27 Januari 2016

Bakso Depan Bonet: Bakso dan Es Teler Kaki Lima yang Nikmat


Bakso emang terkenal berasal dari Malang, tetapi tidak menutup kemungkinan ada bakso yang enak di kota lain. Salah satu bakso enak yang ada di Surabaya adalah bakso depan bonet, namanya emang terasa agak asing tetapi emang seperti itu yang tertulis di spanduk. Jadi kalau ditanya alamat ya tidak punya alamat karena menempati trotoar di tengah - tengah keramaian ruko daerah Manyar Kertoarjo. Jadi cari dulu aja McD jalan Manyar Kertoarjo lalu beloklah ke jalan disebelahnya, setelah itu tolehlah sebelah kanan dan cari jalan buntu yang ramai dengan mobil, disitulah bakso depan bonet berada. Saat saya datang sekitar pukul 13.00 suasana di warung bakso ini sangat ramai, bahkan saya mendapat tempat duduk tepat setelah orang yang selesai makan meninggalkan duduknya. Menu yang ada disini ada satu porsi bakso yang terdiri dari 2 bakso halus dan kasar seharga 17 ribu, jika menginginkan tambahan seperti lontong atau gorengan maka harus menambah dengan harga tersendiri. Bakso yang disajikan tergolong besar ukurannya sehingga wajar saja harganya segitu, jika tambah lontong 3 ribu rupiah, tahu jumbo 5 ribu rupiah, dan ada juga gorengan seharga 2.500 rupiah.










Selain menu bakso disini juga terkenal dengan menu es teler, rupanya penjual bakso terkenal di Surabaya ini banyak yang menduetkan baksonya dengan es teler, padahal di malang tidak seperti itu. Es teler yang dijual disini dipatok dengan harga 13 ribu rupiah. Selain menu andalan ini, ada juga menu minuman yang lain seperti es alpukat, es nangka, es jeruk, es degan jeruk, es degan, es cao, es blewah, dan es sirup. Setelah menunggu beberapa saat pesanan pun datang, satu mangkok bakso yang hanya berisi 2 biji ini terasa penuh karena ukurannya yang besar. Lontong yang harganya 3 ribu ternyata disajikan dengan porsi yang juga jumbo, wajar saja harganya segitu. Jika tidak terlalu suka pedas jangan terlalu banyak menambahkan sambal karena sambalnya sangat pedas, mending tambahkan saja yang saus. Rasa dari baksonya emang enak, dagingnya sangat terasa dan padat, apalagi ditambahkan kuah yang gurih. Es teler yang menjadi menu penutup juga tidak kalah nikmat, rasa manisnya khas, kesan pertama saya saat mencobanya seperti manisnya buah keres. Isi dari es teler disini adalah alpukat, degan, nangka, dan jelly; isinya merupakan kesukaan saya semua, mantab deh pokoknya. Jika tidak ingin antri maka datanglah diluar jam makan karena jika datang saat jam makan bisa dipastikan harus menunggu karena tempatnya yang kecil. Selamat mencoba.
Read more!

25 Januari 2016

Kebon Pring: Rumah Makan Keluarga yang Nyaman dan Asri


Pasuruan yang terletak di jalan pantura pulau Jawa membuat ada peluang untuk membuka bisnis di sepanjang jalur nasional itu. Nah semakin lama saya lihat semakin banyak saja rumah makan yang berdiri di sepanjang jalur pantura kota Pasuruan. Pada kesempatan kali ini saya mencoba sebuah rumah makan yang termasuk baru karena baru berdiri sekitar 1 tahun lebih yang lalu. Nama rumah makan ini adalah Kebon Pring yang terletak di jalan Ahmad Yani nomor 235 kota Pasuruan. Konsep dari rumah makan ini adalah lesehan dan menyediakan aneka masakan khas Indonesia seperti berbagai olahan ikan, ayam, dan makanan Indonesia yang lain. Kesan pertama yang tampak saat masuk adalah bersih dan terawat, kan banyak tuh rumah makan yang semakin lama semakin tidak terawat. Setelah saya membuka menu ternyata emang rumah makan ini sudah punya cabang di beberapa kota di Jawa Timur seperti Surabaya, pantes aja udah professional. Selain menyediakan tempat makan bagi pengunjung biasa, Kebon Pring juga menyediakan tempat untuk pertemuan sehingga tempat parkir yang disediakan tergolong luas, tawaran yang menarik karena perkembangan mobil saat ini begitu pesat.















Ada berbagai macam menu makanan yang disediakan disini. Saya bersama keluarga memesan makanan yang tergolong favorit disini, yaitu sop buntut dan gurame. Ada berbagai macam pilihan saus untuk gurame ini, ada asam manis, pesmol, dan pencit pedas. Harga yang ditawarkan untuk gurame ini 60 ribu rupiah untuk satu ekor. Harga dari sop buntut sendiri adalah 55 ribu rupiah. Selain menu favorit yang telah saya sebutkan, ada berbagai menu lain seperti aneka olahan ayam, bandeng, lele, tempe, tahu, nila, telur, udang, cumi, dab sayur. Minuman yang disediakan disini juga beraneka ragam, saya sendiri memesan jus kelapa muda seharga 22 ribu, penasaran gimana sih rasa kelapa muda kalo dibikin jus. Sembari menunggu pesanan datang saya melihat - lihat fasilitas yang ada disini, cukup lengkap dan bersih, ada taman bermain anak juga. Setelah makanan datang saya pun mulai mencoba mencicipi satu per satu, rasa guramenya enak, bumbu pesmol yang biasanya agak manis disini bisa pas sehingga saya tidak eneg saat memakannya. Selain itu sop buntut yang disajikan juga enak, bumbunya terasa dan dagingnya mudah dilepaskan dari tulang. Rasa dari jus yang saya pesan pun juga menarik, jadi rasanya tidak terlalu manis, sehingga rasa asli dari kepala mudanya masih terasa. Tempat ini jadi rumah makan yang pantas dikunjungi untuk pertemuan keluarga maupun bersama kawan - kawan, selamat mencoba.
Read more!

24 Januari 2016

Nagoya: Tempat Menikmati Sushi dan Ramen Pertama di Pasuruan


Perjalanan kuliner saya di kota Pasuruan ini berlanjut pada keesokan harinya. Kuliner yang saya coba kali ini sangat signifikan bagi dunia makanan di kota kecil ini, bagaimana tidak, sejak saya SMA saya selalu mencari penjual sushi disini tetapi tidak ada yang menjual, baru setelah akan lulus kuliah ini ada penjual sushi disini, akhirnya penantian panjang itupun tiba. Nama penjual sushi ini adalah Nagoya yang terletak di jalan Radeh Patah nomor 18, Pasuruan. Lokasi ini terletak di daerah Karya Bhakti, jadi di salah satu ruko di seberang perumahan ini. Kesan pertama saya setelah datang lumayan bagus tempatnya, selain bersih dindingnya juga dihiasi dengan ornamen - ornamen jepang, ya sudah mirip - mirip yang ada di Surabaya lah. Saat membaca menu makanan saya baru sadar bahwa ini adalah cabang dari Nagoya ini, jadi Nagoya sudah membuka tempat makan di beberapa kota, wajar saja konsepnya sudah matang. Sayang seribu sayang disini hanya ada tiga jenis sushi yang disediakan, yaitu cheese roll sushi seharga 20 ribu, sakuramaki sushi seharga 16 ribu, dan furaimaki sushi seharga 18 ribu. Sepertinya sebagai awalan menu sushinya masih sedikit.
















Nagoya lebih banyak menjual aneka ramen hingga ada 6 varian. Selain sushi dan ramen juga ada makanan ringan khas jepang seperti takoyaki dan okonomiyaki. Jika pingin makan yang ada nasi jangan khawatir karena ada menu yang berhubungan dengan nasi seperti donburi dan teriyaki. Pilihan minuman disini juga lumayan banyak karena ada aneka juice dan minuman olahan kopi yang ditambahkan float. Ada juga aneka teh mulai dari lemon tea sampai ocha. Saya sendiri mencoba minuman Stroplefrost seharga 10 ribu. Setelah menunggu pesanan saya dan teman - teman pun datang, tidak sabar juga mencoba ramen dan sushi pertama di kota ini. Pertama kali saya mencoba ramennya, mie yang digunakan agak tipis, rasa kuahnya lumayan enak, begitu pula toppingnya juga lumayan enak, tetapi entah kenapa toppingnya masih enak yang ada di Surabaya, lebih terasa. Selanjutnya saya mencoba sushinya, jika dibandingkan sih masih lebih enak yang ada di Surabaya, rasanya lebih nendang dengan jenis sushi yang sama, mungkin karena masih baru ya jadi masih butuh pematangan. Minuman yang saya pesan pun juga enak, sepertinya ini terbuat dari buah - buahan. Tapi secara umum sudah memuaskan, jadi boleh lah dicoba bagi pecinta makanan jepang yang ada di Pasuruan.
Read more!

23 Januari 2016

Jajan Mercon: Gorengan Naik Kelas dengan Harga Ramah Kantong


Kuliner saya kali ini akan menjelajahi tempat - tempat baru (atau saya yang baru tahu) di daerah kota Pasuruan. Kata adik saya yang masih sekolah disini, ada beberapa tempat makan baru yang unik - unik, tidak hanya sekedar kafe biasa. Nah satu per satu pun akan saya coba selagi saya pulang ke kota ini. Tempat yang saya kunjungi kali ini adalah Jajan Mercon yang terletak di jalan Diponegoro, jadi letaknya ada di samping toko HP Rahayu sebelum jembatan. Nah, saya ingin mencoba tempat makan ini karena belum pernah makan sejenis yang ada disini, jadi ada gorengan level menengah seperti sosis, cireng, dan kawan - kawannya kemudian disajikan dengan saus yang pedas. Nah, kesan pertama saya saat datang agak kaget karena tempatnya yang luas banget untuk ukuran penjual gorengan, udah kayak pujasera luasnya. Desain interior yang ada disini tidak dibuat asal - asalan, ada hiasan dinding yang bisa digunakan buat foto - foto, selain itu pemilihan cahaya juga pas sehingga foto yang dihasilkan juga bagus. Satu lagi yang saya suka adalah mejanya cukup luas, jadi bisa menaruh barang - barang lain di atas meja.








Setelah melihat menu ternyata ada beberapa macam menu, mulai dari sajian utama yaitu aneka gorengan menengah, kemudian ada gorengan level atas seperti nacos, chicken fillet, dan ceker pedas serta ada soup yang siap menemani. Urusan minuman pun tidak kalah banyak, mulai dari dessert, aneka soda, olahan kopi, buah, dan teh juga tidak ketinggalan. Saya memesan gorengan menengah yang saya suka, yaitu cireng, scalop (dari cumi), sosis, dan baso tuna. Tidak lama menunggu makanan pun datang, karena agak panas saya pun harus menunggu beberapa saat karena saya tidak suka makan makanan panas. Nah, setelah hangat saya pun mulai menyantap satu - satu, rahasia utama yang ada disini adalah sausnya, menurut saya pedasnya gak bikin males makan. Jadi kadangkala saya malas melanjutkan makan karena pedesnya itu sudah menyiksa saat makan, jadi saya gak nyaman. Nah, kalo disini beda, saat makan rasa sausnya enak banget, bahkan setelah menghabiskan seluruh makanan pun saya tidak berkeringat. Nah, efek dari sambalnya akan terasa keesokan harinya seperti yang saya alami saat menulis artikel ini, perut saya agak - agak mulas gimana gitu, hehehe. Dengan harga 2 ribu rupiah untuk satu tusuk, saya rasa harganya sangat murah mengingat ukurannya yang besar. Minumannya pun juga enak dengan harga terjangkau, sekitar 8 ribu rupiah. Boleh dicoba lah buat kamu yang bingung cari tempat mengobrol dengan kawan - kawan.
Read more!

17 Januari 2016

Pintu Rumah: Kafe Minimalis yang Murah dan Enak di Deket Kampus


Jalan - jalan saya di malam minggu kali ini mengantarkan saya mencoba tempat makan yang tergolong baru usianya dan terletak di lokasi yang cukup strategis, meskipun tidak berada di samping jalan besar. Nama tempat ini adalah Pintu Rumah yang terletak di jalan Karang Menur nomor 17, Surabaya. Lokasinya berdekatan dengan Homee Cafe sehingga kalau mau tau jelas dimana lokasinya bisa dilihat posting saya tentang Homee Cafe. Nah, kesan pertama saya saat tiba adalah tempatnya minimalis, menempati bagian depan sebuah rumah sehingga tidak terlalu besar. Tetapi kecil tidak berarti buruk, meskipun kecil tetapi pengelola kafe bisa membuat suasana yang nyaman bagi pengunjung yang datang kesini. Pengunjung yang merokok bisa duduk di bagian outdoor dari kafe, sedangkan yang ingin nongkrong di ruangan ber AC bisa memilih untuk duduk di bagian dalam kafe. Jangan lupa untuk mengambil daftar menu terlebih dahulu di meja kasir sebelum duduk karena pemesanan dilakukan langsung di meja kasir, jadi tidak ada pelayang yang akan datang mencatat pesanan kita.










Saya memilih untuk membeli Arrabiata seharga 24 ribu, saya tidak tahu ini makanan apa tetapi ada pada kategori pasta dan bersanding dengan marinara, tuna agio olio, dan fettuchine carbonara, semua yang ada pada kategori pasta dibanderol dengan harga yang sama. Selain kategori pasta disini juga menyediakan makanan dengan kategori snack yang dibanderol dengan harga belasan ribu rupiah seperti pancake, onion rings, dan kentang goreng. Buat yang bener - bener laper juga bisa memesan makanan berat, pilihannya ada fish and potatoes, red chili roasted chicken, dan mom's friend chicken, harganya sama dengan pasta. Kafe selalu identik dengan minuman, maka dari itu disini juga menyediakan sangat banyak minuman, mulai dari kategori kopi, olahan kopi, kopi mengandung susu, coklat, aneka soda, teh, dan banyak lagi. Saya sendiri memesan Hazelnut Chocolate seharga 23 ribu, saya emang suka hazelnut. Setelah menunggu agak lama akhirnya pesanan pun datang, ternyata makanan yang saya pesan itu seperti carbonara tetapi dengan saos yang pedas, jadi warnanya kemerah-merahan. Soal rasa makanan disini menurut saya enak, bumbunya gak bikin lidah terganggu, pas lah. Minumannya juga enak, dengan harga yang wajar untuk sebuah kafe kita bisa menikmati hidangan yang memanjakan lidah, gak apalah sekali - kali keluar duit agak banyak kan, hehehe.
Read more!
badge