24 Maret 2015

Bukit Pelalangan Arosbaya: Ukiran Perbukitan Kapur Mempesona di Bangkalan


Senin adalah hari dimana orang - orang kembali bekerja setelah berlibur, tetapi tidak dengan saya semester ini karena jadwal kuliah saya adalah dari hari selasa-kamis, jadi senin masih terhitung weekend, hehehe. Nah hari Senin minggu ini saya sudah lelah dengan tugas yang sangat banyak, bayangkan saat weekend dimana orang - orang pada bersantai sebagai seorang mahasiswa saya harus berjuang menyelesaikan tugas. Nah, karena kelelahan otak itulah saya dan teman - teman membutuhkan penyegaran otak dengan mengunjungi tempat wisata. Teman - teman saya yang aktivis media sosial pun mengajak ke Bangkalan karena disana ada 2 tempat yang lagi ngetrend, sama - sama bukit kapur tetapi berbeda wilayah dan berbeda warna kapurnya. Tempat pertama yang saja kunjungi adalah bukit kapur Pelalangan yang ada di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Dari tengah kota Bangkalan ambil saja jalan utama ke arah utara untuk sampai di jalan raya Arosbaya, setelah itu silahkan tanya kepada penduduk kemana jalan untuk menuju ke lokasi situs makam aer mata ibu.














Mengapa ke situs makam aer mata ibu? karena kebanyakan penduduk tidak tau kalau kita bertanya bukit kapur pelalangan karena memang bukan tempat wisata umum, nah lokasi bukit kapur ini sangat dekat dengan situs makam aer mata ibu yang sudah terkenal sejak dulu sehingga tanya saja jalan yang mengarah kesana. Setelah bertanya beberapa kali akhirnya sampai juga di tempat ini. Berhubung ini adalah hari senin maka tidak ada wisatawan sama sekali yang datang kesini menaiki mobil sehingga mobil saya bisa sampai di dekat bukitnya, jika saat weekend pengunjung harus memarkirkan mobilnya di kawasan aer mata ibu karena jalan menuju ke dekat bukit kapur yang sangat sempit dan padat sehingga akan susah jika dipaksakan. Setelah sampai disana kami langsung saja masuk ke dalam dan masih terdapat aktivitas penambangan kapur disana. Kapur disini berbeda dengan yang lain karena berwarna merah kecoklat - coklatan, mirip batu bata. Nah kami terus masuk ke dalam sampai menemukan tempat dimana kami ada di bawah tanah. Maksudnya bawah tanah adalah bagian atas kami adalah lubang dari dataran bukit yang digali untuk mengambil kapur - kapur yang ada disini. Ada seseorang penduduk lokal yang meminta tarif 30 ribu untuk kami semua (6 orang), keterbatasan bahasa sempat menghambat komunikasi kami sehingga kami tidak paham dengan maksud orang tersebut. Pengunjung yang suka fotografi harus mencari lokasi - lokasi foto yang pas agar mendapatkan hasil yang bagus, jika jeli maka akan ada banyak spot yang menarik untuk dicoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge