30 September 2015

Pizza Pizza: Desain Interior Lucu Menemani Kuliner Pizza Pasuruan


Long weekend kali ini saya habiskan di kampung halaman, Pasuruan. Hari awal - awal saya habiskan di rumah saja sekalian mengerjakan tugas yang ternyata tetap saja banyak meskipun sudah tahun terakhir kuliah, baru pada hari terakhir sebelum balik ke Surabaya saya menyempatkan main sama teman - teman ke salah satu tempat yang sebenarnya ada cabangnya di beberapa kota tetapi kebetulan saja saya cobanya saat di Pasuruan, namanya adalah Pizza Pizza yang terletak di jalan Soekarno Hatta nomor 26 Pasuruan, ada di jalan raya yang mengarah ke Surabaya. Sebenarnya tempat ini sudah ada sejak lama, seingat saya sejak saya SMP, tetapi lokasinya berpindah - pindah hingga sekarang ada disini. Sepengetahuan saya pizza paling valid yang ada di Pasuruan ya di Pizza Pizza ini jadinya saya ingin coba lagi makan disini, terakhir sih saya makan kesini waktu SMA. Kesan pertama saya terhadap tempat ini adalah interior yang lucu, dan mata saya langsung tertuju ke kursinya yang bermotif polkadot warna - warni, gak paham juga kenapa harus polkadot warna - warni. Saya pun duduk dan mengambil menunya sendiri karena tidak ada pelayan yang berjaga, ada tulisan juga "jika pelayan sedang tidak ada silahkan memencet bel ini", berarti emang sering tidak ada pelayan yang berjaga ya, hehehe.



















Setelah membuka - buka menu ternyata banyak juga ya varian yang dijual disini, untuk pizza saja ada berbagai macam jenis mulai dari speciality pizza yang terdiri dari 8 varian, topping pizza yang terdiri dari 15 varian, super sosis pizza, pizza classic, supreme pizza, dan pizza fiesta. Selain pizza ada juga varian pasta yang terbagi menjadi spaghetti dan fettucini dengan berbagai varian juga. Selanjutnya ada super beef yang merupakan olahan sosis besar dengan pelengkapnya, hot dog, burger, dan makanan kecil seperti bruchetta serta garlic. Makanan yang begitu banyak ini membuat pengunjung memiliki banyak pilihan, kayaknya dulu belum sebanyak ini deh menunya. Nah, saat buka - buka minuman saya lihat ada tiga kategori, yaitu berbasis soda, berbasis susu, dan berbasis juice. Setelah bingung membolak balik menu saya pun memesan chicken supreme, super beef sausage pahe 1, dan minum blue ocean. Selain kursi yang lucu, pajangan disini pun juga lucu - lucu, ada wallpaper juga yang menghiasi dinding ala - ala kafe jaman sekarang, rupanya pengelola tempat makan ini mengikuti tren kekinian. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya makanan pun datang. Saya langsung mencoba pizza nya, rasanya lumayan enak, daging tengahnya empuk, sayangnya pinggirannya agak keras. Setelah itu lanjut mencoba sosis gedenya, meskipun tidak seenak di rumah sosis, tapi rasanya sudah lumayan lah, hanya saja seharusnya kentangnya dikasih bumbu biar ada rasa yang lebih manteb. Terakhir blue oceannya enak lah, tidak berbeda dengan yang ada di tempat makan lain yang lebih terkenal.
Read more!

Saung Udjo: Melihat Pagelaran dan Belajar Memainkan Angklung



Perjalanan saya di Bandung dan di Jakarta diakhiri dengan mengunjungi sebuah tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air lagi setelah mungkin terkikis karena terkena globalisasi ini. Nama tempat ini adalah Saung Angklung Udjo yang terletak di jalan Padasuka nomor 118 Bandung, jalan akses menuju ke tempat ini rada kecil sehingga bus - bus yang lewat kesini harus pelan - pelan dan hati - hati karena meskipun kecil jalannya ramai dilewati kendaraan. Meskipun ada di jalan yang kecil tapi tempat parkir disini cukup luas, bisa menampung banyak bus, jadi kalau misal bawa mobil tidak perlu bingung masalah tempat parkir. Saya tiba disini pukul 15.30 dimana pertunjukan dimulai, jadi saya jalan cepat - cepat ke arena pertunjukan agar tidak ketinggalan, sayang banget kan kalo ketinggalan. Saat masuk para pengunjung mendapatkan es lilin dan kalung berhiaskan miniatur angklung, lucu juga ya. Beruntungnya saya meskipun sudah sangat ramai entah kenapa bangku di tengah atas itu ada kosong untuk 4 orang, jadi saya langsung saja duduk disitu, ini adalah tempat paling enak buat nonton, sudah di tengah, bagian atas lagi. Pertunjukan dibuka dengan penampilan wayang golek yang panggungnya dibuka, jadi kita bisa tau apa aja yang dilakukan oleh dalang saat pertunjukan.











Saya menjadi tahu ternyata tidak hanya tangan yang bermain, tetapi juga kaki untuk memainkan suara saat adegan berkelahi, butuh konsentrasi tinggi tuh. Setelah itu ada simulasi ketika ada anak sunda yang lagi sunat, jadi ada perayaan secara adat, ada lagu - lagu sunda yang dinyanyikan serta melibatkan banyak orang. Setelah itu dilanjutkan dengan tarian yang berasal dari tanah Sunda, jangan heran ya banyak kesenian sunda disini, namanya juga di bandung. Saat saya datang yang tampil adalah tari topeng, kadangkala yang ditampilkan adalah tari merak. Setelah itu akan ada penampilan berbagai macam angklung mulai dari angklung mini yang menyajikan lagu - lagu sederhana sampai angklung yang digunakan untuk menyajikan lagu - lagu nasional maupun internasional. Nah, setelah penampilan angklung tersebut acara yang dinanti pun dimulai, jadi masing - masing pengunjung dipinjamkan satu angklung, kemudian dengan komando dari anak mang Udjo, kami semua menyajikan lagu - lagu Indonesia maupun lagu barat dengan bermain angklung, waah mungkin hanya angklung yang bisa menyajikan sebuah lagu tanpa harus berlatih lama karena satu angklung merepresentasikan satu nada. Setelah itu tampil murid - murid saung Udjo yang sudah senior untuk menampilkan Angklung Orkestra, lagu - lagu yang dimainkan adalah lagu - lagu yang susah nadanya, tepuk tangan dari penonton pun tak henti - henti mengiringi alunan lagu yang keren ini. Pertunjukan ditutup dengan bermain tradisional diiringi lagu daerah, benar - benar pertunjukan yang keren. Jangan lupa membeli souvenir serba angklung yang dijual dekat arena pertunjukan, ada angklung aslinya juga lhoo.
Read more!

29 September 2015

Floating Market Lembang: Menikmati Indahnya Dataran Tinggi Sambil Bermain Sampan


Perjalanan saya kali ini kembali ke daerah barat pulau Jawa, bukan lagi untuk kerja praktik melainkan untuk Studi Ekskursi di daerah Jakarta dan Bandung. Nah, di akhir dari perjalanan ini saya dan teman - teman kuliah saya mengunjungi 2 tempat wisata yang ada di Bandung. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Floating Market yang terletak di Lembang. Saya menuju ke floating market sekitar pukul 10 pagi, saat sampai saya baru tau kalo lokasi nya ada di daerah keramaian Lembang, jadi ya di deket pasar dan kantor - kantor gitu. Lokasi yang berada di keramaian membuat bus lebih susah untuk masuk, dibutuhkan beberapa orang untuk mengatur lalu lintas dan haluan bus agar bisa masuk ke dalam lokasi. Meskipun jalan akses nya rada susah, di dalam area parkir ternyata sangat luas, bisa menampung banyak bus, 20 bus masih cukup sepertinya. Setelah makan siang kami pun masuk ke dalam area dari floating market ini. Ohya, masing - masing pengunjung bisa mendapatkan welcome drink yang tersedia di bangunan pertama saat masuk, ada kopi atau susu tinggal pilih mau apa.













Setelah melewati bangunan utama kita disambut oleh danau luas di depan mata kita. Pengunjung bisa memilih ingin berjalan ke arah kiri atau berjalan ke arah kanan. Saya dan temen - temen memilih untuk berjalan ke arah kiri karena sepertinya ada banyak spot foto yang bagus. Konsep dari tempat ini adalah ada danau di tengah kemudian di sekitarnya dikasih banyak wahana, seperti taman, tempat berjualan terapung, sampai wahana bermain air. Berhubung waktunya sangat mepet, saya dan teman - teman langsung menuju ke tempat wahana air karena lagi pingin mendayung - dayung sampan, hehehe. Kami menyewa sampan yang bisa diisi 4 orang seharga 70 ribu rupiah. Saran saya kalau naik sampan ini alat elektronik dititipkan saja, bawa saja satu HP yang dimasukkan ke dalam kantong anti air. Saya menyarankan seperti itu karena sampan yang kita naiki begitu menantang, sekali bergerak saja goyangnya membuat jantung berdegup kencang, rasanya akan terbalik saja sampan itu, tapi tenang saja pengunjung sudah diberi pelampung sebagai alat pengamanan. Kami diberi waktu 30 menit untuk bermain sampan ini, awalnya saya berpikir waktu 30 menit itu sangat singkat untuk bermain sampan ini. Tetapi setelah berkeliling danau dari ujung ke ujung mencari spot foto yang bagus dan sudah kembali ke tempat keberangkatan, tangan saya terasa pegal - pegal dan sangat lelah setelah mendayung sana sini.
Read more!

Ngampus di Kaskus: Belajar Sambil Refreshing di Tengah Keramaian Jakarta


Sebenarnya saya bingung juga kalau nulis pengalaman waktu studi ekskursi kemarin apa yang bisa ditulis, kan cuma kunjungan, duduk, menerima materi, udah pulang deh. Nah tapi bayangan saya itu hilang dan sirna saat saya kunjungan di perusahaan bernama Kaskus, pada udah tau kan Kaskus itu apa? minimal pernah denger lah ya. Jadi kunjungan di Kaskus ini lain daripada yang lain, mereka telah menyiapkan konsep yang menarik pada setiap rombongan yang berkunjung kesini, jadi gak sekedar presentasi doang, nama acaranya adalah Ngampus di Kaskus. Letak kantor Kaskus adalah di Menara Palma, Annex Building  lantai 10-11, jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Waktu saya datang sih saya tidak berekspektasi apa - apa, sudah seneng aja bisa kunjungan ke Kaskus. Setelah sampai kami pun disilahkan di kantin Kaskus, ternyata sudah ada McMuffin untuk kami semua yang bisa dinikmati, tidak lupa ada susu kotak juga agar kami lebih sehat dan siap mengikuti kegiatan disini, kesan pertama yang sangat baik, wajah temen - temen langsung sumringah begitu menikmati hidangan ini. Konsep kantinnya pun mirip kafe - kafe jaman sekarang yang bagus buat tempat foto, nyaman banget ya kerja disini, kantinnya aja udah kayak kafe jadi gak perlu jauh - jauh nongkrong di kemang, hehehe.














Setelah menikmati hidangan ini kami disilahkan untuk masuk ke dalam ruangan presentasi untuk mendengarkan materi dari Chief Technology Officer, Mr. On Lee. Kalau dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya disinilah kami ditemui oleh petinggi langsung dari perusahaan, kalau di tempat lain mah kami cuma ditemui oleh staff nya saja. Materi yang berkisar tentang perkembangan teknologi saat ini membuka mata kami bahwa dunia kami ini luas dan sayang jika dilewatkan begitu saja. Nah, setelah tercerahkan oleh materi dari CTO Kaskus ini, kami diajak berkeliling kantor Kaskus yang terkenal cozy banget ini, dulu sih saya lihat di youtube, gak nyangka bisa langsung dateng kesini. Tempat pertama yang kami kunjungi sekaligus tempat paling hits adalah di Playground, jadi ini adalah tempat untuk menyambut tamu, konsepnya sepeti lapangan golf mini juga ada kursi - kursi lucu, lama sekali temen - temen foto di daerah ini. Setelah itu kami diajak masuk ke lorong waktu dimana dinding dan lantainya terbuat dari kayu, abis itu ada tempat hits berikutnya yaitu toilet yang dipasang di dinding, filosifinya sih biasanya kan kita dapet inspirasi saat di toilet. Nah, abis itu kita masuk deh ke dalem ruang kerjanya yang suasananya nyaman abis, gak terlihat karyawan yang berseragam, pakaiannya bebas. Saat pulang pun kami masih dibuat takjub oleh Kaskus karena masing - masing anak diberi oleh - oleh kaos Kaskus, notebook, serta sticker, top banget laah.
Read more!
badge