04 Desember 2015

Kepercayaan Dibalik Niat


Ada satu hal yang saya percaya, bukan aliran sesat kok, tetapi kepercayaan yang membawa saya bisa lebih legowo dalam melakukan dan menerima suatu hal. Saya tidak mendapatkan hal ini dari sumber manapun secara langsung, ya mungkin karena sering membaca ini itu jadi terbentuk pemikiran sendiri dalam diri saya. Jadi saya percaya bahwa dalam melakukan suatu hal, jika kita melakukannya hanya dengan niat untuk diri kita sendiri maka kebaikan yang kita dapat juga normal - normal saja, tetapi jika saat melakukan suatu hal kita selipkan niat yang baik, maka kebaikan yang kita dapat melebihi yang seharusnya kita dapatkan. Sebagai contoh kecil saja, saat membeli bahan bakar minyak untuk kendaraan kita, ada beberapa pilihan yang bisa kita pilih mulai dari yang jelek sampai bagus. Pemerintah juga sudah menganjurkan untuk kalangan mampu agar tidak membeli bahan bakar jenis premium karena itu hanya diperuntukkan kalangan tidak mampu saja.

Nah, kalau misalnya membeli bahan bakar jenis pertamax hanya gara - gara agar kendaraan kita bisa awet dan hemat, maka kebaikannya normal - normal saja, tetapi kalau diselipkan niat membeli pertamax agar masyarakat tidak mampu dapat menikmati bahan bakar juga dan membantu keuangan pemerintah dengan membeli yang tidak disubsidi agar pemerintah dapat membantu menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia, maka pembelian pertamax itu akan mendatangkan kebaikan yang lebih banyak untuk diri kita.


Hal ini juga berlaku untuk hal kecil lain, ambil contoh menyuci motor. Kalau misalnya kita menyucikan motor ke tempat cuci motor hanya agar motor kita bersih, ya kebaikan yang kita dapatkan normal - normal saja, tetapi jika kita tambahkan niat menyuci motor disitu agar menambah pendapatan bapak - bapak penyuci motor agar dapat hidup dengan sejahtera, maka kebaikan yang kita dapatkan juga akan bertambah. Waktu saya SD saya pernah mendapatkan pelajaran agama tentang niat, seingat saya waktu itu gurunya bilang walaupun kita hanya berniat untuk menolong orang tetapi tidak jadi dilaksanakan, kita sudah mendapatkan pahala. 

Mungkin gara - gara itu saya menjadi punya pikiran bahwa niat itu sangat penting dalam melakukan sesuatu. Efeknya adalah niat yang sekaligus menjadi doa yang kita sampaikan saat melakukan sesuatu untuk orang lain tersebut juga akan kembali ke diri kita, saat pelajaran agama juga saya juga ingat bahwa guru saya bilang kalau kita berdoa yang baik untuk orang lain niscaya doa itu juga akan berlaku untuk diri kita sendiri secara otomatis, lalu ngapain kita cuma niat dan berdoa untuk diri kita sendiri?

sumber gambar: http://mahad-aly.sukorejo.com/wp-content/uploads/2015/06/niat.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge