09 Agustus 2015

Body Rafting Citumang: Menyusuri Sungai Hijau Hingga Lompat Dari Ketinggian


Hari Minggu pagi ini saya akan melanjutkan tulisan saya tentang wisata di Pangandaran minggu lalu. Nah, setelah pembukaan wisata di pelabuhan melihat matahari terbit, kemudian kami diajak sarapan oleh travelnya, lumayan nih karena di perjanjian tidak ada sarapan, menandakan travelnya baik kan. Setelah sarapan kami kembali ke tempat travel dan beristirahat untuk menunggu keberangkatan ke tujuan wisata selanjutnya. Pukul 8.30 pun kami berangkat ke Citumang, Citumang adalah sebuah tempat yang digunakan untuk body rafting, menantang kaan. Jadi body rafting itu pengunjung menggunakan life jacket kemudian menyusuri sungai dan mencoba tantangan yang ada di sepanjang perjalanan, berbeda dengan yang ada di goa pindul karena disana pakai ban juga, ini murni life jacket, cukup berbahaya emang. Perjalanan hampir satu jam dan akhirnya kami pun sampai disana. Setelah bersiap - siap kami pun berjalan kaki ke area start, tidak jauh kok dari area parkir. Nah, ternyata sudah banyak pengunjung yang ada di Citumang, maklum saja hari ini adalah Sabtu dimana sebagian besar sudah libur akhir pekan. Perjalanan kami dimulai dengan memasuki goa.

























Memasuki goa kami harus menyebrangi aliran sungai yang berlawanan arah sehingga cukup berat untuk berenang. Nah, saya yang hanya bisa berenang untuk diri saya sendiri dipegangi oleh teman saya yang tidak bisa berenang, waduh sudah gelap, ramai, melawan arus, jadinya saya harus berusaha keras agar sampai di dalam goa sana. Di dalam goa kita bisa foto dengan stalaktit dan stalakmit. Setelah itu kita keluar lagi untuk foto di dekat akar tempat orang - orang lompat dari ketinggian. Duduk - duduk sebentar beristirahat kami pun lanjut dengan menyusuri sungai, awal - awal arena masih enak karena batuannya masih rata dan airnya tidak dalam. Setiap ada turunan kami pun lompat lalu yang pasti difoto oleh pemandu kami. Pemandu kami ini keren juga, renang dengan satu tangan karena tangan satunya memegangi kamera di atas agar tidak terkena air, udah gitu dipegangi pula oleh teman - teman saya yang tidak bisa renang, good job. Memasuki pertengahan jalur ada tali yang bisa dibuat lompat juga, saya sampai bosan melompat disini, hehehe. Nah, saat akan terakhir - terakhir arena dipenuhi dengan batu tajam, tangan saya aja tergores, jadi harus berhati - hati. Tanda - tanda perjalanan segera berakhir adalah melewati sungai yang dalam dan ada tali yang bisa digunakan untuk berpegangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge