15 Oktober 2015

Bebek Bagong: Akhirnya Ada Bebek Lezat di Dekat Kampus

Kuliner sekitar kampus saya berlanjut ke tempat yang sudah berdiri setahun lebih yang lalu. Awalnya saya gak tau kalo tempat ini ramai dikunjungi karena jarang lewat sini antara jam 18-20 malam, padahal kalo lagi jam segitu tempat ini sangat ramai, bahkan porsi banyak yang disediakan biasanya habis jam 8 malam, laris banget deh. Nama tempat ini adalah Bebek Bagong yang terletak di jalan Keputih Utara (jalan KH. Ahmad Dahlan) Surabaya, jadi kalo dari arah Keputih ambil jalan yang mengarah ke Pakuwon City nanti lokasinya ada di kanan jalan, seberang dari satu - satunya tempat fitnes murah di Keputih. Mendengar cerita dari teman - teman tentang keramaiannya saya pun datang jam 5 sore biar gak antri, ternyata dugaan saya salah. Jam 5 sore saat saya datang pun sudah antri, hmm. Jadi sistem pembelian disini mirip dengan KFC ya jadi harus antri dulu untuk memilih makanan baru duduk, biasanya orang - orang sih kebanyakan dibawa pulang karena meja yang disediakan sedikit. Nah setelah antri pun saya duduk dan memesan es teh sebagai pelepas dahaga saya. Jadi di warung ini disediakan beberapa lauk yang bisa dipilih yaitu bebek, ayam potong, ayam kampung, telur, tempe, dan tahu. Sesuai nama warungnya, makanan paling favorit disini ya bebek karena pengolahan bebeknya diungkep.







Nah, seperti makanan keputih yang lain, harganya pun tergolong murah, satu porsi bebek dipatok dengan harga 15 ribu rupiah, es teh dengan gelas besar dipatok dengan harga 2 ribu rupiah, enak kan. Selain bebeknya yang enak, bebek bagong terkenal dengan protolannya yang juga lezat, protolan ini dijadikan tambahan jika pengunjung membeli makanan disini. Bahkan saking enaknya banyak pembeli yang meminta protolan lebih tapi tidak diperbolehkan karena dijadikan tambahan saja. Saat mencoba pertama kali saya langsung ketagihan, rasanya sebelas dua belas sama bebek TP yang menjadi favorit saya, jadi gak perlu jauh - jauh ke tugu pahlawan lagi buat makan bebek enak, hehehe. Perbedannya ada di sambal, saya gak tau jenis sambal yang dipake tetapi berbeda dengan yang ada di bebek TP, tetapi saat saya makan di bebek TP rasanya makan bebek tanpa sambal kurang enak, kalo di bebek bagong ini saat sambal saya habis rasa bebeknya pun masih enak, bumbu - bumbunya masih melekat di bebeknya. Seperti yang saya bilang tadi, protolannya itu lezat, jadi lauk yang saya tinggal terakhir buat dimakan bukanlah bebek tetapi protolannya. Daging bebeknya sangat empuk seperti ayam, tulangnya pun ada yang bisa dimakan, jadi menikmati sisa - sisa terakhir bebek dan protolannya ini menjadi sangat berharga, hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge