30 Juli 2015

Sate Padang Mak Syukur: Mencicipi Sate yang Pernah Dikunjungi Mantan Presiden Indonesia


Halo - halo, seperti yang saya tuliskan pada artikel sebelumnya, makan siang saya sekarang lebih bervariasi dan menguras kantong karena kantin BI lagi tutup 2 bulan, nah kali ini saya lagi cobain sate yang sangat terkenal di asalnya sana, yaitu Sumatera Barat. Waktu saya ke Sumatera Barat hampir satu tahun yang lalu sebenarnya saya pingin cobain sate yang satu ini, sayang seribu sayang saat itu perjalanan saya masih jauh ke tempat tujuan akhir dan perut masih kenyang setelah sarapan, akhirnya gak jadi deh cobain sate ini di pusatnya sana. Nama tempat ini adalah Sate Mak Syukur yang terletak di Pasar Tanah Abang Blok A lantai 8, tepatnya di foodcourt. Hal yang membuat sate mak syukur sangat menarik adalah mantan presiden RI, pak SBY, pernah makan sate mak syukur di pusatnya sana, padang panjang. Nah, di Jakarta sendiri sate mak syukur telah membuka cabang di beberapa tempat selain di pasar tanah abang, antara lain di Blok M, Rawamangun, ITC Cempaka mas, kelapa gading, dan alam sutera. Nah, perjalanan dari kantor ke blok A tanah abang bisa ditempuh dalam waktu 15 menit berjalan kaki, cukup dekat kan.




Setelah sampai di lantai 8 saya sempat berkeliling mencari outletnya, ternyata outletnya ada di dekat richeese factory. Saya memesan satu porsi sate sudah termasuk lontong seharga 33 ribu rupiah. Sate yang sudah siap ini langsung dihidangkan layaknya beli makan di restoran cepat saji. Kesan pertama kali dari sate mak syukur ini sudah sangat menggoda, 8 tusuk sate daging dengan potongan yang besar serta kuah warna kuning yang kental dan banyak membuat tidak sabar untuk menikmati sate mak syukur ini. Bagi yang terbiasa dengan sate jawa timur jangan heran kalau rasanya sangat berbeda, tidak ada bumbu kacang sama sekali di sate padang ini. Saya pun mulai melahap satu per satu sate yang ada di depan saya beserta lontongnya. Rasa gurih khas kari langsung terasa begitu makan sate padang ini. Warna kuning yang ada dalam kuah rupanya berasal dari kunyit, terasa dari rasanya kuahnya yang bercampur dengan sedikit pedas. Awal dari makan sate ini tidak akan terasa pedas, tetapi sedikit demi sedikit semakin banyak makan kuahnya maka rasa pedas semakin terasa, mengimbangi rasa kari yang kuat. Sate mak syukur ini juga hanya menggunakan daging saja dalam satenya, tidak ada campuran jeroan jadi buat yang gak suka jeroan seperti saya masih aman, hehehe.
Read more!

Mie Aceh Seulawah: Mie Aceh Lezat dari Kawasan Benhil Jakarta


Istirahat siang di jam kerja seperti ini biasanya saya gunakan untuk makan siang di dalam kantin kantor. Sayang seribu sayang saat ini kantin kantor sudah dirobohkan karena akan dibangun gedung atau sejenisnya dan baru buka 2 bulan lagi, nah saya udah di Surabaya dong waktu buka lagi. Akhirnya saya pun makan di belakang biasanya, rm Padang menjadi langganan. Hari ini teman KP saya bawa mobil dan ngajakin makan di luar, daripada makan masakan Padang tiap hari mau lah saya diajakin makan. Tujuan kami kali ini adalah kawasan Bendungan Hilir (Benhil) yang letaknya tidak jauh dari kantor kami, koridor 1 TransJakarta bisa menjangkaunya kok. Kami akan makan siang di Mie Aceh Seulawah yang terletak di jalan Bendungan Hilir nomor 8 Jakarta Pusat, lebih tepatnya ada di seberang rumah sakit angkatan laut Mintoharjo, kalau saya lihat sih kayak di pertokoan lama gitu. Saat ini mie aceh sudah membuka beberapa cabang seperti di Plaza Indonesia, Bekasi, Manggarai, dan daoen sirih food garden. Setelah parkir saya dan teman - teman pun masuk ke dalam, untung saja masih ada meja karena kalau jam makan siang seperti ini biasanya tempatnya ramai. Dinding dari tempat makan ini dipenuhi dengan pajangan tentang aceh dan liputan tempat ini, sudah pernah masuk TV lho jadi ya tidak diragukan lagi kelezatannya.










Membolak balik menu saya sebenarnya pingin coba menu paling terkenal yaitu Mie Kepiting, tetapi karena harganya selangit ya tidak jadi, hehehe. Akhirnya saya beli mie special (daging+udang) masak tumis seharga 32 ribu, cukup mahal ya. Selain bisa dimasak tumis, pengunjung juga bisa pesan mie aceh masak goreng dan kuah, tinggal pilih lagi pingin yang berkuah atau kering. Minuman yang saya pesan pun juga yang paling khas yaitu es timun seharga 12 ribu, sekali - kali kesini coba yang paling enak lah ya. Sebagai makanan pendamping kami memesan roti cane kari ayam seharga 30 ribu, katanya sih enak roti cane ini. Tidak lama menunggu semua makanan pun datang, dibuka dengan mencicipi roti cane. Saya yang baru pertama kali makan roti cane langsung ketagihan, bumbu kare sangat meresap di rotinya, ditambah daging ayam membuat makanan ini semakin lezat. Korban kedua adalah mie spesial pesanan saya, wah rasanya sangat kuat, enak banget dan mengenyangkan. Sebagai penutup es timun lah target selanjutnya, rasanya bukan seperti timun pada umumnya, saat diminum jadi seger dan sedikit manis sehingga menetralkan rasa kuat dari roti cane dan mie aceh yang sudah saya makan, enak banget lah makan disini, bisa dicoba.
Read more!

29 Juli 2015

Maccaroni Panggang: Kuliner Modern Terkenal di Kota Bogor


Setelah lelah berputar - putar kebun raya bogor yang luas, maka rasa lapar pun kembali hinggap. Nah maka dari itu saya dan teman saya pun memutuskan untuk mencari tempat makan yang lokasinya tidak jauh dari kebun raya bogor ini. Kuliner penutup saya pada kunjungan ke bogor kali ini tidak berbau tradisional tetapi berbau makanan dari luar negeri yang telah dimodifikasi. Nama tempatnya adalah Maccaroni Panggang yang terletak di jalan Salak nomor 24 Bogor, tepatnya di depan taman kencana. Nah, kalau dari stasiun bisa kesini menggunakan angkutan kota nomor 3, nanti lewat di taman kencana, lokasi ini memang strategis diisi oleh tempat makan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Saya sendiri berjalan kaki dari kebun raya bogor ke tempat ini, kalo ukuran cowok - cowok sih tidak terlalu menguras tenaga. Setelah masuk saya pun duduk di lantai 2 yang bernuansa amerika latin, kalau di lantai satu ada ruangan indoor dan ada yang outdoor, nuansa taman gitu deh. Setelah kami duduk pelayan pun mendatangi kami untuk memberikan menu makanan, ada 2 jenis yaitu menu beragam pasta dan satunya menu beragam steak.











Saya yang memang berniat membeli beragam pasta pun hanya melihat menu ini, maccaroni panggang terbagi menjadi 3 ukuran dan 2 varian. Awalnya saya mau membeli ukuran small dengan varian spesial, tetapi ternyata habis, akhirnya saya pun membeli ukuran medium tetapi yang varian biasa, karena untuk ukuran medium ini varian biasa dan spesial harganya dua kali lipat, pesanan saya ini seharga 67 ribu, dibagi dua dengan teman saya kalo ukurannya medium gini. Memesan makanan selesai maka kami pun lanjut memesan minuman, saya pun ingin minum yang segar - segar karena lelah beraktivitas akhirnya memesan es goyobod seharga 25 ribu, lumayan mahal juga ya. Setelah menunggu makanan dan minuman pun datang, saya mencoba es goyobod terlebih dahulu. Es ini berisi alpukat, cincau, dan beberapa isi lain, tidak lupa di atasnya ditambahkan astor. Saat saya coba rasanya enak banget, manisnya pas sehingga saat dicampur dengan alpukat tidak sampai bosan menikmatinya. Maccaroni panggang pun menjadi santapan berikutnya, jangan lupa menambahkan saos terlebih dahulu di piring karena jika tidak rasanya hanya sekedar maccaroni dan keju. Berhubung dipanggang maka keju yang ada di bagian atas maccaroni ini ikutan kering, jadi keju crispy kali ya. Rasanya lumayan enak, tetapi saya belum merasakan perbedaan signifikan dengan yang tidak dipanggang.
Read more!

Kebun Raya Bogor: Kebun Raya yang Terletak di Tengah Kota Bogor


Wisata kuliner saya tadi berakhir dengan kekenyangan, padahal masih ada kuliner yang masih akan saya coba. Nah, karena saya ada di kota dan kalo di kota terkenal susah kalo mencari tempat wisata, maka saya pun browsing. Hasil browsing saya menyarankan saya pergi ke kebun raya bogor, akhirnya saya pun pergi ke kebun raya bogor. Sebelum saya berkunjung kesini saya membayangkan kebun raya bogor ini terletak di pinggiran kota, di tempat tidak ada keramaian, tetapi ternyata letaknya persis di tengah kota, malah bisa jadi alun - alunnya Bogor ya kebun raya bogor ini, hehehe. Total luas dari kebun raya bogor ini adalah 87 hektar, cukup luas untuk ukuran area terbuka di tengah kota. Angkutan umum yang melewati kebun raya ini ada banyak, yang saya tau dan pernah naik ya nomor 02 dan 03. Setelah membayar karcis seharga 15 ribu rupiah, saya pun masuk ke dalam dan melihat peta untuk mencari jalan ke tempat - tempat yang mau dituju. Ada beberapa tempat terkenal yang ada disini dan saya ingin mengunjunginya semua, sayang banget udah jauh - jauh kesini tapi melewatkan kesempatan.















Tempat - tempat tersebut antara lain Istana Bogor, Area Mexico, teratai raksasa, bunga bangkai, pohon jodoh, dan taman lebak sudjana kassan. Pertama adalah Istana Bogor, jangan bayangkan kita masuk ke dalamnya ya, disini kita hanya bisa foto dari kejauhan, ada juga rusa - rusa yang terkenal itu. Setelah itu saya melanjutkan jalan kaki saya ke area Mexico, disini kita bisa melihat tanaman khas dari sana seperti kaktus, saya jadi membayangkan cocok sekali foto disini dengan memakai topi cowboy. Nah, puas disini saya pun jalan kaki ke area teratai raksasa, saat sampai saya jadi tahu bahwa ini adalah pusat piknik di kebun raya bogor, jadi buat orang - orang yang mau piknik bersama keluarga ini adalah tempatnya, ada rerumputan hijau yang luas bisa buat anak - anak berlarian, juga banyak fasilitas umum seperti toilet sehingga cocok untuk piknik. Selesai istirahat sejenak disini, kami lanjut untuk melihat bunga bangkai, sayang seribu sayang saat ini bukan waktu bunga bangkai mekar sehingga yang tersisa hanya papan informasi saja, bunganya tidak berbekas. Tidak jauh dari bunga bangkai ada pohon jodoh, dahulu sih ada kursi di bawah pohon jodoh ini, tetapi saat saya kesana tidak ada kursi, mungkin takut terjadi insiden pohon roboh kali ya makanya kursinya diambil. Tujuan terakhir adalah taman lebak sudjana kassan, disini kita bisa melihat gambar burung Garuda yang disusun dari bunga - bunga, bagus sih cuman agak gak kelihatan karena hanya bisa foto dari ketinggian beberapa meter saja. Ada fasilitas bus buat pengunjung yang capek kalau jalan kaki, harus bayar tapi, biasanya buat orang tua.
Read more!

28 Juli 2015

Venus: Spesialis Roti Unyil yang Jadi Buruan Wisatawan


Datang ke sebuah daerah tidak lengkap rasanya jika tidak membawa oleh - oleh khas darisana. Nah, kunjungan saya ke bogor kali ini juga tidak melewatkan kesempatan untuk membeli oleh - oleh khas darisini, yaitu roti unyil dari Venus. Awal saya tahu roti unyil dari temen saya, dia dikasih sama om nya, katanya sih roti ini adanya di puncak, udah putus asa nih ceritanya gara - gara adanya di puncak, siapa coba yang mau antar kesana. Nah, waktu ngobrol dengan temen kerja di BI yang tinggal di Bogor baru tau kalo pusatnya di Bogor, tepatnya di jalan Pajajaran komp V point nomor 1, Bogor. Saya naik angkot nomor 10 dari jalan Suryakencana lalu turun di bundaran Ekalokasari, pertokoannya tidak jauh dari situ. Niat saya siang - siang udah kesini agar tidak ramai karena biasanya wisatawan membeli oleh - oleh saat akan pulang di sore hari. Tetapi perkiraan saya salah juga, jam segini udah ramai pembeli, apalagi ntar sore ya pasti antrinya panjang banget, hehehe. Nah, untuk memesan di venus ini dibagi menjadi 2 antrian, yaitu roti biasa dan roti unyil. Roti unyil menempati tempat paling besar karena memang ini roti yang menjadi favorit pembeli.









Memesan roti unyil kita harus mengantri terlebih dahulu di antrian seperti saat mau main wahana di dufan. Nah, kalau kamu udah tau apa yang mau dibeli, bisa dituliskan di kertas yang disediakan sebelum masuk antrian, jadi roti unyil ini terdiri dari banyak jenis roti, nah karena rotinya kecil - kecil jadi berbagai macam jenis roti ini disebut roti unyil. Saya yang baru pertama kali kesini memilih untuk membeli campur saja, 1 roti dihargai 1500, saya yang membeli 30 roti harus membayar 45 ribu rupiah. Nah, setelah itu kita harus mengantri dan mendapatkan kartu yang berisi nama pelayan yang bakal melayani kita, setelah memesan kita harus lanjut ke kasir untuk membayar dengan menyerahkan kartu berisi nama tersebut, pemesanannya unik juga ya. Setelah membeli saya tidak langsung keluar tetapi duduk - duduk terlebih dahulu di dalem sekalian istirahat. Saat saya istirahat itulah saya baru tau kalo yang jadi favorit adalah roti unyil jagung dan sosis keju, 2 varian ini menempati lokasi tersendiri dan ada yang membeli 30 roti isinya roti jagung semua, buset banyak banget dah. Penasaran saya pun membuat saya cobain roti jagung ini langsung dan rasanya emang enak, kayak makan jagung serut ditambah roti, tapi kalo 30 biji bosen juga makannya.
Read more!

Soto Kuning Pak M.Yusuf: Soto Paling Terkenal di Pusat kota Bogor


Perjalanan saya berlanjut ke kota satelit dari Jakarta pada keesokan harinya. Kali ini saya mengunjungi kota satelit paling jauh dari Jabodetabek yaitu kota Bogor. Perjalanan saya dimulai dengan menumpang komuter line dari stasiun Sudirman menuju stasiun Bogor yang ditempuh dalam waktu 1 jam lebih bebapa menit, sebenarnya lebih dekat stasiun Tanah Abang dari kos saya, tetapi saya pingin tahu stasiun sudirman yang ternyata ada Starbucks disana, keren juga nih. Sampai di stasiun Bogor perjalanan saya dimulai dengan mengunjungi kuliner paling terkenal disini, yaitu Soto Kuning Pak M. Yusuf yang terletak di jalan Suryakencana gang Aut, jadi ini adalah jalanan utama dari Bogor, pusat pertokoan gitu lah. Nah, kalau dari stasiun Bogor naik aja angkot nomor 02 yang mengarah ke kebun raya bogor, nanti minta sama bapaknya turun di soto kuning yusuf, pasti sudah tahu pak sopir angkotnya, jangan sampai saat baru awal - awal masuk di jalan Suryakencana sudah turun karena warungnya masih di ujung sana, jauh. Saat saya datang pukul 9.30 pagi suasana warung tidak terlalu ramai, syukurlah masih mendapatkan tempat karena kalau sudah jam makan, susah buat dapet tempat duduk.







Saya memesan satu porsi soto daging plus nasi seharga 35 ribu, kalau dibanding dengan Surabaya sih termasuk mahal harga segitu, tapi buat yang ingin hemat bisa juga dengan tidak memesan minum karena kita akan dikasih teh tawar. Selain soto daging, bagi penggemar jeroan sapi pun bisa memilih lauk pauk yang lain seperti kikil, paru, babat, otak, dan limpa. Sebagai pelengkap untuk menikmati soto ini juga disediakan perkedel yang ada di setiap meja, sepertinya kalau ditambah perkedel jadi lebih mantap nih. Nah, tidak menunggu lama makanan pun datang, kuah yang masih panas membuat saya harus menunggu dan menuangkan sebagian ke piring nasi agar cepat hangat. Setelah hangat saya pun langsung makan soto nya, rasanya enak banget, kuah kuningnya berbeda dengan soto - soto yang pernah saya makan sebelumnya, rasa yang mirip kayaknya coto makassar tetapi tetep aja beda. Saking enaknya saya sampai menghabiskan sekuahnya juga, padahal biasanya kalau nasi dan lauk nya udah habis saya gak bakal menghabiskan kuahnya kalau soto di tempat lain. Puas makan saya pun melihat - lihat pajangan yang ada di dinding, ternyata pak bondan winarno telah berkunjung kesini, pantes aja rasanya emang top markotop, hehehe.
Read more!
badge