31 Mei 2015

Waroeng Daoen: Restoran dengan Nuansa Alami Khas Pedesaan


Akhirnya usai sudah kuliah di semester 6 ini. Mengakhiri bulan mei untuk menyambut bulan Juni saya akan menuliskan artikel saat saya berkunjung ke sebuah tempat makan yang ada di daerah Pasuruan, tepatnya di daerah Purwosari. Nama tempat ini adalah Waroeng Daoen yang terletak di Desa Parelegi Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Letaknya ada di dekat jalan raya Surabaya - Malang sehingga mudah untuk menjangkau tempat ini. Patokan untuk menuju ke tempat ini adalah pengunjung harus pelan - pelan setelah melewati kebun raya purwodadi dadi karena tempatnya harus masuk ke jalan kecil yang ada di sebelah kiri jalan jika kamu sedang mengarah ke Malang, tetapi tenang saja ada baliho cukup besar di sebelah kiri jelan tentang tempat makan ini. Meskipun tempatnya melewati jalan kecil, saat sampai di tempatnya pengunjung akan menemukan pemandangan yang cukup indah, saat menuju ke tempat parkir kita akan melewati kolam yang berisi ikan, pengunjung dapat menyewa alat pancing sederhana dengan tarif 5 ribu rupiah saja.

















Menu utama yang ada disini adalah gurame bakar daun seharga 60 ribuan. Selain itu ada banyak menu lalapan yang lain seperti ayam, cumi, dan udang. Menu - menu yang ada disini seperti layaknya menu makanan pada restoran lesehan yang lain. Nah, setelah memesan makan saya pun memesan minum yang juga khas dari sini yaitu jus telo ungu seharga 15 ribuan. Ohya sekedar info waroeng daoen ini adalah milik bakpao telo yang sudah terkenal itu sehingga banyak menu makanan yang mengandung telo disini. Berbeda dengan tempat makan yang lain, disini gazebo - gazebo tempat kita makan terletak di tempat yang berbeda - beda dan saling berjauhan dengan tempat memasak, bahkan harus melewati taman terlebih dahulu sehingga karyawan yang ada disini harus kuat jalan jauh, keren juga ya. Sembari menunggu menu makanan saya pun mengelilingi tempat ini yang cukup luas. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan disini selain makan dan memancing, jika membawa anak kecil ada tempat bermain anak seperti prosotan dan ayunan serta ada juga taman yang tersedia klompen di tengahnya untuk dicoba, seru kaan. Maka dari itu datanglah kesini rame - rame, dijamin gak bosan.
Read more!

22 Mei 2015

Kizuna: Nikmati Makanan Jepang Dengan Harga Terjakau Disini


Satu lagi tempat untuk menikmati makanan jepang yang ada di Surabaya. Namanya adalah Kizuna yang terletak di jalan Melati nomor 11 Surabaya, kalau bingung lewat aja di jalan belakang Grand City yang mengarah ke taman makam pahlawan, nanti setelah Grand City ada jalan ke kiri, masuk ke jalan itu, nah Kizuna nya ada di sebelah kanan jalan. Saya datang saat malam hari dan pengunjung lumayan banyak. Ada banyak ruangan yang bisa kita pilih, mau yang outdoor ditemani oleh payung tenda, atau duduk di bagian dalam yang dindingnya dihiasi oleh ornamen - ornamen ala jepang, atau mau lesehan di dalam juga dengan lantai kayu yang tentunya tidak akan membuat masuk angin, hehehe. Saya sendiri memilih duduk di outdoor karena ingin menikmati suasana malam hari dibalik megah nya grand city ini. Setelah duduk saya pun memesan makanan dan minuman. Ada banyak sekali pilihan yang membuat saya sendikit bingung, pengunjung bisa memilih mulai dari aneka sushi, aneka ramen, aneka olahan nasi khas jepang, sampai sayuran ala - ala jepang. Kalo  minumannya sih paling cuma ocha yang jepang, karena yang lain ya sewajarnya minuman di tempat makan seperti ini.












Saya sendiri memesan soyu ramen beef seharga 20 ribu, tuna roll sushi seharga 15 ribu, dan cappucino ice seharga 10 ribu. Menurut saya harga yang ditawarkan sangat terjangkau, bayangkan saja kalau beli sushi di tempat - tempat yang emang sudah terkenal menjual sushi, tidak ada angka 1 di depan, palingan angka 3 atau 4 yang paling murah. Pelayanan disini sangat cepat, belum lama saya menunggu sudah datang saja semua makanan dan minuman yang saya pesan. Saya pun mencoba sushi nya terlebih dahulu, rasanya enak, tidak kalah dengan yang ada di restoran, hanya saja sudah dimasak, kalau saya kan sukanya yang mentah, hehehe. Setelah sushi habis mulailah saya menyantap soyu ramen. Kuah bening tidak melulu hambar, ada rasa gurih dari kuah yang menemani setiap mie yang saya makan. Rasa gurih yang pas membuat saya dapat makan dengan sangat cepat. Meskipun ada di tengah kota tapi karena ada di jalan penghubung yang jarang dilewati kendaraan, suasana outdoor malam emang enak banget buat makan ramen sambil dengerin musik. Yuk buat kamu yang emang suka makanan jepang gak ada salahnya nyoba tempat yang satu ini.
Read more!

