19 Agustus 2015

Panties Pizza: Buat yang Bosan dengan Ukuran Pizza Jumbo



Wisata kuliner saya kali ini kembali ke Surabaya setelah selama 2 bulan keliling di Jakarta dan sekitarnya. Yah setelah saya sakit selama 2 minggu lamanya akhirnya saya bisa kulineran lagi, apalagi sekarang di Surabaya lagi banyak tempat makan baru yang pastinya wajib buat dikunjungi. Sebenarnya saya belum benar - benar sembuh sih, masih masa pemulihan, tetapi rasa bosan saya di rumah mengantarkan saya buat kulineran di Surabaya deh, hehehe. Kali ini saya akan berkunjung ke sebuah tempat makan yang letaknya tidak jauh dari kampus saya, nama tempat makannya adalah Panties Pizza yang terletak di jalan Klampis Jaya 10C Surabaya, kalau gak tau sama sekali itu dimana tanya saja sama orang asrama haji sukolilo dimana, nah ruko letak tempat makan ini ada di dekat situ. Hasil pencarian saya menunjukkan bahwa kuliner ini berasal dari kota Solo, kayaknya Solo lagi banyak kuliner baru yang berkembang deh, tengok saja kuliner milik anak pak Presiden kita saat ini yang juga lagi moncer. Saat ini Panties Pizza sudah memiliki cabang di beberapa kota, tapi kalau di Surabaya baru satu cabang, beruntung sekali lokasinya dekat kampus.










Saat masuk ke dalam saya disambut dengan desain interior ruangan yang cukup apik, dinding dihiasi oleh pajangan dan lukisan yang membuat saya tidak rela untuk melewatkannya dengan mengabadikan menggunakan kamera HP. Sayang sekali lokasinya ada di ruko sehingga tempatnya terkesan sempit, hal ini disiasati dengan menggunakan meja kecil - kecil sehingga orang yang datang berdua bisa menempati meja yang ukurannya pas, tidak kebesaran. Cara pemesanan disini menurut saya cukup merepotkan, apalagi kalau kita datang sendiri, karena harus langsung memesan di kasir layaknya di restoran cepat saji, setelah memesan kita harus menunggu minuman dibuat untuk dibawa ke meja kita, sedangkan makanan nanti akan diantarkan. Saya memesan university pizza seharga 29 ribu serta minuman choco wild seharga 17 ribu rupiah, cukup murah kan. Setelah menunggu beberapa lama makanan pun datang, penyajian pizza bukanlah di piring melainkan di sejenis keranjang dan dialasi oleh sejenis kertas minyak warna putih, rupanya selain agar unik juga agar tidak perlu repot mencuci piring, hehehe. Pizza disini disajikan menjadi 4 potongan setengah lingkaran, bentuknya seperti kue pastel yang diperbesar. berbeda dengan pizza lain yang toppingnya di atas, panties pizza meletakkan toppingnya di dalam, benar - benar seperti pastel. Soal rasa cukup enak, tetapi jangan berharap berjibun topping seperti di pizza hut ya, maklum saja harganya murah, tapi tetep enak kok dan boleh untuk dicoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge