenapa kok tidak ada wisata theme park seperti layaknya kota - kota besar lainnya di Indonesia. Orang Surabaya harus jauh - jauh pergi ke Batu untuk menikmati wisata theme park, atau jika ingin bernostalgia sedikit bisa pergi ke Taman Remaja yang sepertinya masih buka sampai sekarang. Nah, hari raya tahun 2014 kemarin terjawablah pertanyaan saya selama ini, akhirnya dibuka sebuah wahana yang diberi nama Surabaya Carnival Night Market (SCNM) yang terletak di jalan Ahmad Yani nomor 333 Surabaya. Buat kamu yang pingin dateng kesini tapi belum tahu jalan harap bersabar karena rada susah menjelaskan arah ke daerah SCNM ini. Lokasi dari SCNM ini adalah di belakang Korem, deket pintu masuk tol arah bandara juanda dari bundaran waru. Jika kamu pingin ke SCNM dari arah dalam kota Surabaya, maka saat masuk jalan Ahmad Yani masuklah ke jalan frontage road, ikuti saja sampai di depan Korem lalu belok ke kiri tepat di samping Korem, setelah itu akan ditemukan petugas yang mengarahkan ke SCNM.





















Tiket yang dijual disini menggunakan 2 metode, yaitu tiket reguler dan tiket terusan, jika tiket reguler harganya 25 ribu saat weekend dan terusan 120 ribu. Saya yang sedang malas untuk masuk - masuk ke wahana karena sedang pusing akhirnya memilih tiket reguler karena mungkin saya hanya masuk ke beberapa wahana saja. Saat masuk kita akan disambut dengan gallery Surabaya yang berisi sejarah Surabaya serta prestasi - prestasi yang telah dicapai oleh Surabaya. Puas disini saya melanjutkan perjalanan dan masuk ke Art dan Wax House yang berisi background - background yang bisa dijadikan latar foto kita. Background yang ada merupakan gambar 3 dimensi jika kita mengambilnya dengan foto sehingga tempat ini sangat menarik untuk pecinta foto. Setelah itu saya berjalan dan sampai di arena utama, yaitu tempat dimana permainan - permainan menantang berada dan ada foodcourt juga di daerah ini. Hasil perjalanan saya disini menunjukkan bahwa tempat ini sangat mirip dengan yang ada di Batu, jadi buat warga sekitar Surabaya yang sudah bosan dengan kemacetan perjalanan ke Malang, SCNM bisa menjadi alternatif wisata keluarga.
Read more!
badge