Museum Brawijaya: Jejak Jejak Perjuangan Pahlawan di kota Malang


Setelah sarapan pagi di salah satu cafe, saya melanjutkan perjalanan dengan pergi ke mall. Nah, bosan jalan - jalan di mall saya jadi kepikiran bahwa selama saya sekolah SMA di Malang selama 3 tahun belum pernah sama sekali berkunjung ke Museum Brawijaya yang terletak di jalan Ijen, dekat perpustakaan kota. Padahal saya udah dateng ke museum berbagai pulau mulai dari Belitung, Bangka, Makassar, Padang, Palembang, sampai yang paling dekat di Surabaya, tetapi saya belum pernah ke museum yang satu ini, makanya saya pun berniat dateng kesana. Perkiraan saya pengunjungnya bakalan sepi, ternyata perkiraan saya salah. Ada 2 rombongan sekolah yang lagi mampir disini saat saya sampai, taksiran saya rombongan ini dari anak - anak SMP yang baru aja selesai menjalankan unas. Perjalanan saya dimulai dari bekas tank yang dipajang di bagian depan museum, ternyata ini tank terbuka yang tidak perlu masuk - masuk. Saat akan masuk di jembatan untuk menuju gedung utama kita disambut oleh patung Panglima Soedirman seakan mengingatkan kita tentang perjuangan beliau saat penjajahan.


















Tiket masuk yang harus dibayarkan tidak terlalu mahal, hanya 3 ribu rupiah per orang. Kita bisa memilih akan masuk ke ruangan sebelah kiri atau sebelah kanan terlebih dahulu karena ruangan tersebut tidak tersambung menjadi satu rute. Saya pun masuk ke ruangan sebelah kanan dahulu. Masuk ke dalam ruangan kita disambut oleh mobil pak Soekarno saat menjadi presiden dahulu, banyak juga ya mobilnya yang tersebar di beberapa museum. Ruangan ini lebih banyak bercerita tentang persenjataan yang digunakan saat jaman perang dulu. Alat - alat yang dipamerkan diambil dari sisi TNI karena memang museum ini milik TNI. Masuk ke ruang sebelah kiri barang - barang yang dipamerkan sedikit lain. Disini lebih fokus pada barang - barang pendukung perang saat dahulu. Satu barang yang menarik buat saya adalah komputer tahun 1960an, saat itu komputer baru pertama kali ditemukan dan tentara kita telah mempunyai nya, sangat menarik karena saya baru tau tentang hal tersebut. Komputernya sangat besar dan hanya bisa melakukan kegiatan cetak kartu. Ada juga pelengkap lain yang dipamerkan disini seperti mata uang jaman dahulu, pakaian - pakaian milik tentara saat itu. Ada juga peta yang menunjukkan betapa berkuasanya kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya. Buat kamu yang rindu dengan sejarah dan lagi ada di Malang, tidak ada salahnya untuk mampir disini.
Read more!

Coffee Taste: Tempat Bersantai di Tengah Kota Malang


Satu lagi tempat baru muncul sebagai tempat nongkrong asyik yang ada di kota Malang. Hari libur minggu kemarin saya habiskan dengan jalan - jalan ke Malang, maklum lah udah bosan dengan tempat yang ada di Surabaya jadi ya jalan - jalan ke kota yang terkenal barang - barangnya murah ini. Niat saya sih ke Illy Cafe karena emang enak buat duduk - duduk, tapi ternyata waktu hari Kamis saya kesana itu saatnya dia tutup, seinget saya sih hari Selasa makanya saya coba dateng kesitu, eh ternyata hari Kamis tutupnya. Akhirnya googling cari tempat asyik lainnya, ketemulah Coffee Taste yang terletak di jalan Sarangan 21 A, Malang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari burger buto, bisa dibilang satu deret. Pagi - pagi saya kesini untungnya sudah buka, maklum biasanya cafe paling pagi buka siang atau sore hari. Hari yang masih pagi membuat belum banyak orang yang dateng kesini, coba aja kesini waktu malem wah ramenya sampai bikin bingung duduk dimana. Setelah duduk kami pun memesan makanan yang ternyata sangat banyak pilihan, sampai bingung pilih yang mana.












Akhirnya saya memesan lasagna dengan minuman red velvet, penasaran aja minuman red velvet itu seperti apa, biasanya kan red velvet ada di terang bulan atau jajanan yang lagi hits sekarang. Harga dari lasagna sendiri adalah 29 ribu dan red velvet nya 19 ribu, lumayan lah untuk ukuran harga cafe. Masalah tempat disini nyaman banget, setiap meja disediakan colokan listrik buat yang pingin buka laptop atau sekedar charge gadget nya. Ada 2 tipe ruangan yaitu yang ber AC atau yang non AC. Di ruangan non AC disediakan TV besar yang biasanya dipake buat nonton bareng petandingan besar, kalo di ruangan yang ber AC adanya TV ukuran normal. Tidak lama menunggu makanan pun datang. Saya harus menunggu agak lama agar lasagna ini tidak membakar lidah saya, maklum saya tidak tahan dengan makanan yang panas. Setelah bisa disantap saya pun mulai mencicipi lasagna, hmm rasanya enak, tidak jauh berbeda dengan yang ada di illy. Minuman red velvet nya pun juga menunggu saya teguk, dan setelah mencoba ternyata red velvet itu rasanya mirip - mirip taro, saya tebak ini sama - sama dari ubi - ubian tetapi gak tau ubi yang mana. Overall Coffee Taste memberikan pengalaman yang baik, tidak ada halangan untuk mencoba kembali ke tempat ini, selamat mencoba.
Read more!
badge