30 Juni 2015

Tebing Keraton: Melihat Keindahan Taman Hutan Raya dari Ketinggian


Hari terakhir perjalanan di Bandung ditutup dengan berwisata ke tempat paling hits di Bandung akhir - akhir ini, coba lihat aja instagram pasti ada aja yang lagi foto disini. Nama tempatnya adalah Tebing Keraton yang terletak di daerah Dago Pakar, Bandung, aslinya sih namanya tebing Karaton, tetapi karena orang - orang lebih familiar dengan istilah "keraton" maka terkenalnya dengan nama Keraton, padahal tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan keraton sebagai istilah tempat tinggal raja. Nah, perjalanan dari sini bisa dimulai dari daerah Dago bawah lalu mengarah ke Dago Atas, setelah perjalanan beberapa km, nanti ada belokan kecil ke arah kiri yang menuju ke taman hutan raya Ir.H.Djuanda (tahura), sepenglihatan saya sih tidak ada petunjuk jalan di belokan ini jadi ya kalau kamu tidak tahu jalan lebih baik nanya orang aja daripada tersesat. Nah, melewati jalan kecil ini nanti kita akan sampai di pintu masuk parkiran tahura, tetapi perjalanan kita tidak berhenti disini, kita masih harus melaju ke ketinggian untuk menuju ke lokasi parkir Tebing Keraton, ada petunjuk jalan dari lokasi parkir tahura ke tebing keraton, jadi jangan sampai salah masuk ke parkir tahura yaa.











Melewati jalan mulus dan dilanjutkan dengan jalan bergeronjal sampailah kita di lokasi parkir ini, sebenarnya mobil SUV masih bisa naik ke atas tetapi karena aturan yang ada disana tidak membolehkan mobil masuk maka mobil harus parkir disitu, kalau motor sih boleh sampai di pintu masuk kawasan tebing. Jarak dari lokasi parkir mobil ke pintu masuk tebing sekitar 2,5 km sehingga ada 2 pilihan, jalan kaki menanjak selama 30 menit seperti yang saya lakukan, atau naik ojek seharga 30 ribu untuk naik doang, silahkan pilih. Sampai di atas ternyata ada tiket masuk sebesar 11 ribu rupiah per orang, hasil bercerita dengan bapak - bapak ojek saat saya turun sih itu bisa buat masuk ke semua area tahura, termasuk di tahura bawah, sayangnya tiket temen - temen saya tidak diberikan oleh petugasnya sehingga tidak bisa deh ke tahura bawah. Saya jadi ingat paralayang saat dulu masih gratis dan tidak komersial, sekarang menjadi komersial, persis kejadiannya dengan tebing keraton, kata bapak - bapak disini komersialnya udah hampir 1 tahun, sejak tempat ini ramai dikunjungi, efek dunia maya nih. Darisini kita bisa melihat pemandangan tahura dari ketinggian sehingga banyak pohon yang menjulang dari bawah kita. Waktu terbaik untuk berkunjung kesini adalah saat pagi hari karena kabut masih tebal, serasa di atas awan, tetapi kami bangun kesiangan habis sahur sehingga tidak ada kabut, gapapalah masih bagus kok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge