28 Juli 2015

Soto Kuning Pak M.Yusuf: Soto Paling Terkenal di Pusat kota Bogor


Perjalanan saya berlanjut ke kota satelit dari Jakarta pada keesokan harinya. Kali ini saya mengunjungi kota satelit paling jauh dari Jabodetabek yaitu kota Bogor. Perjalanan saya dimulai dengan menumpang komuter line dari stasiun Sudirman menuju stasiun Bogor yang ditempuh dalam waktu 1 jam lebih bebapa menit, sebenarnya lebih dekat stasiun Tanah Abang dari kos saya, tetapi saya pingin tahu stasiun sudirman yang ternyata ada Starbucks disana, keren juga nih. Sampai di stasiun Bogor perjalanan saya dimulai dengan mengunjungi kuliner paling terkenal disini, yaitu Soto Kuning Pak M. Yusuf yang terletak di jalan Suryakencana gang Aut, jadi ini adalah jalanan utama dari Bogor, pusat pertokoan gitu lah. Nah, kalau dari stasiun Bogor naik aja angkot nomor 02 yang mengarah ke kebun raya bogor, nanti minta sama bapaknya turun di soto kuning yusuf, pasti sudah tahu pak sopir angkotnya, jangan sampai saat baru awal - awal masuk di jalan Suryakencana sudah turun karena warungnya masih di ujung sana, jauh. Saat saya datang pukul 9.30 pagi suasana warung tidak terlalu ramai, syukurlah masih mendapatkan tempat karena kalau sudah jam makan, susah buat dapet tempat duduk.







Saya memesan satu porsi soto daging plus nasi seharga 35 ribu, kalau dibanding dengan Surabaya sih termasuk mahal harga segitu, tapi buat yang ingin hemat bisa juga dengan tidak memesan minum karena kita akan dikasih teh tawar. Selain soto daging, bagi penggemar jeroan sapi pun bisa memilih lauk pauk yang lain seperti kikil, paru, babat, otak, dan limpa. Sebagai pelengkap untuk menikmati soto ini juga disediakan perkedel yang ada di setiap meja, sepertinya kalau ditambah perkedel jadi lebih mantap nih. Nah, tidak menunggu lama makanan pun datang, kuah yang masih panas membuat saya harus menunggu dan menuangkan sebagian ke piring nasi agar cepat hangat. Setelah hangat saya pun langsung makan soto nya, rasanya enak banget, kuah kuningnya berbeda dengan soto - soto yang pernah saya makan sebelumnya, rasa yang mirip kayaknya coto makassar tetapi tetep aja beda. Saking enaknya saya sampai menghabiskan sekuahnya juga, padahal biasanya kalau nasi dan lauk nya udah habis saya gak bakal menghabiskan kuahnya kalau soto di tempat lain. Puas makan saya pun melihat - lihat pajangan yang ada di dinding, ternyata pak bondan winarno telah berkunjung kesini, pantes aja rasanya emang top markotop, hehehe.

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. SAYA SANGAT KECEWA MAKAN SOTO KUNING DI TEMPAT INI, KARENA SELAIN RASANYA BIASA2 SAJA, HARGANYA SANGAT MAHAL SEKALI, UTK SATU PORSI SOTO CAMPUR + NASI + ES TEH DIKENAKAN BIAYA 80.000, SEHINGGA SAYA HABIS rP 480.000,- SEKALI MAKAN DENGAN KELUARGA SAYA DI TEMPAT INI (6 ORANG).

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok mahal sekali ya? seingat saya tidak sampai habis segitu mas

      Hapus

badge