14 Maret 2015

Omah Kayu: Gemerlap Lampu Kota di Tengah Kesunyian Gunung Banyak


Jalan - jalan saya kali ini akan mengunjungi sebuah tempat yang tidak asing lagi buat kamu yang tinggal di Malang, tetapi ada sesuatu hal yang baru disini. Nama tempat ini adalah Omah Kayu yang terletak di Gunung Banyak, Batu. Biasanya kalau ada orang yang tidak tahu gunung banyak sebut saja paralayang karena tempat ini sangat terkenal untuk olahraga tersebut. Nah, beberapa tahun lalu saat saya masih sering ke tempat ini tidak ada bangunan di atas, hanya ada musholla, tempat parkir, dan toilet. Beberapa tahun selanjutnya mulai bermunculan warung di atas sini, ada juga wahana seperti flying fox. Saat ini semakin bertambah lagi obyek - obyek disini, salah satunya Omah Kayu. Jika ingin ke area paralayang maka setelah parkir kita harus berjalan ke arah barat sedangkan omah kayu ini berjalan ke arah timur. Saya datang kesini saat sudah pukul setengah 7 malam, tidak ada niat sebenarnya ke omah kayu karena saya kira sudah tutup, setelah iseng bertanya kepada penjaga parkir ternyata omah kayu masih buka, alhasil datanglah saya kesana.














Setelah berjalan melewati jalan yang cukup gelap akhirnya sampai juga di receptionist omah kayu. Tarif untuk berkunjung disini adalah 5000 per orang, cukup murah kan. Beruntungnya saya adalah membawa kamera di mobil sehingga tanpa perencaan saya sekaligus hunting foto disini. Setelah berjalan di jalan setapak naik turun dan gelap akhirnya sampai juga di salah satu omah kayu. Eits, disini omah kayu bukan sembarang omah kayu karena letaknya ada di batang pohon, jadi omah kayu disini itu adalah rumah pohon seperti yang ada di film - film, menarik kan. Rumah kayu yang kecil hanya bisa dinaiki oleh 3 orang saja, pemandangan indah yang terhampar di depan mata saya membuat saya tidak sabar untuk mengeluarkan kamera. Saya ingin mengambil gambar dari luar rumah sehingga bisa terlihat rumah sekaligus pemandangan indah sebagai latar belakangnya. Gelapnya tempat saya meletakkan kemera membuat susah sekali menentukan fokus kamera, alhasil hanya 1 atau 2 foto saja yang hasilnya tidak blur, tak apalah. Hasil wawancara saya dengan penjaga omah kayu memberikan info yang menarik, ternyata rumah pohon ini bisa disewa dengan tarif 350 ribu per malam untuk weekday dan 450 ribu per malam untuk weekend, tersedia 5 rumah pohon dengan kapasitas 2 orang saja. Tarif yang lumayan mahal sangat sebanding dengan sensasi serta suasana yang kita dapatkan disini. Bayangkan saja kita tidur dengan pemandangan menakjubkan di depan mata, hmm jadi ingin menginap disini suatu saat.

5 komentar:

  1. azizah mutiara rosdiani14 Maret 2015 20.37

    Jalan ke omah kayu itu dari batu kemana yaa ? Lewat selecta kah ? Boleh kasih tau rute nya yg rinci . Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Omah kayu itu ada di gunung banyak (paralayang) batu. Ada 2 jalan sebenarnya, jalan pintas lewat songgoriti sama jalan normal lewat payung, aku kasih tau yang jalan normal aja ya. Dari Alun - alun Batu ambil jalan ke arah Kediri, nah sampai di patung sapi belokan ke coban rondo, ambil arah ke kanan, darisana nanti ada belokan ke kanan tapi agak tidak terlihat, jadi pelan - pelan aja. Abis belok itu gak sampek 300 meter ada belokan ke kiri, nah darisana udah banyak petunjuk arah ke paralayang soalnya udah deket.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Mantep mas infonyaaa...
    Baru tau klo bisa d buat ngineeep...
    Hehehe

    BalasHapus

badge